Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4.8 Guncang Gorontalo, Dampak Gelombang Seismik Tercatat di Wilayah Pesisir

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa Magnitudo 4.8 Guncang Gorontalo, Dampak Gelombang Seismik Tercatat di Wilayah Pesisir
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau BMKG (Bapak Kepala BMKG) mengonfirmasi terjadinya guncangan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4.8 pada Senin (3/11/2026) pukul 18.37 WIB.
  • Hasil analisa parameter seismik menunjukkan bahwa gempa ini bertipe reverse faulting (patahan naik) yang mengindikasikan adanya penunjaman lempeng atau interaksi antar struktur geologi dangkal.
  • Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur berat atau korban jiwa yang dikirimkan ke Posko Pusat Penanggulangan Bencana.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau BMKG (Bapak Kepala BMKG) mengonfirmasi terjadinya guncangan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4.8 pada Senin (3/11/2026) pukul 18.37 WIB. Episentrum gempa tersebut tercatat berada pada koordinat 85 kilometer selatan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dengan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal sehingga energinya cukup untuk dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa dan wilayah pesisir selatan Sulawesi Tengah.

Hasil analisa parameter seismik menunjukkan bahwa gempa ini bertipe reverse faulting (patahan naik) yang mengindikasikan adanya penunjaman lempeng atau interaksi antar struktur geologi dangkal. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur berat atau korban jiwa yang dikirimkan ke Posko Pusat Penanggulangan Bencana. Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu atau hoaks, serta memeriksa keutuhan struktur bangunan tempat tinggal guna mengantisipasi potensi retakan akibat getaran seismik tersebut.

Analisis Pakar Geofisika

Dari perspektif geologi regional, wilayah 85 kilometer selatan Gorontalo berada di zona transisi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Sunda yang dipengaruhi oleh Sesar Palu-Koro yang membentang dari utara ke selatan Sulawesi. Aktivitas seismik di zona ini umumnya dipicu oleh akumulasi tegangan tektonik pada kedalaman dangkal (shallow earthquake) yang sering kali menimbulkan dampak lokal yang signifikan meski magnitudo belum termasuk kategori merusak. Mengenai potensi tsunami, dengan magnitudo 4.8 dan lokasi episentrum yang jauh dari pesisir utama dengan kedalaman yang memadai, tidak terdeteksi anomali defleksi muka laut yang cukup besar untuk memicu gelombang tsunami. Namun, publik perlu mewaspadai kemungkinan gempa susulan (aftershock) dalam 24 jam ke depan sebagai mekanisme relaksasi stres di zona patahan, yang biasanya memiliki magnitudo lebih kecil dan tidak berpotensi menimbulkan bahaya tambahan yang signifikan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ