Rahasia Doa Nurbuat: Baca Arab, Latin, & Artinya – Kenapa Umat Islam Gak Bisa Lewatkan?

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Rahasia Doa Nurbuat: Baca Arab, Latin, & Artinya – Kenapa Umat Islam Gak Bisa Lewatkan?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Doa nurbuat adalah munajat yang memohon perlindungan, kesehatan, dan umur panjang.
  • Asal‑usulnya datang dari riwayat Imam Abul Qasim Ali Ibn Asakir yang mencatat Malaikat Jibril mengajarkan doa ini kepada Rasulullah SAW.
  • Lafaz lengkap tersedia dalam tiga format: Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia, sehingga siapa pun bisa mengamalkannya dengan tepat.

Siapa sih yang nggak penasaran dengan doa nurbuat? Di dunia Islam, doa ini sudah menjadi favorit karena katanya bisa menolak evil eye, menambah rezeki, bahkan memperpanjang usia. Nama “nurbuat” sendiri berasal dari gabungan kata Arab nur (cahaya) dan nubuwwah (kenabian), jadi secara harfiah berarti “cahaya kenabian”.

Menurut Tarikh Dimasyq karya Imam Abul Qasim Ali Ibn Asakir, doa ini muncul ketika Malaikat Jibril menemu Nabi Muhammad SAW yang sedang sedih karena cucu‑cucunya, Hasan dan Husain, terkena ‘ain (mata jahat). Jibril pun mengajarkan rangkaian kalimat yang kini kita kenal sebagai doa nurbuat.

Berikut ini adalah teks lengkapnya, lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya supaya kamu bisa mengucapkannya tanpa ragu:

Arab:
اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ ...

Latin:
Allahumma dzis‑sulthanil‑‘azhim, wa dzil‑mannil‑qadim, wa dzil‑wajhil‑karim, wa waliyyil‑kalimatit‑tammat, wad‑da'awatil‑mustajabah, ‘aqilil‑hasani wal‑husain, min anfusil‑haqq, ‘ainil‑qudrati wan‑nazhirin, wa ‘ainil‑jinnil‑insi was‑syayyatin, ...

Artinya:
"Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan agung, anugerah terdahulu, wajah mulia, penguasa kalimat sempurna, pelindung Hasan dan Husain, serta menjauhkan pandangan mata jahat…" (lanjutan doa memohon umur panjang, kesehatan, rezeki melimpah, dan dicintai semua orang).

Doa ini bisa dibaca kapan saja, terutama setelah sholat fardu atau di waktu mustajab seperti sepertiga malam. Karena isinya penuh pujian kepada Asmaul Husna, ia juga menjadi sarana memperdalam pemahaman tentang 99 nama Allah.

Muktamar NU yang dihadiri ribuan ulama menegaskan pentingnya doa dalam kehidupan umat, termasuk doa nurbuat sebagai perlindungan spiritual.

Menteri Kesehatan juga menekankan peran doa dalam menjaga kesehatan mental masyarakat, sejalan dengan kepercayaan bahwa doa nurbuat dapat menolak bala dan menambah ketenangan hati.

Analisis Pakar

Secara metodologis, doa nurbuat masuk dalam kategori tafarrud—yaitu riwayat yang hanya diriwayatkan oleh satu perawi tanpa dukungan sanad lain. Hal ini menimbulkan perdebatan di kalangan ulama: apakah seluruh lafaznya dapat dianggap sahih atau hanya sebagian yang dapat dipakai sebagai munajat? Menurut Al‑Khatib al‑Baghdadi, meskipun sanadnya lemah, isi doa tetap bernilai karena mengandung sifat‑sifat Allah yang tidak diragukan.

Di sisi lain, fenomena popularitas doa ini di era digital menunjukkan kebutuhan spiritual umat yang mencari perlindungan dari ancaman tak kasat mata seperti evil eye. Penelitian sosiologis terbaru mengindikasikan bahwa doa‑doa dengan unsur perlindungan diri cenderung lebih sering dibagikan di media sosial, terutama saat terjadi krisis kesehatan atau ekonomi.

Namun, penting untuk menekankan bahwa manfaat doa tidak boleh dipandang sekadar “obat” fisik. Ibn al‑Qayyim menulis bahwa doa adalah senjata rohani yang menolak bala, menyembuhkan, dan mencegah bahaya. Oleh karena itu, mengamalkan doa nurbuat dengan niat ikhlas dan khusyuk lebih utama daripada sekadar mengucapkan rangkaian kata tanpa pemahaman.

Terakhir, bagi yang ingin mempraktikkan secara tepat, disarankan memperhatikan adab doa: bersuci, menghadap kiblat, dan melafalkan dengan pelan. Kombinasikan dengan bacaan Al‑Qur’an atau dzikir lain untuk memperkuat efek spiritual. Dengan begitu, doa nurbuat bukan hanya sekadar rangkaian kalimat, melainkan sarana memperdalam hubungan pribadi dengan Sang Pencipta.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa perbedaan antara doa nurbuat dan doa-doa lain yang populer?
    A: Doa nurbuat menekankan perlindungan dari ‘ain (mata jahat) serta memohon umur panjang, sedangkan doa‑doa lain biasanya fokus pada permohonan khusus seperti rezeki atau keselamatan.
  • Q: Apakah seluruh lafaz doa nurbuat sahih?
    A: Sebagian besar lafaznya masuk kategori tafarrud, sehingga tidak semua bagian dapat dipastikan sahih. Namun, mayoritas ulama setuju bahwa isinya baik untuk dibaca sebagai munajat.
  • Q: Kapan waktu terbaik membaca doa nurbuat?
    A: Setelah sholat fardu, terutama sholat Subuh atau sepertiga malam, dianggap paling mustajab karena kedekatan dengan Allah pada waktu-waktu tersebut.
Meow! Tanya Nesi!
😸