Iran Puji Dukungan Rusia Saat Ketegangan dengan AS Memuncak di Selat Hormuz

Ringkasan Singkat
- Presiden Iran mengucapkan terima kasih kepada VladimirPutin atas dukungan Rusia di tengah tekanan militer AS.
- Pertemuan terjadi pada Konferensi Tingkat Tinggi OrganisasiKerjaSamaShanghai di Kirgistan.
- Ketegangan di SelatHormuz meningkat setelah serangan bersama AS‑Israel pada Februari, memicu respons militer Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Vladimir Putin atas apa yang ia sebut sebagai “sikap strategis” Rusia selama serangkaian serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan pada sela-sela pertemuan puncak OrganisasiKerjaSamaShanghai yang digelar di Kirgistan.
“Kami menghargai dan berterima kasih atas sikap Anda, baik selama masa pertempuran maupun dalam kondisi normal ketika AS menjatuhkan sanksi kepada kami di PBB maupun forum internasional lainnya,” ujar Pezeshkian. Ia menambahkan bahwa dukungan Rusia menegaskan hubungan kedua negara sebagai “hubungan strategis, bukan hubungan biasa.”
Dalam pernyataan terpisah, kantor kepresidenan Iran menegaskan bahwa kedua pemimpin “meninjau hubungan bilateral” dan “membahas cara-cara memperkuat serta memperluas kerja sama di berbagai bidang.” Pertemuan terakhir antara Pezeshkian dan Putin tercatat pada KTT di Turkmenistan pada Desember 2025.
Pezeshkian juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk mengajukan tawaran damai kepada AS, mengacu pada nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu. “Jika Amerika Serikat kembali ke komitmen mereka, Republik Islam Iran akan melakukan tindakan serupa sesegera mungkin,” tegasnya dalam rilis resmi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menambahkan bahwa AS harus kembali pada perjanjian yang ditandatangani pada era Presiden Donald Trump, menekankan bahwa “semua dapat dikembalikan ke jalur yang benar.”
Ketegangan di SelatHormuz terus meningkat sejak akhir Februari, ketika AS dan sekutu dekatnya Israel melancarkan serangan besar-besaran ke infrastruktur Iran. Sebagai respons, Teheran menutup Selat Hormuz, menjadikan rute pelayaran strategis ini arena konfrontasi militer yang berkelanjutan.
Analisis Pakar
Penekanan Iran pada hubungan “strategis” dengan Rusia mencerminkan upaya Tehran untuk memperkuat jaringan aliansi di tengah isolasi Barat. Dukungan Rusia tidak hanya bersifat diplomatik; Moskow telah menyediakan peralatan militer, intelijen, dan dukungan logistik yang memungkinkan Iran menanggapi tekanan AS secara lebih efektif. Dalam konteks geopolitik, kolaborasi ini menambah dimensi baru pada persaingan kekuatan di kawasan Timur Tengah, khususnya di wilayah yang strategis seperti SelatHormuz.
Namun, hubungan Iran‑Rusia tetap dipengaruhi oleh kepentingan nasional masing-masing. Rusia, yang tengah menghadapi sanksi Barat dan konflik di Ukraina, melihat Iran sebagai mitra yang dapat memperluas pengaruhnya di Timur Tengah dan menyediakan akses ke pasar energi. Di sisi lain, Iran mengandalkan Rusia untuk menyeimbangkan tekanan ekonomi dan militer yang datang dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Langkah Iran mengajukan kembali tawaran damai kepada AS menandakan strategi diplomatik ganda: sambil memperkuat aliansi dengan Rusia, Tehran tetap membuka jalur negosiasi dengan Washington. Jika AS bersedia mengaktifkan kembali nota kesepahaman, hal ini dapat meredam ketegangan di SelatHormuz dan membuka peluang bagi stabilitas regional. Namun, kepercayaan yang telah terkikis selama bertahun‑tahun membuat proses ini sangat rapuh.
Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk menilai apakah dukungan Rusia akan berlanjut dalam bentuk bantuan militer yang lebih signifikan atau tetap pada tingkat diplomatik. Sementara itu, dinamika di SelatHormuz akan menjadi barometer utama bagi intensitas konflik antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Iran menganggap hubungan dengan Rusia sebagai hubungan strategis?
A: Karena Rusia menyediakan dukungan militer, intelijen, dan diplomatik yang membantu Iran menghadapi tekanan sanksi dan militer dari Amerika Serikat. - Q: Apa dampak penutupan Selat Hormuz bagi perdagangan global?
A: Penutupan mengganggu jalur pengiriman minyak dan barang penting, meningkatkan harga energi dunia dan menambah ketidakpastian pasar. - Q: Apakah tawaran damai Iran kepada AS memiliki peluang untuk berhasil?
A: Peluangnya tergantung pada kesiapan AS untuk mengaktifkan kembali nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni; kepercayaan yang rusak menjadi faktor utama.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing

Suhu Politik Global Memanas: Iran Siaga, Sorotan Dampak Pemilu Israel-AS dan Isu Elektoral India

Politikus Demokrat Dukung Kandidat Republik, Perebutan Kursi Senat AS Semakin Sengit
