Pesawat Cassa TNI AL Tergelincir di Runway Hasanuddin: Awak Selamat, Tapi Apa Penyebabnya?
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Pesawat Cassa milik TNI AL tergelincir saat mendarat di Runway 03‑21 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 25 Agustus 2026.
- Semua awak selamat, tidak ada korban jiwa atau luka; evakuasi selesai dalam hitungan menit.
- Bandara kembali beroperasi normal, namun Kodaeral IV Makassar belum memberikan keterangan resmi.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah pesawat Cassa milik TNI AL tergelincir pada saat pendaratan di landasan pacu 03‑21 pada Selasa (25/8). Menurut Taufan Yudhistira, Kepala Departemen Komunikasi & CSR PT Angkasa Pura I, insiden ini pertama kali dilaporkan oleh Air Traffic Control (ATC) yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh tim darurat bandara.
"Kami menerima laporan dari ATC, segera mengirimkan tim ke lokasi, dan melakukan penanganan secepatnya," ujar Taufan dalam konferensi pers singkat. Ia menambahkan bahwa kejadian ini terjadi di runway 03‑21, berbeda dengan insiden serupa yang terjadi sehari sebelumnya di runway 13‑31, ketika sebuah pesawat Sukhoi SU‑30 MK2 mengalami masalah serupa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka. Seluruh awak pesawat Cassa berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada otoritas militer yang berwenang. "Semua penumpang dan awak dalam kondisi selamat, tidak ada yang terluka," tegas Taufan.
Operasional bandara tidak terganggu. "Semua runway dapat beroperasi, penerbangan kembali normal," tambahnya, menegaskan bahwa tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan komersial akibat insiden ini.
Sampai saat penulisan artikel ini, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IV Makassar belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab atau langkah selanjutnya.
Analisis Pakar
Insiden berulang dalam dua hari berturut‑turut di dua runway yang berbeda menimbulkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan di Bandara Sultan Hasanuddin. Sebagai seorang jurnalis investigasi, saya melihat pola yang tidak dapat diabaikan: pertama, kurangnya transparansi dari pihak militer dalam memberikan data teknis; kedua, potensi kegagalan prosedur pemeliharaan runway yang mungkin telah diabaikan karena tekanan operasional.
Bandara ini memang memiliki dua landasan pacu – 03‑21 (Utara‑Selatan) dan 13‑31 (Timur‑Barat) – yang seharusnya memungkinkan rotasi penerbangan yang fleksibel. Namun, dua kecelakaan dalam rentang 24 jam menunjukkan adanya faktor risiko yang lebih dalam, seperti kondisi permukaan runway yang tidak memadai, drainase yang buruk, atau bahkan faktor cuaca mikro yang tidak terdeteksi oleh sistem ATC. Tanpa audit independen, klaim bahwa operasi kembali “normal” hanyalah pernyataan prosedural, bukan jaminan keselamatan.
Selanjutnya, peran TNI AL dalam mengoperasikan pesawat militer di bandara sipil menuntut koordinasi yang lebih ketat dengan otoritas penerbangan sipil. Keterlambatan Kodaeral IV Makassar dalam memberikan keterangan menimbulkan keraguan akan adanya upaya menutup‑tutupi temuan awal. Publik berhak mengetahui apakah penyebabnya adalah kesalahan pilot, kegagalan teknis, atau faktor eksternal seperti kontaminasi runway.
Rekomendasi saya jelas: pembentukan tim investigasi gabungan antara Badan Nasional Penyelidikan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura I, dan perwakilan militer yang independen. Hasilnya harus dipublikasikan secara terbuka, termasuk rekomendasi perbaikan infrastruktur runway dan prosedur pendaratan untuk pesawat militer. Tanpa langkah ini, insiden serupa dapat terulang, menempatkan nyawa awak militer dan sipil dalam bahaya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab pesawat Cassa tergelincir di runway Hasanuddin?
A: Penyebab masih dalam penyelidikan; kemungkinan faktor cuaca, kondisi permukaan runway, atau kesalahan prosedur pendaratan. - Q: Apakah ada korban jiwa atau luka?
A: Tidak ada; semua awak selamat dan telah dievakuasi dengan aman. - Q: Apakah penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin terganggu?
A: Tidak, semua runway beroperasi dan jadwal penerbangan kembali normal.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wali Kota Jakut Dorong Pembiasaan Kerja Bakti untuk Cegah Banjir

Kepulauan Seribu Mendorong Wisata Bebas Sampah lewat Ekosistem Bahari dan Ekonomi Sirkular

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil
