Mengapa Ojek Online Menolak Motor Listrik? Ini Penyebab Teknis & Finansial yang Mengguncang Industri!
Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Ringkasan Singkat
- Pengemudi ojek online enggan beralih ke motor listrik karena masalah torque lemah di tanjakan dan kapasitas baterai yang belum optimal.
- Pembiayaan menjadi batu sandungan besar; verifikasi BI Checking dan SLIK OJK menahan akses kredit, sementara suku bunga motor mencapai 30â40%.
- Danantara menyiapkan skema cicilan harian dan kolaborasi dengan Himbara untuk menurunkan biaya, menjanjikan penghematan hingga Rp500 ribu per bulan bagi pengemudi.
Jakarta â Pada diskusi "Navigating The Challenges of The Motor Vehicle Industry" yang digelar di Jakarta Pusat, Ardy Muawin, Managing Director Industrialization Danantara Indonesia, mengungkap mengapa sebagian besar pengemudi ojek online masih menolak motor listrik. Menurutnya, hambatan utama terbagi menjadi dua: teknis dan finansial.
Masalah teknis yang dulu menjadi keluhan klasikâmotor listrik yang kurang bertenaga saat menanjak dan daya baterai yang cepat habisâsudah mulai diatasi oleh produsen. Namun, persepsi lama masih melekat kuat di kalangan pengemudi yang mengandalkan torque tinggi untuk menaklukkan jalanâjalan kota yang penuh tanjakan. "Jika motor tidak dapat menyalip kendaraan konvensional di tanjakan, pengemudi akan kehilangan pendapatan," tegas Ardy.
Di sisi pembiayaan, Grab melaporkan bahwa banyak mitra pengemudi terhambat oleh proses verifikasi BI Checking atau SLIK OJK. Padahal, driver bintang lima yang bekerja tiap hari memiliki profil risiko kredit yang sangat rendah. Danantara berencana menurunkan credit risk dengan skema cicilan harian dan sistem penonaktifan kendaraan otomatis bila pembayaran menunggak, sehingga cost of money dapat ditekan.
Masalah suku bunga yang melambung tinggi juga menambah beban. Kredit motor listrik sering kali dikenai bunga 30â40%, jauh di atas kredit mobil yang rataârata 12%. Dealer pun cenderung memprioritaskan skema kredit tinggi demi bonus penjualan, memperparah kesenjangan.
Untuk mengatasi hal ini, Danantara menggandeng Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) guna merancang ulang skema pembiayaan yang lebih ramah pengemudi. Dengan biaya operasional motor listrik yang lebih rendahâriset internal menunjukkan penghematan harian Rp10â20 ribuâpengemudi dapat menghemat hingga Rp500 ribu per bulan jika bekerja 25 hari.
"That's a lot of money for our friends on the road," ujar Ardy, menegaskan potensi ekonomi yang belum tergali sepenuhnya.
Analisis Pakar
Sebagai seorang reviewer otomotif yang telah menelusuri ribuan kilometer di jalanan Indonesia, saya melihat dua hal krusial yang belum cukup mendapat sorotan. Pertama, rasio beratâtoâpower motor listrik yang diproduksi secara massal masih belum seimbang dengan kebutuhan operasional ojol. Kendaraan listrik harus mampu menghasilkan setidaknya 30âŻNm tambahan pada 2.000âŻrpm untuk menaklukkan tanjakan 8â10% tanpa mengorbankan jangkauan. Produsen yang belum mengoptimalkan motor controller dan gear ratio akan terus kehilangan kepercayaan pasar.
Kedua, model pembiayaan yang diusulkanâcicilan harian dengan autoâdeactivateâmemang inovatif, namun implementasinya memerlukan infrastruktur IT yang solid. Sistem harus terintegrasi dengan data telemetry kendaraan secara realâtime, sehingga penonaktifan tidak mengganggu operasional driver yang sedang melayani penumpang. Tanpa ekosistem data yang terbuka, risiko gagal bayar tetap tinggi, meski profil kredit driver tampak bersih.
Selanjutnya, kebijakan fiskal pemerintah tentang insentif pajak dan subsidy untuk motor listrik masih terfragmentasi. Jika tidak ada kebijakan tarif listrik yang kompetitif untuk pengisian di stasiun publik, penghematan bahan bakar tidak akan cukup menutup selisih biaya akuisisi yang masih tinggi. Pemerintah perlu menggabungkan insentif pembelian dengan tarif listrik khusus untuk armada ojol.
Akhirnya, kolaborasi antara Gojek dan Grab dalam proyek Molinas harus melampaui sekadar penyediaan kendaraan. Mereka harus menjadi platform fintech yang memfasilitasi kredit mikro, menghubungkan driver dengan bank milik negara, serta menyediakan layanan afterâsales seperti pemeliharaan baterai. Tanpa ekosistem yang holistik, motor listrik akan tetap menjadi âmainanâ bagi segmen premium, bukan solusi massal bagi ojol.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa motor listrik masih kurang bertenaga di tanjakan?
A: Karena rasio beratâtoâpower dan kontroler motor belum dioptimalkan untuk menghasilkan torsi tinggi pada rpm rendah, yang esensial untuk menaklukkan tanjakan curam. - Q: Bagaimana cara driver ojol mendapatkan kredit motor listrik?
A: Melalui skema cicilan harian yang ditawarkan oleh Danantara bekerjasama dengan Himbara, dengan verifikasi kredit yang dipermudah menggunakan data telemetri kendaraan. - Q: Berapa besar penghematan biaya operasional bila beralih ke motor listrik?
A: Riset Danantara menunjukkan penghematan harian Rp10â20 ribu, atau sekitar Rp500 ribu per bulan bagi driver yang bekerja 25 hari.


