Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Daihatsu Siapkan Mobil Listrik Murah untuk Malaysia: Kolaborasi dengan Perodua Bikin Heboh!

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Daihatsu Siapkan Mobil Listrik Murah untuk Malaysia: Kolaborasi dengan Perodua Bikin Heboh!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Daihatsu berencana merilis mobil listrik terjangkau untuk pasar Malaysia melalui kolaborasi dengan Perodua.
  • Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani, yang menyebutkan kemitraan Daihatsu-Perodua dalam pengembangan EV.
  • Mobil listrik tersebut diperkirakan akan menggunakan platform yang sama dengan Perodua QV-E, pertama kali BEV buatan Malaysia.

Menurut unggahan Menteri Johari Abdul Ghani di Facebook, Johari Abdul Ghani mengungkapkan bahwa Daihatsu akan bekerja sama dengan Perodua untuk mengembangkan kendaraan listrik di Malaysia. Kolaborasi ini tidaklah baru bagi kedua merek, mengingat Daihatsu telah menjadi pemegang saham utama Perodua selama lebih dari tiga dekade dan telah menyuplai platform, mesin, serta transmisi untuk model-model Perodua seperti Myvi, Aruz, dan Terios.

Perodua sendiri sudah memiliki produk listrik pertama, QV-E, yang merupakan 'Battery Electric Vehicle (BEV)' buatan Malaysia yang dikembangkan secara mandiri. Ada spekulasi bahwa mobil listrik yang akan hasilkan dari kemitraan Daihatsu-Perodua mungkin merupakan versi rebadge dari QV-E, dengan penyesuaian minor pada desain exterior dan interior untuk mencitrakan merek Daihatsu.

Selain QV-E, Perodua sedang mengerjakan model segmen A yang lebih kecil, yang dibangun atas platform EV yang disuplai oleh Magna Styer—platform yang sama yang mendasari QV-E—untuk bersaing langsung dengan Proton eMas 5. Jika kolaborasi Daihatsu-Perodua benar-benar terwujud, konsumen Malaysia bisa mengharapkan pilihan mobil listrik yang lebih terjangkau, dengan jaminan teknologi yang sudah terbukti dan jaringan layanan setelah penjualan yang luas.

Analisis Pakar

Dari perspektif strategi pasar, kolaborasi Daihatsu-Perodua merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjawab permintaan meningkat terhadap mobil listrik terjangkau di Asia Tenggara. Malaysia, dengan insentif pemerintah dan pertumbuhan infrastruktur pengisian, menjadi uji coba ideal sebelum ekspansi ke Indonesia atau Thailand. Dengan memanfaatkan jaringan penjualan dan layanan setelah penjualan yang sudah kuat dari Perodua, Daihatsu dapat mengurangi risiko penetrasi pasar yang biasanya menjadi hambatan bagi merek baru.

Secara teknis, penggunaan platform EV Magna Styer yang sama dengan QV-E memberikan keuntungan signifikan dalam hal efisiensi biaya dan waktu pengembangan. Platform ini dirancang untuk mendukung baterai dengan kapasitas antara 30‑40 kWh, yang memberikan jarak temuan sekitar 250‑300 km dalam kondisi kota—angka yang cukup kompetitif untuk segmen A dan B. Motor listrik yang kemungkinan akan dipakai adalah jenis synchronous permanent magnet dengan daya output 80‑100 kW, yang memberikan akselerasi 0‑100 km/jam dalam kurang dari 10 detik, cukup untuk penggunaan harian di perkotaan.

Dalam konteks persaingan, Proton eMas 5 masih menjadi referensi harga di kelas EV kompakt Malaysia dengan kisaran harga sekitar RM150 ribu. Jika Daihatsu-Perodua mampu menawarkan harga di bawah RM120 ribu, mereka akan menggairahkan segmen harga menengah bawah yang saat ini masih didominasi oleh mobil berbahan bakar bensin. Selain itu, kehadiran merek Daihatsu yang dikenal akan keandalan dan biaya pemeliharaan rendah dapat menarik konsumen yang ragu terhadap teknologi listrik karena keraguan tentang biaya penggantian baterai.

Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pertama, ketersediaan stasiun pengisian listrik masih terbuka di luar kawasan perkotaan besar seperti Kuala Lumpur dan Johor Bahru, yang dapat menghambat adopsi untuk konsumen yang sering bepergian jauh. Kedua, strategi rebadge harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan perseksi konsumen bahwa produk ini hanya “plakat” tanpa nilai tambah teknikal. Ketiga, regulasi lokal mengenai insentif pajak dan subsidi untuk EV masih berubah-ubah; ketergantungan pada kebijakan dapat memengaruhi proyeksi penjualan jangka panjang. Dengan mengatasi hal-hal ini, kolaborasi ini berpotensi menjadi katalisator yang mempercepat transisi mobil listrik di Malaysia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah mobil listrik Daihatsu yang akan datang benar-benar rebadge dari Perodua QV-E?
    A: Meskipun belum ada konfirmasi resmi, indikasi teknis dan pernyataan pihak Menteri menunjukkan besar kemungkinan bahwa platform dan komponen inti akan sama dengan QV-E, hanya dengan penyesuaian merk dan beberapa elemen desain.
  • Q: Berapa kisaran harga yang diperkirakan untuk mobil listrik ini?
    A: Berdasarkan insentif EV di Malaysia dan strategi harga Perodua QV-E (sekitar RM130 ribu), analisis pasar memperkirakan harga bisa berada antara RM100 ribu hingga RM120 ribu untuk membuatnya lebih terjangkau daripada kompetitor seperti Proton eMas 5.
  • Q: Apakah ada rencana untuk memperkenalkan model ini di Indonesia setelah peluncuran di Malaysia?
    A: Meskipun tidak ada pengumuman resmi, logika bisnis menunjukkan bahwa setelah stabil di Malaysia, Daihatsu dapat mengadaptasi model serupa untuk Indonesia, mengingat basis produksi dan jaringan penjualan yang kuat di kedua negara.
Meow! Tanya Nesi!
😸