Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Desa Sajang di Lombok Timur: Harmoni Adat dan Ekonomi di Kaki Gunung Rinjani

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Detik Jateng
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Desa Sajang di Lombok Timur: Harmoni Adat dan Ekonomi di Kaki Gunung Rinjani
BAGIKAN:

Tersembunyi di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur, Desa Sajang di Sembalun menawarkan pesona unik yang melampaui sekadar gerbang pendakian. Lokasi strategis ini menjadi titik temu antara kelestarian alam dan denyut kehidupan masyarakat adat yang hidup dalam harmoni, sekaligus menjadi pilar penting dalam perputaran roda ekonomi di wilayah sekitar.

Gerbang Penghubung Ekonomi dan Alam

Desa Sajang bukan hanya dikenal sebagai pintu masuk bagi para pendaki yang bercita-cita menaklukkan puncak tertinggi ketiga di Indonesia, tetapi juga menjadi ekosistem hidup yang kaya. Kehidupan di sini berjalan seirama dengan alam, di mana masyarakat adat menjaga warisan budaya mereka sementara dinamika ekonomi lokal terus berputar. Interaksi antara pelestarian lingkungan dan aktivitas ekonomi ini menciptakan keseimbangan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang menyisir kaki gunung tersebut.

Kawasan penyangga TNGR ini memegang peranan vital dalam menjaga ekosistem di Lombok Timur. Kehadiran desa di titik ini memberikan perspektif berbeda tentang bagaimana manusia dapat beradaptasi dan berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan hidup. Potensi wisata dan keunikan lokal desa ini memberikan nilai tambah yang signifikan, menunjukkan bahwa harmoni antara manusia dan alam bukan hanya konsep, tetapi realitas yang hidup.

Nilai Tambah Kehidupan di Kaki Rinjani

Untuk lebih memahami dinamika ini, tim jurnalis ANTARA, Azhfar Muhammad Robbani, Andi Bagasela, dan Ludmila Yusufin Diah Nastiti, telah menyusuri kawasan tersebut. Eksplorasi ini menyoroti aspek-aspek kehidupan masyarakat yang sering kali luput dari sorotan, memperlihatkan bagaimana Desa Sajang terus memancarkan pesona sejutanya. Konten ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kawasan penyangga, sekaligus mengimbau agar seluruh pihak menghormati kekayaan intelektual dan larangan pencaplokan konten tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ