Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gol Bunuh Diri Maguire Bikin Kontroversi: Mengapa Gol MU Tetap Sah?

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Gol Bunuh Diri Maguire Bikin Kontroversi: Mengapa Gol MU Tetap Sah?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Manchester United menorehkan kemenangan pertama musim ini dengan skor 5-2 melawan Ipswich Town di Old Trafford.
  • Gol kedua United muncul setelah Harry Maguire melakukan handball tidak disengaja; bola memantul ke Jacob Greaves dan masuk sebagai gol bunuh diri.
  • VAR meninjau insiden tersebut, namun gol tetap disahkan karena tidak ada pelanggaran langsung pada saat gol tercipta.

Pertandingan yang berlangsung pada Minggu, 30 Agustus, menyuguhkan drama tak terduga di Manchester United. Setelah tertinggal 1-0 lewat gol Leif Davis, Red Devils melancarkan serangan balasan yang menghasilkan lima gol beruntun. Namun, sorotan utama jatuh pada gol ke‑dua yang menimbulkan perdebatan sengit.

Pada menit ke‑56, Harry Maguire berusaha mengontrol bola di dalam kotak penalti, namun secara tidak sengaja menyentuhnya dengan tangan. Bola kemudian memantul ke kaki Jacob Greaves (Ipswich Town) dan meluncur ke gawang, menghasilkan gol bunuh diri. VAR (Video Assistant Referee) melakukan pemeriksaan, tetapi keputusan akhir tetap mengizinkan gol tersebut.

Premier League mengeluarkan pernyataan resmi: “Keputusan wasit soal gol Manchester United telah diperiksa dan dikonfirmasi VAR – dengan kesimpulan Maguire bukan pencetak gol langsung setelah terjadi handball yang tidak disengaja. Itu adalah gol bunuh diri dan handball yang tidak disengaja tidak dapat dihukum, jadi kami merekomendasikan gol tersebut disahkan.”

Menurut regulasi, handball menjadi pelanggaran yang membatalkan gol bila bola langsung masuk ke gawang setelah menyentuh tangan, baik sengaja maupun tidak. Namun, bila gol terjadi setelah bola memantul ke pemain lain atau lawan, atau bila gol merupakan gol bunuh diri, pelanggaran tersebut tidak mengakibatkan pembatalan.

Analisis Pakar

Secara taktis, insiden ini menyoroti pentingnya kecepatan keputusan dalam situasi krusial. Maguire, yang biasanya menjadi pilar pertahanan, justru menjadi katalisator gol meski tidak berniat mencetak. Ini mengajarkan bahwa dalam sepak bola, setiap sentuhan dapat berpotensi mengubah alur pertandingan, terutama di zona penalti yang padat.

Dari sudut pandang regulasi, keputusan VAR tampak konsisten dengan interpretasi terbaru tentang VAR. FIFA dan Premier League telah menekankan bahwa handball “tidak disengaja” tidak otomatis menimbulkan penalti atau pembatalan gol, kecuali bola langsung masuk ke gawang. Karena gol ini merupakan hasil pantulan ke pemain lawan, aturan memberi ruang bagi gol untuk tetap sah.

Namun, ada nuansa psikologis yang tak boleh diabaikan. Maguire terlihat berusaha merebut bola dengan intensi jelas, sehingga persepsi publik menganggapnya sengaja. Ini menimbulkan perdebatan etis: apakah niat pemain harus menjadi faktor penilaian? Sejauh mana wasit dan VAR harus menilai “niat” dalam konteks kecepatan permainan? Jawabannya masih menjadi bahan diskusi di kalangan pelatih dan analis.

Ke depan, pelatih Erik ten Hag dapat memanfaatkan pelajaran ini untuk menekankan disiplin dalam mengontrol bola di area berbahaya. Sementara bagi para penggemar, kontroversi ini menambah bumbu dramatis yang membuat Premier League tetap menjadi panggung paling menegangkan di dunia sepak bola.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa gol Maguire tetap sah meski ada handball?
    A: Karena handball tidak disengaja dan gol tidak langsung terjadi setelah sentuhan; bola memantul ke pemain lawan dan masuk sebagai gol bunuh diri.
  • Q: Apa peran VAR dalam keputusan ini?
    A: VAR memeriksa insiden, memastikan tidak ada pelanggaran langsung, dan mengonfirmasi keputusan wasit untuk mengizinkan gol.
  • Q: Apakah aturan handball akan berubah di masa depan?
    A: FIFA terus meninjau regulasi; kemungkinan penyesuaian akan fokus pada definisi “niat” dan konsekuensi gol setelah handball.
Meow! Tanya Nesi!
😸