IHSG Siap Melonjak di Awal September: Peluang atau Risiko?
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- Analisis teknikal IHSG menunjukkan potensi kenaikan ke zona 6.599‑6.666, namun koreksi ke 6.289‑6.352 tetap mengintai.
- Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menyoroti support kunci di 6.373‑6.272, sementara Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas mengingatkan risiko penembusan support 6.435.
- Volume transaksi Senin mencapai Rp24,74 triliun dengan 392 saham menguat, memberi sinyal likuiditas yang cukup untuk pergerakan selanjutnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Selasa, 1 September. Herditya Wicaksana, analis teknikal MNC Sekuritas, menilai indeks masih berada di awal gelombang V dari gelombang C, sehingga masih berpeluang menembus area 6.599‑6.666. Namun, ia tak menutup kemungkinan koreksi tajam ke zona 6.289‑6.352 bila momentum berbalik.
Herditya menandai level support penting di 6.373 dan 6.272, serta resistance di 6.599 dan 6.705. Di samping itu, ia menyoroti saham-saham yang berpotensi mendapat dukungan aliran dana, antara lain BBNI, HRUM, INET, SIDO, dan XIPI.
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperingatkan bahwa indeks dapat melanjutkan koreksi jika support 6.435 terobos. Dalam skenario terburuk, IHSG dapat turun ke level 6.361 atau bahkan 6.298. Ia menambahkan support tambahan di 6.361, 6.230, dan 6.089, serta resistance di 6.666, 6.835, dan 6.916. Saham-saham yang ia rekomendasikan meliputi AADI, BRPT, DEWA, dan PGEO.
Pada penutupan Senin (31/8), IHSG berada di 6.525, naik 0,11 % atau 7,35 poin. Investor mencatat transaksi senilai Rp24,74 triliun dengan volume hampir 50 miliar lembar saham. Dari 791 saham yang diperdagangkan, 392 menguat, 233 terkoreksi, dan 166 stagnan.
Analisis Pakar
Secara makro, pergerakan IHSG kini dipengaruhi oleh dua faktor utama: sentimen global yang masih terjaga oleh data ekonomi Amerika Serikat dan aliran dana domestik yang dipicu oleh kebijakan moneter Bank Indonesia. Jika inflasi tetap terkendali, BI dapat mempertahankan suku bunga pada level yang relatif menarik bagi investor obligasi, sehingga aliran dana ke ekuitas dapat terus mengalir.
Namun, risiko koreksi tidak dapat diabaikan. Level support 6.373‑6.272 yang disebutkan oleh MNC Sekuritas bertepatan dengan zona psikologis penting yang sebelumnya menjadi titik balik pada kuartal pertama 2024. Penembusan di bawah zona ini dapat memicu stop‑loss massal, terutama pada saham-saham blue‑chip yang menjadi magnet dana institusional.
Di sisi lain, rekomendasi saham seperti BBNI dan DEWA mencerminkan strategi rotasi sektor: perbankan yang mendapat manfaat dari margin bunga yang masih lebar, serta utilitas yang menawarkan dividend yield stabil di tengah volatilitas pasar. Investor yang mengincar pertumbuhan jangka menengah sebaiknya menimbang eksposur pada sektor teknologi (INET) yang masih dalam fase konsolidasi namun memiliki fundamental kuat.
Kesimpulannya, peluang kenaikan IHSG ke zona 6.6 ribu masih realistis asalkan dukungan likuiditas tetap kuat dan tidak ada kejutan geopolitik. Namun, trader yang mengandalkan short‑term harus menyiapkan strategi exit yang ketat pada level 6.435 atau lebih rendah, mengingat volatilitas harian masih cukup tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa level support terpenting untuk IHSG pada awal September?
A: Support utama berada di 6.373, diikuti oleh 6.272; penembusan di bawah 6.435 dapat memicu koreksi lebih dalam. - Q: Saham mana yang paling berpotensi naik jika IHSG menembus 6.600?
A: Saham perbankan seperti BBNI, serta sektor infrastruktur (HRUM, INET) dan utilitas (SIDO, XIPI) diprediksi akan mendapat aliran dana. - Q: Bagaimana kebijakan moneter Bank Indonesia memengaruhi pergerakan IHSG?
A: Jika BI mempertahankan suku bunga pada level saat ini, arus dana ke ekuitas tetap terjaga; penurunan suku bunga dapat memperkuat pasar saham, sementara kenaikan suku bunga dapat menekan likuiditas.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Medco Energi (MEDC) Siapkan Dividen Interim Rp544 Miliar, Jadwal Pencairan Ditutup 2 Desember 2026

BEI Klaim Tingkat Transparansi Global Tertinggi, Mulai Oktober 2026 Saham HSC Resmi Dikeluarkan dari IHSG

IHSG Menguat 0,79% ke 5.096,83 Ditopang Sektor Utilitas & Perubahan Metodologi BEI
