Eks Menteri Jokowi Datang ke IKN, Ungkap Peluang Investasi Besar yang Belum Dimanfaatkan
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Eks Menteri Perencanaan SuharsoMonoarfa mengunjungi KawasanIntiPusatPemerintahan (KIPP) IKN dan menilai progres infrastruktur sudah signifikan.
- Basuki Hadimuljono melaporkan pembangunan 32 embung yang berfungsi sebagai bagian dari konsep spongecity, dengan rencana penambahan 24 embung lagi pada 2026.
- Menteri menekankan urgensi investor domestik untuk masuk, menyebut IKN berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia â Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), BasukiHadimuljono, menyambut kedatangan SuharsoMonoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2019â2024, di KawasanIntiPusatPemerintahan (KIPP) pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam sambutan singkat, Basuki menyoroti pencapaian infrastruktur air, khususnya embung yang menjadi tulang punggung konsep forest city, sponge city, dan smart city IKN. "Kondisi embung kami ada 32 yang sudah jadi, berfungsi menampung air untuk penyiraman tanaman. Tahun 2026 kami mulai 24 embung lagi, total menjadi 54, termasuk satu yang difungsikan sebagai elemen estetika kota," ujarnya.
Suharso menegaskan kunjungannya bertujuan menilai konsistensi pelaksanaan visi IKN. "Ini adalah legasi bangsa; keberlanjutan pembangunan harus tetap memegang prinsip smart city dan sponge city," katanya. Ia menambahkan bahwa ia telah melihat beberapa nama investor domestik yang mulai menancapkan niat di IKN, namun menilai masih banyak yang belum berani.
"Jika investor asing sudah berani, mengapa investor dalam negeri tidak? IKN memiliki daya dorong ekonomi yang sangat besar dan berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Indonesia," ujar Suharso. Ia menutup dengan keyakinan bahwa skala pembangunan IKN akan menciptakan economic crowd baru yang menjadi mesin pertumbuhan (engine of growth) nasional.
Analisis Pakar
Sebagai ekonom makro, saya melihat kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Embung yang kini mencapai 32 unit dan rencana penambahan 24 unit lagi menandakan komitmen serius pemerintah dalam mengimplementasikan sponge cityâstrategi mitigasi banjir yang krusial mengingat Indonesia rentan terhadap perubahan iklim. Dari perspektif fiskal, investasi infrastruktur hijau ini dapat menurunkan beban biaya penanggulangan bencana di masa depan, sekaligus membuka peluang bagi sektor konstruksi, teknologi pengelolaan air, dan agribisnis.
Namun, tantangan terbesar tetap pada ketersediaan modal. Meskipun pemerintah telah menyiapkan dana APBN, skala proyek IKN menuntut partisipasi swasta yang signifikan. Ajakan Suharso kepada investor domestik harus diikuti dengan kebijakan insentif yang jelasâmisalnya, tax holiday, jaminan pembiayaan, dan kemudahan perizinan. Tanpa rangkaian kebijakan yang terkoordinasi, potensi investasi dapat terhambat oleh persepsi risiko yang masih tinggi.
Selanjutnya, konsep smart city di IKN belum teruji secara operasional. Integrasi IoT, data analytics, dan layanan publik digital memerlukan ekosistem startup yang kuat serta sumber daya manusia terlatih. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan pusat inovasi dan inkubator teknologi di sekitar KIPP untuk memastikan bahwa infrastruktur digital tidak hanya menjadi slogan.
Terakhir, keberlanjutan sosial-ekonomi harus menjadi prioritas. Pembangunan IKN akan memindahkan ribuan tenaga kerja dan mengubah pola migrasi internal. Kebijakan penempatan kerja, pelatihan vokasi, dan program pemberdayaan UMKM lokal akan menjadi penentu apakah IKN dapat menjadi motor pertumbuhan inklusif atau sekadar proyek megastruktur yang mengabaikan kesejahteraan rakyat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total embung yang akan selesai pada akhir 2026?
A: Total akan mencapai 54 unit, dengan 24 unit baru dibangun pada tahun 2026. - Q: Apa saja insentif yang ditawarkan pemerintah untuk investor domestik di IKN?
A: Pemerintah mempertimbangkan tax holiday, jaminan pembiayaan, dan kemudahan perizinan, namun detailnya masih dalam penyusunan regulasi. - Q: Kapan IKN diproyeksikan mulai beroperasi penuh sebagai smart city?
A: Target operasional penuh diperkirakan pada akhir 2028, tergantung penyelesaian infrastruktur dasar dan integrasi sistem digital.


