Transformasi Danareksa: Danantara Potong 50 Anak Usaha, Fokus pada Investasi dan Industri
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Danantara menutup lebih dari 50 anak usaha Danareksa, mengonsolidasikan aset menjadi Danareksa Investment.
- Strategi baru mencakup pembentukan holding kawasan industri dan integrasi perbankan sebagai kanal distribusi aset.
- Reformasi BRI, BNI, dan Bank Mandiri diarahkan pada penurunan cost of fund dan penataan ulang kepemimpinan untuk dorong pertumbuhan mikro‑dan korporat.
Jakarta – Danantara, Badan Pengelola Investasi (BPI) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025, kini mengumumkan capaian ambisius. Dalam rangka mengkonsolidasikan aset manajemen BUMN, menutup lebih dari 50 anak usaha Danareksa dan merombak struktur menjadi entitas tunggal, Danareksa Investment. Langkah ini tidak hanya menyederhanakan birokrasi, tetapi juga menyiapkan platform investasi yang lebih likuid dan siap dipasarkan melalui jaringan perbankan.
Transformasi tidak berhenti pada sektor sekuritas. Danantara juga meluncurkan holding kawasan industri yang mengelola ekosistem industrial estate, memperluas sumber pendapatan dari sekadar sewa tanah menjadi layanan nilai tambah seperti logistik, energi terbarukan, dan teknologi manufaktur. Pendekatan ini menegaskan visi BPI untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi berbasis aset riil.
Di sektor perbankan, Danantara melakukan restrukturisasi Bank Himbara dengan menyatukan nama dan struktur organisasi, serta melakukan analisis bisnis mendalam untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan aset. Reformasi BRI difokuskan pada penurunan cost of fund dan penempatan kembali talenta manajerial yang mampu menyeimbangkan portofolio mikro‑finance dengan segmen komersial dan korporat yang selama ini stagnan.
Selain itu, Danantara memuji keberhasilan transformasi BNI dan Bank Mandiri, yang kini dipimpin oleh generasi banker “masa depan” dengan kompetensi digital dan tata kelola risiko yang lebih ketat. Kedua bank tersebut berhasil meningkatkan profitabilitas dan rasio NPL, menandakan bahwa strategi konsolidasi aset dan perbaikan tata kelola sudah mulai membuahkan hasil.
Dialog lengkap antara Andi Shalini dan COO BPI Danantara, Dony Oskaria, dapat disimak dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Analisis Pakar
Sebagai ekonom makro, saya melihat langkah Danantara sebagai upaya strategis untuk mengatasi fragmentasi aset BUMN yang selama ini menghambat efisiensi modal. Penutupan 50 anak usaha Danareksa bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan proses “de‑complexification” yang memungkinkan alokasi modal yang lebih terfokus pada produk investasi yang memiliki skala ekonomi. Dengan mengintegrasikan distribusi melalui jaringan perbankan, Danareksa Investment dapat memanfaatkan basis nasabah BUMN yang luas, mempercepat penetrasi pasar modal domestik, dan meningkatkan likuiditas instrumen keuangan.
Pembentukan holding kawasan industri menandakan pergeseran paradigma BUMN dari peran “pemilik aset pasif” menjadi “pengelola ekosistem produktif”. Jika dikelola dengan standar ESG yang ketat, kawasan industri ini dapat menarik investasi asing langsung (FDI) dan memperkuat rantai nilai manufaktur dalam negeri, yang sangat dibutuhkan dalam konteks persaingan global pasca‑pandemi.
Reformasi BRI, BNI, dan Mandiri menyoroti tantangan struktural BUMN di sektor perbankan: ketergantungan pada subsidi dana (cost of fund) dan kurangnya inovasi produk. Penurunan cost of fund melalui diversifikasi sumber dana dan penempatan kembali talenta manajerial yang menguasai fintech akan menjadi kunci untuk meningkatkan margin bunga bersih (NIM). Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan regulator untuk menyeimbangkan kebijakan moneter dengan kebutuhan likuiditas BUMN.
Secara keseluruhan, konsolidasi aset, integrasi kanal distribusi, dan fokus pada ekosistem industri menandai fase baru BUMN: dari entitas silo menjadi platform sinergi yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan PDB Indonesia secara berkelanjutan. Investor harus memperhatikan sinyal ini sebagai peluang alokasi dana ke saham BUMN yang sedang dalam proses transformasi, terutama pada sektor keuangan dan infrastruktur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Danantara menutup lebih dari 50 anak usaha Danareksa?
A: Untuk menyederhanakan struktur, mengurangi biaya operasional, dan menciptakan entitas investasi yang lebih terintegrasi serta likuid. - Q: Apa dampak pembentukan holding kawasan industri bagi BUMN?
A: Holding ini membuka sumber pendapatan baru dari layanan nilai tambah, meningkatkan daya tarik investasi, dan memperkuat rantai nilai manufaktur nasional. - Q: Bagaimana reformasi BRI memengaruhi nasabah mikro?
A: Dengan menurunkan cost of fund dan menempatkan manajemen yang kompeten, BRI diharapkan dapat menawarkan produk kredit mikro yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Catat 23 UKM Siap IPO di 2027 Setelah Ikuti Program Pendampingan

Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian Bahas Percepatan Implementasi Kredit Perempuan Prasejahtera dan Penurunan Bunga Pinjaman

BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Pasar Diprediksi Stabil Tanpa Gejolak
