Bilal Hasan Buka-bukaan! 5 Idola UFC-nya, McGregor Masuk Daftar, Khabib Tak Terlihat!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Petarung keturunan Indonesia, Bilal Hasan, mengungkap lima idola UFC-nya, termasuk Conor McGregor namun tanpa Khabib.
- Daftar idola: Demetrious Johnson, Conor McGregor, Petr Yan, Sean O'Malley, dan Max Holloway.
- Bilal akan debut di UFC Fight Night 286 melawan Nilson Rojas di Shanghai pada 29 Agustus.
Bilal Hasan, lahir di Oahu, Hawaii pada 16 Juli 2001, adalah sosok muda yang sudah menapaki dunia beladiri sejak usia empat tahun lewat Taekwondo. Bakatnya melesat cepat, hingga ia terpilih masuk tim nasional Amerika Serikat pada usia 15‑17 tahun. Di sinilah ia pertama kali menatap layar televisi dan menyaksikan Conor McGregor menggebrak arena UFC. “Saya terpesona dengan cara kerja kakinya, cara dia menguasai mic, dan saya menjadi obsesi menonton setiap pertarungannya,” ungkap Bilang dalam wawancara virtual Rabu (26/8).
Ketika ditanya siapa lima petarung yang paling menginspirasi kariernya, Bilal tidak ragu menyebutkan Demetrious Johnson sebagai nomor satu. “Urutan saya: Demetrious Johnson, Conor McGregor, Petr Yan, Sean O'Malley, dan Max Holloway,” jelasnya. Kejutan terbesar? Tidak ada nama Khabib dalam daftar tersebut, meski Khabib menjadi legenda modern.
Langkah besar berikutnya menanti Bilal di UFC Fight Night 286. Ia akan bertarung melawan Nilson Rojas di SPD Bank Oriental Sport Center, Shanghai, Sabtu (29/8). Pertarungan ini menjadi debut resminya di UFC setelah menandatangani kontrak usai kemenangan gemilang di Dana White Contender Series (DWCS) pada 11 Agustus. Seperti yang dibahas dalam Super League 2026/27, persiapan matang menjadi kunci sukses di panggung besar.
Meski ambisi menang di ronde pertama menggiurkan, Bilal menegaskan strategi “enjoy the ride”. “Idealnya memang menang di ronde pertama, tapi saya tidak ingin terburu‑buru. Saya ingin tetap tenang, menikmati setiap detik, dan jika kesempatan datang, saya siap mengakhiri pertarungan dengan KO di ronde kedua,” ujarnya dengan senyum penuh percaya diri.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang telah menelusuri evolusi MMA sejak era “The Ultimate Fighter”, saya melihat Bilal Hasan sebagai contoh klasik dari generasi baru yang menggabungkan warisan budaya dengan teknik modern. Latar belakangnya di Taekwondo memberi keunggulan dalam kecepatan kaki dan kontrol jarak, dua elemen yang sangat berharga melawan striker berbasis Muay Thai atau boxing seperti Nilson Rojas. Namun, transisi ke MMA menuntut adaptasi pada grappling dan ground‑and‑pound, area di mana Bilal masih harus menambah pengalaman.
Daftar idolanya mengungkap pola taktik yang ingin ia tiru. Demetrious Johnson dikenal dengan kehalusan gerakan dan kemampuan beralih gaya secara mulus; McGregor menonjolkan mentalitas “trash talk” yang memecah konsentrasi lawan; Petr Yan dan Sean O'Malley menawarkan kombinasi kecepatan pukulan dan kreativitas dalam striking; sementara Max Holloway menampilkan stamina luar biasa. Kombinasi ini, bila diintegrasikan dengan disiplin grappling, dapat menjadikan Bilal petarung serba bisa. Contoh serangan cepat yang memukau juga terlihat pada Mbappe dalam hat‑trick spektakuler.
Strategi Bilal untuk “relaks” pada debutnya di UFC adalah langkah bijak. Banyak debutan yang terjebak dalam tekanan untuk “finish” cepat, yang justru membuka celah bagi lawan. Dengan menyiapkan diri untuk menilai ritme pertarungan, ia dapat mengidentifikasi titik lemah Rojas—biasanya pada pertahanan takedown—dan memanfaatkan peluang KO di ronde kedua seperti yang ia prediksi. Namun, ia harus tetap waspada terhadap serangan kombinasi jab‑cross yang menjadi ciri khas Rojas.
Ke depan, jika Bilal dapat menyeimbangkan striking yang tajam dengan pertahanan grappling yang solid, ia berpotensi menembus papan atas divisi featherweight atau bahkan menantang kelas bantamweight. Kunci utama adalah konsistensi dalam latihan ground game dan peningkatan IQ pertarungan melalui analisis video lawan. Dengan mentalitas “Indoninja” yang ia miliki, saya optimis ia akan menjadi bintang baru yang mengangkat nama Indonesia di panggung UFC. Langkah serupa dapat dilihat pada Java United yang berambisi menggebrak liga utama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa saja lima idola UFC yang diunggulkan oleh Bilal Hasan?
A: Demetrious Johnson, Conor McGregor, Petr Yan, Sean O'Malley, dan Max Holloway. - Q: Kapan dan di mana Bilal Hasan akan melakukan debut resmi di UFC?
A: Pada Sabtu, 29 Agustus 2024, di UFC Fight Night 286, SPD Bank Oriental Sport Center, Shanghai, China. - Q: Apa strategi Bilal Hasan untuk pertarungan pertamanya di UFC?
A: Ia memilih untuk tidak terburu‑buru, menikmati setiap momen, dan menargetkan kemenangan KO di ronde kedua.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Gerrard Prediksi Tiga Klub Ini Bersaing Gelar Liga Inggris, Brighton Tak Masuk Akar

MotoGP Qatar 2026 Berpotensi Catat Rekor Absen: Hanya 13 Pembalap Siap Start di Losail

MU vs Roma: Raksasa Merana di Old Trafford, Roma Berkemah di Puncak Serie A
