Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

MU vs Roma: Raksasa Merana di Old Trafford, Roma Berkemah di Puncak Serie A

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

MU vs Roma: Raksasa Merana di Old Trafford, Roma Berkemah di Puncak Serie A
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Manchester United (MU) akan menjamu AS Roma dalam laga Liga Champions yang berlangsung dini hari WIB.
  • Bertanding di Old Trafford , Setan Merah memasuki laga ini dengan rekor buruk, yakni sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi.
  • Skema ini membuat Michael Carrick , pelatih sementara MU, berada di bawah tekanan besar untuk segera bangkit.

Manchester United (MU) akan menjamu AS Roma dalam laga Liga Champions yang berlangsung dini hari WIB. Bertanding di Old Trafford, Setan Merah memasuki laga ini dengan rekor buruk, yakni sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi. Skema ini membuat Michael Carrick, pelatih sementara MU, berada di bawah tekanan besar untuk segera bangkit. Situasi ini berbanding terbalik dengan Gian Piero Gasperini, pelatih Roma, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa solid timnya di Serie A.

Kehancuran MU tergambar jelas dari statistik: tiga kali seri dan enam kekalahan membuat mereka hanya mengumpulkan tujuh poin dari sembilan laga di Liga Champions dan kasta teratas Liga Inggris. Bahkan, tim asuhan Carrick hanya satu tingkat di atas jurang degradasi di Premier League. Data Opta memperkirakan potensi tim ini terjungkal ke papan bawah mencapai 20,77% โ€“ bukan hanya karena hasil buruk di liga domestik, tetapi juga karena kekalahan 0-2 dari Chelsea dan 1-4 saat menghadapi Como di Liga Champions menjadi indikator rapuhnya pertahanan MU. Dalam laga versus Como, MU terlihat mati kutu, terutama karena skema pressing tinggi Carrick justru menjadi bumerang: mereka merebut bola 39 kali, tetapi hanya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran.

Cara Roma Menjaga Ritme Kemenangan di Serie A

Roma datang bukan untuk menyerah, melainkan untuk mengulangi performa mereka di liga domestik. Skuad racikan Gasperini sedang dalam rentetan kemenangan dan hasil seri yang tak tertembus dalam 10 laga terakhir di Serie A, yakni 7 kali menang dan 3 kali seri, yang menempatkan mereka di peringkat ketiga klasemen, berjarak 4 poin dari Lazio di puncak klasemen. Lini serang Roma adalah mesin gol yang paling menakutkan, sudah mencetak 28 gol dan tersebar dari 12 pencetak gol berbeda. Donyell Malen tampil sebagai mesin gol, dengan koleksi 11 gol meskipun Paulo Dybala kini harus beristirahat karena cedera. Gasperini tetap konsisten menerapkan skema tiga bek dengan garis pertahanan yang tinggi, sebuah pendekatan yang hampir menumbangkan Real Madrid di Stadio Olimpico, di mana Roma sempat unggul 3-1 sebelum kebobolan di menit akhir.

Intensitas tinggi yang Gasperini terapkan memang menguras kebugaran, terutama saat menghadapi jadwal padat. Cedera pada pemain seperti Dybala, Manu Kone, hingga Lorenzo Pellegrini membuat Gasperini melakukan rotasi susunan pemain. Namun, ketangguhan Roma tidak goyah. Mereka juga akan menggunakan celah taktikal yang ditinggalkan di sisi pertahanan MU sebagai peluang empuk. Skema pressing agresif Roma yang sudah terbukti di Liga Champions dan Serie A akan membuat lini tengah MU yang lemah menjadi titik rawan untuk serangan Roma.

Ironi untuk Carrick dan Peluang Roma

Masa lalu mungkin memihak MU secara rekor, karena dari 8 pertemuan, mereka menang 5 kali, termasuk di dua kemenangan besar di Old Trafford. Namun, saat ini tidak ada jaminan bahwa masa lalu bisa menjadi tameng. Ironi terbesar adalah Michael Carrick sendiri yang merupakan pencetak dua gol saat MU membantai Roma 7-1 pada 2007. Kini, keputusannya untuk mempertahankan skema pressing tinggi bisa menjadi kesalahan taktis yang mengancam jabatannya, terutama jika Roma memanfaatkan ruang kosong di lini tengah MU untuk merebut keunggulan. Paul Scholes, legenda klub, bahkan mengkritik Carrick dan pemain seperti Bruno Fernandes yang dinilai lebih baik meninggalkan MU ketimbang bertahan dalam ketidakpastian. Bagi Roma, inilah kesempatan emas untuk menggeser rekor dan membuktikan bahwa mereka layak menjadi salah satu pesaing tersisa di Liga Champions musim ini.

Dampak dan Langkah Mundur MU

Jika MU kalah, dampaknya bukan hanya berupa statistik, tetapi juga akan menambah tekanan pada jajaran direksi klub. Rumor beredar bahwa mereka siap menyiapkan pengganti, termasuk nama-nama seperti Eddie Howe dan Julian Nagelsmann. Untuk saat ini, Carrick masih tetap memimpin tim, tetapi ia harus menemukan cara untuk menurunkan ego taktis yang terbukti berbahaya. Roma akan datang dengan lapar untuk menundukkan Setan Merah. Di panggung sebesar Liga Champions, memori manis masa lalu tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap di posisi atas.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ