Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M 4.6 Guncang Manado, BMKG Pantau Potensi Dampak Lanjutan

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4.6 Guncang Manado, BMKG Pantau Potensi Dampak Lanjutan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pusat Gempa Bumi dan Tsunami (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 4.6 pada pukul 09:48:20 WIB, berpusat 218 km arah NNW dari kota Manado, Sulawesi Utara.
  • Kedalaman gempa diperkirakan 10 km, menandakan sumber seismik berada di lapisan kerak bumi yang relatif dangkal.
  • Menurut data US Geological Survey (USGS), gempa ini tidak menimbulkan laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa.

Pusat Gempa Bumi dan Tsunami (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 4.6 pada pukul 09:48:20 WIB, berpusat 218 km arah NNW dari kota Manado, Sulawesi Utara. Kedalaman gempa diperkirakan 10 km, menandakan sumber seismik berada di lapisan kerak bumi yang relatif dangkal.

Menurut data US Geological Survey (USGS), gempa ini tidak menimbulkan laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa. Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Manado dan sekitarnya untuk tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah Sulawesi Utara terletak di zona interseksi tiga lempeng tektonik utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, serta Lempeng Molucca Sea. Interaksi kompleks antara lempeng-lempeng ini menghasilkan jaringan patahan aktif, termasuk Sesar Manado, Sesar Minahasa, dan Sesar Sulawesi Utara, yang menjadi sumber utama aktivitas seismik di daerah tersebut.

Gempa dengan magnitude di bawah 5.0 biasanya menghasilkan getaran yang terasa oleh penduduk setempat, namun jarak episenter yang cukup jauh dari pusat pemukiman mengurangi potensi kerusakan struktural. BMKG menegaskan bahwa potensi tsunami dari gempa ini sangat rendah karena kedalaman yang dangkal dan orientasi patahan yang tidak mengarah ke laut terbuka.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah NNW Manado berada di zona transisional antara Sesar Manado‑Minahasa yang bergerak secara strike‑slip dan Sesar Sulawesi Utara yang menunjukkan karakter reverse fault. Sejarah seismik mencatat beberapa gempa signifikan, antara lain gempa magnitude 6.5 pada tahun 2009 yang menimbulkan kerusakan di Bitung, serta gempa magnitude 7.0 pada tahun 2018 yang memicu tsunami kecil di perairan sekitar Pulau Sulawesi. Kedalaman rata‑rata gempa di zona ini berkisar 5‑15 km, menandakan akumulasi tegangan yang dapat terlepas secara tiba‑tiba.

Analisis geofisika menunjukkan bahwa meskipun gempa magnitude 4.6 tidak cukup kuat untuk memicu tsunami, pola pergerakan sesar dapat meningkatkan tekanan pada segmen patahan yang lebih besar. Oleh karena itu, BMKG dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas seismik dengan jaringan seismometer yang terintegrasi, serta melakukan evaluasi probabilitas gempa susulan (aftershock) dalam rentang magnitude 4.0‑5.0 selama 48‑72 jam ke depan.

Secara ilmiah, potensi gempa susulan di wilayah ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan slip sesar, sifat batuan di zona subduksi, serta tekanan hidrotermal. Jika terjadi slip tambahan pada segmen Sesar Manado, kemungkinan terjadinya gempa dengan magnitude lebih tinggi tidak dapat dikesampingkan. Masyarakat disarankan untuk memperkuat struktur bangunan, menyiapkan perlengkapan darurat, dan mengikuti peringatan resmi dari BMKG.

Meow! Tanya Nesi!
😸