Menkes Budi Gunadi Sadikin Bongkar Tekanan Prabowo: Dari Kabinet ke Panggung WHO

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin Bongkar Tekanan Prabowo: Dari Kabinet ke Panggung WHO
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku didorong Presiden Prabowo Subianto menjadi calon Direktur Jenderal WHO.
  • Sadikin menegaskan siap melaksanakan amanah Presiden, namun akan mengundurkan diri dari kabinet bila terpilih.
  • Pencalonan ini menambah persaingan dengan tiga kandidat lain, termasuk perwakilan Belgia, Qatar, dan Arab Saudi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa ia mendapat dorongan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencalonkan diri sebagai Direktur Jenderal WHO. Menurutnya, inisiatif ini muncul karena Indonesia belum pernah menempati posisi strategis di lembaga internasional setara PBB, sehingga Presiden melihat peluang “strategis” bagi negara.

Sadikin menegaskan, “Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik‑baiknya.” Pernyataan itu disampaikan usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis (27/8).

Ia menambahkan, banyak negara anggota WHO yang menginginkan reformasi organisasi, dan mereka melihat potensi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo. “Mereka melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi,” ujarnya.

Jika terpilih, Sadikan berjanji akan mengundurkan diri dari kabinet, meski proses pemilihan Direktur Jenderal WHO baru baru akan dilaksanakan pada Mei 2025 oleh 194 negara anggota. “Belum tentu terpilih karena yang memilih kan 194 negara anggota di bulan Mei,” jelasnya.

Saat ini, WHO mencantumkan empat nama calon, termasuk Sadikan, Hanan Mohammed Al‑Kuwari (Qatar), Hanan Balkhy (Arab Saudi), dan Hans Henri P. Kluge (Belgia), yang saat ini menjabat Direktur Regional WHO Eropa.

Analisis Pakar

Pengungkapan ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang batas antara kepentingan politik domestik dan independensi lembaga kesehatan global. Dorongan Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan seorang pejabat tinggi kabinet di puncak WHO dapat dilihat sebagai upaya memperkuat citra internasional Indonesia, namun sekaligus menimbulkan risiko politisasi agenda kesehatan dunia.

Sejarah WHO menunjukkan bahwa kepemimpinan organisasi ini harus bersandar pada kredibilitas ilmiah dan netralitas politik. Jika calon yang diusung lebih dipandang sebagai “politikus” ketimbang pakar kesehatan, legitimasi keputusan kebijakan WHO dapat tergerus, terutama di tengah krisis kesehatan yang masih bergulir pasca‑pandemi.

Selain itu, dinamika internal kabinet menjadi sorotan. Sadikan menyatakan kesediaannya mengundurkan diri bila terpilih, namun proses transisi dari posisi menteri ke kepala badan PBB memerlukan waktu dan koordinasi yang rumit. Hal ini menimbulkan potensi kekosongan kepemimpinan di Kementerian Kesehatan pada saat Indonesia masih berjuang mengatasi tantangan kesehatan domestik, seperti distribusi vaksin dan peningkatan layanan primer.

Terakhir, kompetisi dengan kandidat berpengalaman seperti Hans Henri P. Kluge menandakan bahwa Indonesia masih harus membuktikan kapasitasnya dalam arena global. Dukungan diplomatik yang kuat, agenda reformasi yang konkret, serta rekam jejak kebijakan kesehatan yang transparan akan menjadi faktor penentu apakah Sadikan dapat mengubah ambisi politik menjadi kemenangan di panggung WHO.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah resmi menjadi kandidat WHO?
    A: Ia tercatat sebagai salah satu dari empat calon yang diajukan oleh Indonesia pada situs resmi WHO, namun belum ada konfirmasi resmi dari Istana.
  • Q: Apa implikasi politik jika Sadikan terpilih menjadi Direktur Jenderal WHO?
    A: Ia harus mengundurkan diri dari kabinet, yang dapat menimbulkan kekosongan sementara di Kementerian Kesehatan dan menimbulkan pertanyaan tentang independensi kebijakan WHO.
  • Q: Siapa saja kandidat lain yang bersaing dengan Sadikan?
    A: Kandidat lain adalah Hanan Mohammed Al‑Kuwari (Qatar), Hanan Balkhy (Arab Saudi), dan Hans Henri P. Kluge (Belgia), yang saat ini menjabat Direktur Regional WHO Eropa.
Meow! Tanya Nesi!
😸