Gerindra Bantah Kuat: Dedi Mulyadi Tak Pindah ke PSI, Isu Hanya Isapan Jempol
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Dedi Mulyadi dipastikan masih setia pada Gerindra dan menolak keras rumor pindah ke Partai Solidaritas Indonesia.
- Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menegaskan tidak ada bukti atau sinyal bahwa Dedi Mulyadi akan meninggalkan partainya.
- PSI juga membantah adanya komunikasi atau rencana perekrutan Dedi untuk Pilpres 2029, sambil menegaskan dukungan pada Prabowo SubiantoâGibran.
JAKARTA, 24 Agustus 2026 â Isu Dedi Mulyadi (Demul) beralih ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mengemuka setelah kunjungan sang gubernur ke Nusa Tenggara Timur pascaâgempa. Namun, suara resmi dari Gerindra Jawa Barat menegaskan bahwa rumor tersebut tidak berdasar.
Wakil Ketua Gerindra Jabar, Buky Wibawa Karya Guna, mengaku tidak mengetahui âdata dan variabel apaâ yang memicu spekulasi tersebut. âSaya belum melihat tandaâtanda apapun yang mengindikasikan Dedi Mulyadi akan hijrah ke PSI. Sebaliknya, beliau secara terbuka mendukung Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia,â ujarnya dalam wawancara telepon pada Senin (24/8).
Buky menambahkan, Dedi masih menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat, sebuah posisi yang menuntut âkualitas moral dan etika yang kuatâ. Ia menilai kunjungan Dedi ke daerahâdaerah, termasuk NTT, bukan upaya mencari simpati politik melainkan aksi kemanusiaan yang konsisten dengan gaya kepemimpinan âturun langsungâ.
âDia bukan tipe pemimpin di belakang meja. Aktivitas lapangan itu memang bagian dari karakter beliauâmudah tersentuh, cepat bertindak,â kata Buky. Ia menegaskan bantuan yang diberikan Dedi tidak berbeda dengan bantuan yang diberikan gubernur lain, termasuk dari DKI Jakarta dan Jawa Timur, yang semuanya âmurni atas dasar kemanusiaanâ.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, membantah keras adanya komunikasi antara PSI dan Dedi. âTidak ada satu pun percakapan resmi atau informal. Sumber isu ini tampaknya hanya lemparan bola liar,â ujarnya. Bestari menegaskan PSI saat ini fokus pada proses verifikasi faktual KPU menjelang Pilpres 2029, dan tetap mendukung koalisi Prabowo Subianto-Gibran, sesuai arahan Ketua Dewan Pembina PSI, Joko Widodo.
Analisis Pakar
Isu perpindahan kader politik di tengah persiapan pemilu bukan hal baru, namun pola penyebaran rumor ini mengindikasikan adanya permainan naratif yang lebih dalam. Pertama, media sosial dan jaringan informal kerap memanfaatkan âkebisinganâ seputar tokoh publik untuk mengalihkan perhatian publik dari isuâisu struktural, seperti kinerja pemerintahan atau kebijakan ekonomi. Kedua, gerakan âpindah partaiâ biasanya diiringi dengan janji jabatan atau dukungan finansial; namun dalam kasus Dedi Mulyadi, tidak ada bukti konkret yang mendukung spekulasi tersebut.
Selanjutnya, respons cepat Gerindra dan PSI menunjukkan bahwa kedua partai sadar akan bahaya âviralitasâ rumor. Gerindra, dengan menegaskan posisi Dedi sebagai kader senior, berupaya menjaga stabilitas internal menjelang Pilpres 2029. Di sisi lain, PSI menolak tuduhan ârekrutmenâ untuk menegaskan independensinya dan menghindari persepsi bahwa partai tersebut menjadi âpemain sandiwaraâ dalam politik elit.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah kurangnya transparansi dalam proses verifikasi fakta KPU yang disebutkan PSI. Jika partaiâpartai politik mengandalkan verifikasi KPU sebagai satuâsatunya filter kebenaran, maka ruang bagi âhoaks politikâ tetap terbuka lebar. Media investigatif harus menelusuri sumber rumor iniâapakah berasal dari kelompok kepentingan tertentu, atau sekadar âclickbaitâ yang mengincar trafik.
Terakhir, dinamika ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang konsisten. Dedi Mulyadi, dengan rekam jejak aksi lapangan, memang memiliki basis dukungan yang kuat di Jawa Barat. Jika ia tetap setia pada Gerindra, maka partai tersebut dapat memanfaatkan popularitasnya untuk memperkuat jaringan akar rumput menjelang pemilu. Sebaliknya, jika rumor ini terbukti palsu, maka dampaknya akan memperkuat citra Gerindra sebagai partai yang mampu menahan goncangan politik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah Dedi Mulyadi benarâbenar akan pindah ke PSI?
A: Tidak. Baik Gerindra maupun PSI secara resmi membantah adanya rencana perpindahan tersebut. - Q: Mengapa rumor ini muncul setelah kunjungan Dedi ke NTT?
A: Kunjungan tersebut dipolitisasi oleh pihak yang ingin menimbulkan spekulasi, padahal aksi tersebut bersifat kemanusiaan. - Q: Apa posisi PSI terkait Pilpres 2029?
A: PSI tetap mendukung koalisi Prabowo Subianto-Gibran, sesuai arahan Ketua Dewan Pembina Joko Widodo.


