Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Skandal Plat 'ZZ' di CFD Jakarta: Pramono Anung Buru Rombongan Mobil Mewah yang Terobos Penjagaan

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Skandal Plat 'ZZ' di CFD Jakarta: Pramono Anung Buru Rombongan Mobil Mewah yang Terobos Penjagaan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Lima kendaraan pribadi, termasuk yang menggunakan pelat khusus 'ZZ' dan lampu strobo, nekat menerobos kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin.
  • Penjagaan longgar disorot karena rombongan berhasil masuk setelah membuka pembatas (barrier) yang dijaga oleh Satpol PP dan kepolisian.
  • Pj Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan penyelidikan sedang berjalan untuk mengungkap identitas pelaku di balik pelanggaran tersebut.

Kawasan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin yang seharusnya menjadi ruang aman bagi warga Jakarta, mendadak dinodai oleh aksi arogan sekelompok pengendara. Sebanyak lima unit mobil pribadi nekat menerobos barikade penjagaan pada Minggu (23/8) lalu, memicu kecaman luas dari publik setelah videonya viral di media sosial.

Merespons kegaduhan tersebut, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung mengambil tindakan tegas dengan menghubungi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Pramono menegaskan bahwa aturan CFD bersifat mutlak dan tidak boleh diintervensi oleh kepentingan pribadi mana pun.

'Dari kemarin begitu kejadian dan viral saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Saya sampaikan terkait kendaraan pribadi yang melintas di Car Free Day yang sebenarnya tidak boleh terjadi,' ujar Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Selatan, Senin (24/8).

Investigasi awal menunjukkan adanya kelalaian atau bahkan pembiaran di lapangan. Kawasan CFD sebenarnya telah ditutup rapat menggunakan pembatas jalan (barrier). Namun, rombongan mobil tersebut dengan berani membuka pembatas tersebut secara mandiri. Ironisnya, aksi ini terjadi di bawah pengawasan aparat keamanan yang bertugas.

'Mereka yang membuka barrier, padahal barrier itu juga dijaga oleh Satpol PP, ada juga dari kepolisian,' ungkap Pramono dengan nada kecewa.

Beruntung, petugas Dishub yang bersiaga di area SCBD segera bertindak cepat dengan menghalau rombongan tersebut dan memaksa mereka keluar dari zona steril. Dari lima kendaraan yang terlibat, salah satunya terdeteksi menggunakan lampu strobo dan beberapa di antaranya diduga menggunakan pelat nomor khusus berkode 'ZZ'.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pemilik kendaraan-kendaraan tersebut. 'Saat ini sedang dilakukan pendalaman, nanti pada saatnya akan kami sampaikan mengenai kendaraan-kendaraan dan siapa yang ada di dalamnya,' pungkas Pramono, seraya menambahkan bahwa ia telah memberikan teguran keras kepada petugas Satpol PP agar lebih tegas di masa mendatang.

Analisis Pakar

Insiden penerobosan kawasan CFD oleh rombongan mobil berpelat 'ZZ' dan berstrobo ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa. Ini adalah potret telanjang dari arogansi kekuasaan dan mentalitas 'merasa di atas hukum' yang masih menjangkiti sebagian elite atau aparat kita. CFD diciptakan sebagai ruang publik yang demokratisβ€”tempat di mana warga dari segala lapisan sosial dapat menikmati udara bersih tanpa intimidasi kendaraan bermotor. Ketika mobil-mobil mewah dengan atribut kekuasaan memaksa masuk, mereka sedang menginjak-injak hak publik demi kenyamanan egois mereka sendiri.

Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat ada kejanggalan besar dalam aspek pengawasan di lapangan. Bagaimana mungkin sebuah rombongan kendaraan pribadi bisa dengan santainya membuka pembatas jalan yang dijaga ketat oleh personel Satpol PP dan kepolisian? Apakah ada rasa segan atau 'takut' dari petugas di lapangan ketika melihat pelat nomor khusus 'ZZ' dan lampu strobo? Jika benar demikian, ini menunjukkan adanya kelemahan sistemik dalam penegakan hukum kita. Aturan hukum harus tegak lurus, tidak boleh tumpul ke atas hanya karena melihat simbol-simbol kekuasaan semu di pelat nomor kendaraan.

Langkah Pramono Anung untuk mengusut tuntas kasus ini patut diapresiasi, namun publik tidak boleh hanya disuguhi janji manis. Transparansi penuh adalah kunci. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya harus berani membuka identitas pemilik kendaraan tersebut ke publik tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jika kasus ini menguap begitu saja tanpa sanksi hukum yang menjerakan, maka kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga ruang publik akan runtuh. Ini adalah ujian integritas bagi kepemimpinan Pramono di Jakarta.

Kita harus mengakhiri budaya permisif terhadap penyalahgunaan fasilitas negara seperti pelat 'ZZ' dan strobo oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Reformasi mental aparat di lapangan juga mendesak dilakukan agar mereka memiliki keberanian untuk menindak siapa pun yang melanggar aturan, tanpa memandang bulu atau jabatan. Jangan biarkan jalanan Jakarta kembali menjadi rimba raya di mana yang kuat dan berkuasa selalu bisa menindas yang lemah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa mobil pribadi dilarang masuk ke kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta?
A: CFD dirancang khusus sebagai kawasan bebas emisi dan ruang publik yang aman bagi pejalan kaki serta pesepeda setiap hari Minggu pagi. Kendaraan pribadi dilarang masuk demi keselamatan warga dan menjaga kualitas udara.

Q: Apa itu pelat nomor 'ZZ' yang digunakan oleh rombongan mobil tersebut?
A: Pelat nomor dengan kode 'ZZ' (seperti ZZH, ZZT, dll.) merupakan pelat nomor khusus atau rahasia yang diterbitkan kepolisian untuk kendaraan dinas pejabat pemerintahan atau instansi militer/kepolisian.

Q: Sanksi apa yang bisa menjerat pelanggar yang menerobos kawasan CFD?
A: Pelanggar dapat dikenakan sanksi pelanggaran rambu lalu lintas berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), serta sanksi sosial dan administratif dari Pemprov DKI Jakarta.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸