BRI Gerakkan 10 Relawan, UMKM Bali Melejit lewat Program RBB Batch IX 2026

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BRI Gerakkan 10 Relawan, UMKM Bali Melejit lewat Program RBB Batch IX 2026
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Sepuluh relawan BRI bergabung dalam Relawan Bakti BUMN untuk mengaktifkan desa Sanur Kaja di Bali.
  • Program empat pilar (ekonomi, pendidikan, lingkungan, kesehatan‑ketahanan pangan) menitikberatkan pada pelatihan digital bagi UMKM lokal, penyediaan infrastruktur sekolah, dan aksi bersih sungai.
  • Hasilnya: peningkatan kapasitas pemasaran digital UMKM, fasilitas pendidikan baru, serta mekanisme pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat jejak sosialnya lewat Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026. Selama 15‑20 Agustus, sepuluh relawan BRI bersama sepuluh relawan BUMN lainnya turun ke Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, dengan agenda yang terstruktur pada empat pilar: ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta kesehatan‑ketahanan pangan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pemberdayaan bukan sekadar bantuan satu‑kali, melainkan upaya menumbuhkan kapasitas mandiri melalui transfer pengetahuan, digitalisasi, dan penyediaan sarana fisik. ā€œKami hadir langsung di lapangan, membimbing, dan menciptakan kolaborasi yang dapat memperluas dampak,ā€ ujarnya dalam pernyataan tertulis Kamis (27/8/2026).

Desa Sanur Kaja dipilih karena potensi ekonomi yang beragam – pariwisata, perdagangan penunjang, UMKM khas Bali, hingga perikanan. Pendekatan BRI menitikberatkan pada penguatan kapasitas bukan sekadar penyediaan infrastruktur. Pada pilar ekonomi, relawan menggelar workshop intensif tentang identitas produk, strategi pemasaran digital, dan pembuatan konten promosi. UMKM yang terlibat meliputi produsen puding, air kelapa, jus buah, bumbu rujak, kacang hijau, Griya Kristal, kacang asin, ceker, jamu, kopi, florist, serta peserta Sentra UMKM Natah Antakara. Semua materi – foto, video, vlog harian – disiapkan untuk memperkuat branding jangka panjang.

Selain pelatihan, BRI menyalurkan 13 unit table menu, 13 payung UMKM, 13 set meja‑kursi, 5 tempat sampah pilah, 8 papan pembatas upacara keagamaan, serta motor roda tiga untuk pengangkutan sampah. Pada pilar pendidikan, relawan mengisi kelas inspirasi di SDN 02 Sanur Kaja (229 siswa), mengadakan lomba untuk kelas 1‑3, serta mengedukasi gizi sehat. Dukungan material berupa empat proyektor dan renovasi lapangan olahraga menambah nilai tambah jangka panjang.

Di bidang lingkungan, aksi ā€œJaga Sungai, Jaga Kehidupanā€ melibatkan pembersihan sungai, pemilahan sampah, dan kampanye anti‑plastik. Motor roda tiga beserta perlengkapan (sarung tangan, sepatu bot, kantong sampah, timbangan) diserahkan ke TPS3R desa, lengkap dengan papan komitmen ā€œSungai Bersihā€.

Pilar kesehatan‑ketahanan pangan diisi oleh program BRI Bertani bersama KWT Kota Pala: penyemaian, panen sayuran, pengolahan produk turunan, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Model urban farming ini menargetkan optimalisasi lahan terbatas, meningkatkan ketahanan pangan, dan membuka alur pendapatan baru bagi rumah tangga.

Program berakhir dengan inaugurasi Relawan Bakti BUMN pada 19 Agustus di Pantai Matahari Terbit, di mana bantuan diserahkan dan relawan mendapat apresiasi. Dhanny menegaskan, ā€œKami tidak hanya menyelesaikan kegiatan, melainkan meninggalkan pengetahuan, fasilitas, dan praktik baik yang dapat dipertahankan masyarakat secara berkelanjutan.ā€

Analisis Pakar

Sebagai ekonom makro dan pengamat bisnis, saya melihat inisiatif BRI ini sebagai contoh konkret strategi corporate social responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan tujuan bisnis. Pertama, fokus pada digitalisasi UMKM selaras dengan agenda nasional ā€œDigitalisasi Ekonomiā€ yang didorong oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan memberi pelatihan pemasaran digital, BRI tidak hanya meningkatkan pendapatan UMKM, tetapi juga memperluas basis nasabah potensial – sebuah win‑win yang dapat meningkatkan portofolio kredit mikro bank.

Kedua, investasi pada infrastruktur pendidikan (proyektor, renovasi lapangan) menciptakan ekosistem yang lebih produktif. Anak‑anak yang terpapar teknologi sejak dini cenderung menjadi konsumen layanan perbankan digital di masa depan, memperkuat pipeline nasabah jangka panjang. Ini sejalan dengan transformasi BRI menuju ā€œbank digitalā€ yang telah menjadi prioritas strategis sejak 2023.

Ketiga, aksi lingkungan dan kesehatan menambah dimensi sustainability yang kini menjadi faktor penilaian ESG (Environmental, Social, Governance) bagi investor institusional. Penyediaan motor roda tiga untuk pengelolaan sampah serta program urban farming meningkatkan skor ESG BRI, yang pada gilirannya dapat menurunkan cost of capital dan menarik aliran dana hijau.

Namun, tantangan utama tetap pada skalabilitas. Program ini berhasil di satu desa, tetapi untuk menghasilkan dampak makro, BRI harus mereplikasi model ini di ribuan desa dengan standar yang terukur. Pengukuran KPI yang jelas – misalnya pertumbuhan omzet UMKM, peningkatan literasi digital, atau penurunan volume sampah plastik – wajib diintegrasikan ke dalam laporan tahunan. Tanpa data kuantitatif, klaim keberlanjutan dapat berakhir sebagai ā€œgreen‑washingā€.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menegaskan bahwa CSR kini tidak lagi sekadar ā€œfilantropiā€, melainkan strategi bisnis yang menghubungkan tujuan sosial dengan profitabilitas. Jika BRI dapat mengoptimalkan model ini, bank tidak hanya memperkuat citra, tetapi juga membuka aliran pendapatan baru melalui layanan keuangan inklusif yang lebih luas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa saja pilar utama program Relawan Bakti BUMN di Sanur Kaja?
    A: Empat pilar: ekonomi (pelatihan UMKM digital), pendidikan (kelas inspirasi & fasilitas), lingkungan (pembersihan sungai & pengelolaan sampah), serta kesehatan‑ketahanan pangan (urban farming & cek kesehatan).
  • Q: Bagaimana program ini dapat menguntungkan BRI secara bisnis?
    A: Dengan meningkatkan literasi digital UMKM, BRI membuka peluang kredit mikro, memperluas basis nasabah digital, dan memperbaiki skor ESG yang menarik investor institusional.
  • Q: Apakah bantuan yang diberikan bersifat sementara atau berkelanjutan?
    A: BRI menekankan transfer pengetahuan, pendampingan, serta penyediaan sarana (mis. motor sampah, proyektor) yang dirancang untuk dipakai jangka panjang oleh komunitas.
Meow! Tanya Nesi!
😸