Alarm Bahaya Alutsista: Setelah Sukhoi, Kini Pesawat Cassa TNI Tergelincir di Bandara Hasanuddin!
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Sebuah pesawat Cassa yang diduga milik TNI tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Selasa (25/8) siang.
- Ini merupakan insiden kecelakaan penerbangan militer kedua dalam dua hari berturut-turut di bandara yang sama, setelah jet tempur Sukhoi tergelincir sehari sebelumnya.
- Otoritas bandara langsung melakukan evakuasi darurat guna mencegah kelumpuhan total pada aktivitas penerbangan sipil komersial.
Kondisi keselamatan penerbangan militer Indonesia kini berada di bawah sorotan tajam publik. Hanya berselang kurang dari 24 jam setelah insiden tergelincirnya jet tempur Sukhoi, kecelakaan serupa kembali terjadi di tempat yang sama. Sebuah pesawat Cassa yang diduga kuat milik militer tergelincir saat mendarat di landasan pacu (runway) 03-21 Bandara Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (25/8) sekitar pukul 11.25 WITA.
Kabar mengenai insiden ini dibenarkan oleh PGS Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira. Dirinya menyatakan bahwa pihak bandara segera mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi terhadap badan pesawat yang menghalangi jalur pacu utara-selatan tersebut.
"Informasi mengenai pesawat Cassa tergelincir memang benar dan saat ini sedang dalam penanganan," ujar Taufan dalam rilis resminya. Ia juga menambahkan bahwa konfirmasi awal kejadian ini salah satunya diperoleh setelah video amatir mengenai insiden tersebut viral di berbagai platform media sosial.
Rentetan peristiwa ini tentu memicu kekhawatiran mendalam. Pasalnya, sehari sebelum insiden Cassa ini, jet tempur Sukhoi milik TNI AU juga mengalami kecelakaan serupa di runway 13 (sisi barat) bandara yang sama. Dua kecelakaan beruntun dalam waktu 48 jam jelas bukan lagi sekadar kebetulan biasa.
Analisis Pakar
Sebagai jurnalis investigasi yang telah mengawal isu pertahanan selama puluhan tahun, saya melihat rentetan insiden di Bandara Sultan Hasanuddin ini sebagai alarm merah yang sangat serius. Dua pesawat militer tergelincir dalam dua hari berturut-turut di bandara internasional yang juga melayani penerbangan sipil padat adalah sebuah anomali yang tidak boleh dianggap enteng. Ini bukan sekadar masalah teknis minor, melainkan indikasi adanya persoalan sistemik yang mendalam.
Pertanyaan besar yang harus segera dijawab oleh Markas Besar TNI dan Kementerian Pertahanan adalah: bagaimana standar kelayakan terbang (airworthiness) dan pemeliharaan alutsista kita saat ini? Pesawat jenis Cassa, meskipun dikenal sebagai kuda beban yang tangguh, membutuhkan perawatan yang sangat presisi seiring bertambahnya usia pakai. Apakah pemotongan anggaran atau kendala rantai pasok suku cadang telah mengorbankan aspek keselamatan? Ataukah ada tekanan operasional yang membuat kru dipaksa terbang dalam kondisi yang kurang ideal?
Selain faktor mekanis pesawat, kita juga harus menyoroti kesiapan dan kondisi infrastruktur landasan pacu di Bandara Sultan Hasanuddin. Apakah ada masalah pada koefisien gesek runway, ataukah ada faktor cuaca ekstrem yang gagal diantisipasi oleh sistem navigasi dan kontrol lalu lintas udara? Investigasi yang transparan dan independen mutlak diperlukan. Pihak militer tidak boleh berlindung di balik dalih 'rahasia negara' ketika insiden terjadi di bandara sipil, karena keselamatan ratusan penumpang sipil yang menggunakan bandara tersebut setiap harinya ikut dipertaruhkan.
Terakhir, gaya komunikasi publik dari otoritas terkait yang cenderung reaktif—baru membenarkan setelah video kejadian viral di media sosial—menunjukkan lemahnya transparansi. Di era keterbukaan informasi ini, publik berhak mendapatkan kepastian keamanan. Panglima TNI harus segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh armada taktis dan tempur kita sebelum kelalaian ini memakan korban jiwa yang tidak kita inginkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apa penyebab utama pesawat Cassa TNI tergelincir di Makassar?
A: Penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh tim investigasi internal TNI dan otoritas bandara. Namun, dugaan awal mengarah pada masalah teknis saat pendaratan atau kondisi landasan pacu.
Q: Apakah ada korban jiwa dalam dua insiden beruntun di Bandara Hasanuddin?
A: Berdasarkan laporan resmi, tidak ada korban jiwa baik dalam insiden tergelincirnya pesawat Cassa maupun jet tempur Sukhoi yang terjadi sehari sebelumnya.
Q: Bagaimana dampak kecelakaan ini terhadap jadwal penerbangan sipil?
A: Evakuasi cepat yang dilakukan oleh tim bandara berhasil meminimalkan dampak keterlambatan, meskipun operasional di runway 03-21 sempat mengalami penyesuaian sementara demi keselamatan penerbangan komersial.


