InJourney Targetkan Konsolidasi 106 Hotel BUMN, Siap Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua di Indonesia
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- InJourney menargetkan penyelesaian konsolidasi 106 hotel BUMN sebelum akhir 2026; saat ini baru 49 hotel yang tergabung.
- Penggabungan ini akan menjadikan InJourney operator hotel terbesar kedua di Indonesia dengan portofolio di lokasi strategis.
- Strategi baru mencakup revitalisasi heritage hotel, peluncuran brand Meru, dan ambisi menembus pasar global.
Direktur Utama Maya Watono mengungkapkan bahwa InJourney kini telah mengkonsolidasikan 49 hotel milik BUMN dan bertekad menuntaskan sisa 57 hotel sebelum akhir tahun. Menurutnya, konsolidasi ini bukan sekadar akuisisi aset, melainkan upaya strategis untuk mengoptimalkan pariwisata domestik dengan memanfaatkan lokasi hotel yang berada di āprime areaā.
Watono menambahkan bahwa setelah proses penggabungan selesai, InJourney akan menjadi operator hotel terbesar kedua di tanah air, menempati posisi strategis di antara pemain domestik dan multinasional. āKami tidak hanya membangun brand, melainkan DNA Indonesian Hospitality yang belum pernah ada sebelumnya,ā ujarnya dalam Danantara BUMN Progress Update pada Rabu (26/8/2026).
DNA tersebut mencakup standar arsitektur, layanan, dan konsep desain yang disesuaikan untuk setiap segmen ā mulai dari hotel bintang 5, 4, 3, hingga heritage hotel. Contoh konkret adalah revitalisasi Bali Beach di Sanur yang baru saja meraih 20 penghargaan āBest New Hotelā dunia serta masuk dalam 100 hotel terbaik global. Pada saat yang sama, InJourney meluncurkan brand Meru di Sanur, yang juga berhasil masuk dalam 100 āBest New Hotelā dunia.
Strategi ini menargetkan penciptaan rangkaian brand flagship yang dapat bersaing di pasar internasional, sekaligus mengangkat nilai historis hotel-hotel heritage seperti Grand Hotel de Jogja di Malioboro. Watono menegaskan bahwa visi jangka panjang meliputi koleksi heritage, flagship Meru, serta portofolio hotel bintang 4, 3, dan 2 yang semuanya diposisikan untuk menembus pasar global.
Analisis Pakar
Langkah konsolidasi InJourney harus dilihat dari perspektif makroekonomi: dengan mengintegrasikan aset-aset hotel BUMN, pemerintah secara tidak langsung menambah kapasitas penawaran akomodasi di zona strategis, yang dapat menstimulasi permintaan domestik dan meningkatkan pendapatan devisa dari wisatawan asing. Namun, keberhasilan tidak hanya tergantung pada akuisisi fisik, melainkan pada kemampuan mengubah aset menjadi profit center yang efisien.
Revitalisasi heritage hotel memberikan nilai tambah yang signifikan. Properti bersejarah biasanya memiliki margin operasional yang lebih rendah karena kebutuhan renovasi tinggi, namun mereka menawarkan diferensiasi yang kuat di pasar premium. Jika InJourney dapat mengoptimalkan tarif rataārata harian (ADR) melalui branding āIndonesian Hospitality DNAā, maka ROI dapat melampaui standar industri.
Brand Meru, yang sudah mendapatkan pengakuan internasional, menjadi katalisator untuk ekspansi global. Dengan memanfaatkan jaringan distribusi digital dan platform OTA, InJourney dapat mengakses segmen wisatawan highāend yang cenderung mencari pengalaman otentik. Namun, tantangan utama adalah menjaga konsistensi layanan di seluruh portofolio yang sangat heterogen ā dari hotel bintang 5 hingga 2.
Secara keseluruhan, konsolidasi ini membuka peluang bagi investor institusional dan swasta untuk menilai kembali valuasi BUMN di sektor pariwisata. Jika InJourney berhasil mengeksekusi rencana āDNAā secara menyeluruh, maka margin EBITDA grup dapat meningkat 5ā7 poin persentase dalam tiga tahun ke depan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya tarik obligasi atau ekuitas BUMN di pasar modal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa banyak hotel yang sudah dikonsolidasikan oleh InJourney?
A: Hingga akhir Agustus 2026, InJourney telah mengkonsolidasikan 49 hotel BUMN. - Q: Apa tujuan utama konsolidasi ini?
A: Menjadikan InJourney operator hotel terbesar kedua di Indonesia serta menciptakan āDNA Indonesian Hospitalityā yang menggabungkan brand, arsitektur, dan layanan premium. - Q: Bagaimana dampak konsolidasi terhadap sektor pariwisata Indonesia?
A: Konsolidasi meningkatkan kapasitas akomodasi di lokasi strategis, memperkuat penawaran premium, dan berpotensi meningkatkan pendapatan devisa serta margin EBITDA grup hotel BUMN.


