Dua Kecelakaan Beruntun di Bandara Hasanuddin: Jet Sukhoi TNI AU dan Pesawat Cassa Tergelincir, Apa Penyebabnya?

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dua Kecelakaan Beruntun di Bandara Hasanuddin: Jet Sukhoi TNI AU dan Pesawat Cassa Tergelincir, Apa Penyebabnya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

Maros, Sulawesi Selatan – Dalam rentang waktu kurang dari satu hari, Bandara Sultan Hasanuddin menjadi saksi dua kecelakaan yang menimbulkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan operasionalnya. Pada Senin (24/8) sekitar pukul 11.00 WITA, sebuah jet tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara meleset dari landasan runway 13 dan terhenti di area rerumputan dekat gundukan tanah. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat tersebut mengeluarkan percikan api sebelum tim pemadam kebakaran tiba.

Petugas bandara, yang dipimpin oleh Kepala Departemen Komunikasi dan CSR Taufan Yudhistira, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu jadwal penerbangan karena runway 03‑21 tetap beroperasi. “Operasional bandara tetap berjalan normal, kami hanya menggunakan runway sisi utara‑selatan,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip Detik.com.

Kurang dari 24 jam kemudian, pada Selasa (25/8) pukul 11.25 WITA, sebuah pesawat Cassa tergelincir di runway yang sama, 03‑21. Video viral menunjukkan pesawat kehilangan traksi dan meluncur ke tepi landasan. Hingga kini, penyebab teknis maupun kondisi cuaca belum diungkap, begitu pula kondisi awak pesawat.

Taufan kembali mengonfirmasi keabsahan video dan menegaskan bahwa proses evakuasi serta penanganan kerusakan masih berlangsung. “Informasi mengenai pesawat Cassa tergelincir memang benar dan saat ini sedang dalam penanganan,” katanya.

Meski pihak bandara menyatakan tidak ada gangguan pada jadwal penerbangan, dua insiden berurutan dalam satu hari menimbulkan kekhawatiran di kalangan pilot, penumpang, dan regulator penerbangan. Pertanyaan mendesak kini beralih pada audit keselamatan, prosedur pendaratan, serta kualitas perawatan landasan di Bandara Sultan Hasanuddin.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi yang telah menelusuri beragam kecelakaan penerbangan di Indonesia, saya melihat pola yang mengkhawatirkan. Pertama, kedua insiden melibatkan runway yang berbeda namun keduanya terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Hal ini mengindikasikan kemungkinan masalah struktural pada permukaan landasan, seperti degradasi lapisan aspal atau kurangnya pemeliharaan drainase yang dapat menurunkan koefisien gesek pada kondisi basah.

Kedua, respons cepat pihak bandara dalam mengalihkan operasi ke runway alternatif memang prosedur standar, namun tidak menjawab pertanyaan mendasar: mengapa dua pesawat, satu militer dan satu sipil, mengalami kegagalan pada landasan yang sama dalam hitungan jam? Apakah ada faktor eksternal seperti cuaca mikro‑klimat lokal, ataukah ada kegagalan koordinasi antara otoritas militer dan sipil dalam mengelola penggunaan runway?

Ketiga, transparansi data masih minim. Hingga kini, belum ada laporan resmi dari TNI Angkatan Udara mengenai hasil inspeksi teknis pasca‑insiden Sukhoi, begitu pula otoritas penerbangan sipil belum merilis temuan awal penyebab tergelincirnya pesawat Cassa. Tanpa data yang jelas, publik hanya dapat menebak‑tebakan, yang pada gilirannya menurunkan kepercayaan terhadap institusi keselamatan penerbangan.

Rekomendasi saya, selain audit menyeluruh terhadap kondisi fisik runway, perlu dibentuk tim gabungan yang melibatkan civil aviation authority, militer, serta ahli geoteknik untuk menilai faktor tanah dan drainase. Selain itu, publikasi hasil investigasi secara terbuka harus menjadi standar, agar tidak terulang lagi insiden serupa yang dapat berujung pada tragedi fatal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab pesawat Sukhoi dan Cassa tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin?
    A: Penyebab pasti belum diungkap; penyelidikan masih berlangsung, namun dugaan awal meliputi kondisi runway, cuaca, dan potensi kegagalan teknis.
  • Q: Apakah insiden ini mempengaruhi jadwal penerbangan di bandara?
    A: Operasional tetap berjalan dengan menggunakan runway alternatif (03‑21), sehingga jadwal penerbangan tidak mengalami penundaan signifikan.
  • Q: Siapa yang bertanggung jawab atas penanganan dan investigasi kecelakaan ini?
    A: Penanganan awal dilakukan oleh tim bandara, sementara investigasi teknis melibatkan TNI Angkatan Udara untuk pesawat militer dan otoritas penerbangan sipil untuk pesawat Cassa.
Meow! Tanya Nesi!
😸