Tottenham Gagal Manfaatkan Belanja Besar, Kalah Telak di Dua Laga Pembuka Premier League!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Tottenham Hotspur menghabiskan lebih dari £322 juta di bursa transfer, namun langsung tersungkur 0-3 vs Brentford dan 0-2 vs Newcastle.
- Empat pemain mahal seperti Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Savio, dan Jan Paul van Hecke masuk, tapi belum menyatu dalam taktik Roberto De Zerbi.
- Spurs kini berada di zona juru kunci, menunggu solusi cepat agar tidak terulang lagi ancaman degradasi musim lalu.
Setelah hampir terperosok ke jurang degradasi pada akhir musim lalu, Tottenham melancarkan serangan belanja besar‑besar di bursa transfer. Dengan dukungan finansial yang melimpah, manajer Roberto De Zerbi menambah skuad dengan empat nama premium: Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Savio, dan Jan Paul van Hecke, total nilai transaksi mencapai £322 juta (sekitar Rp7,7 triliun). Ketiga pemain pertama bahkan masuk dalam enam besar pemain termahal Premier League musim ini, sementara van Hecke menempati urutan ke‑11.
Tak hanya itu, Spurs juga menambah kedalaman dengan pinjaman Omar Marmoush serta kedatangan bebas transfer seperti Martin Dubravka, Andy Robertson, dan Marcos Senesi. Secara teori, skuad baru ini seharusnya menjadi mesin gol dan pertahanan yang tak terkalahkan. Namun realita di lapangan berkata lain.
Dalam dua laga pembuka Premier League, Tottenham menelan kekalahan telak: 0‑3 di kandang Brentford dan 0‑2 melawan Newcastle United di depan suporter mereka. Lima gol kebobolan tanpa balasan menciptakan alarm bahaya, menempatkan Spurs di zona juru kunci sejak pekan pertama. De Zerbi kini berada di bawah tekanan untuk menemukan formula taktik yang dapat menyatukan talenta baru menjadi satu unit padu yang menghasilkan poin.
Analisis Pakar
Menurut saya, masalah utama Tottenham bukan sekadar soal kualitas individu, melainkan kekurangan kohesi tim. Pemain seperti Tonali dan Savio memang memiliki kemampuan teknis tinggi, namun mereka membutuhkan waktu adaptasi untuk memahami bahasa permainan De Zerbi yang menekankan pressing tinggi dan pergerakan bola cepat. Tanpa pemahaman taktis yang seragam, mereka cenderung bermain terpisah, mengakibatkan ruang kosong di lini tengah dan pertahanan yang rapuh.
Selain itu, rotasi pemain baru yang terlalu cepat dapat mengganggu ritme tim. De Zerbi tampaknya ingin segera menampilkan semua bintang baru, namun hal ini mengorbankan stabilitas formasi. Sebaiknya, ia fokus pada tiga atau empat pemain inti, memberi mereka waktu bermain berulang‑ulang untuk membangun chemistry, sementara pemain lain berperan sebagai opsi rotasi.
Strategi transfer yang agresif juga menimbulkan beban psikologis. Dengan nilai transfer yang fantastis, ekspektasi publik dan media melonjak. Tekanan ini dapat mempengaruhi performa pemain muda seperti Tonali, yang belum pernah bermain di Premier League. Manajemen harus menyediakan dukungan mental, bukan hanya fisik, agar mereka dapat menyalurkan potensi maksimal.
Terakhir, pertahanan masih menjadi titik lemah. Meskipun Dubravka dan Robertson memiliki pengalaman, mereka belum menemukan sinergi dengan lini belakang yang baru. De Zerbi perlu menyesuaikan sistem pertahanan, mungkin dengan menurunkan garis pertahanan sedikit untuk menutup celah yang dimanfaatkan oleh tim lawan seperti Brentford dan Newcastle. Jika tidak, Spurs akan terus terjebak dalam spiral kebobolan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Tottenham gagal mencetak gol di dua laga pertama?
A: Kombinasi kurangnya chemistry antara pemain baru, taktik pressing yang belum terinternalisasi, dan tekanan mental membuat lini serang tidak efektif. - Q: Apakah investasi £322 juta di pasar transfer sudah berharga?
A: Secara jangka panjang mungkin, namun dalam jangka pendek hasilnya belum terlihat karena adaptasi pemain dan integrasi taktik masih belum optimal. - Q: Apa yang harus dilakukan De Zerbi untuk menghentikan kemerosotan Spurs?
A: Fokus pada pembentukan core squad, menyesuaikan sistem pertahanan, serta memberikan waktu adaptasi bagi pemain baru sambil mengurangi tekanan eksternal.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
