Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gubernur Kalsel Bongkar Mitos: Haji Isam Bukan Ketua Tim Karhutla, Tapi Penyumbang Rp7,6 Miliar & 100 Pompa Air

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gubernur Kalsel Bongkar Mitos: Haji Isam Bukan Ketua Tim Karhutla, Tapi Penyumbang Rp7,6 Miliar & 100 Pompa Air
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gubernur Muhidin menegaskan Haji Isam bukan ketua tim percepatan penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.
  • Haji Isam berperan sebagai staf ahli dan menyumbangkan dana Rp7,6 miliar serta 100 unit pompa air untuk operasi dua minggu ke depan.
  • Pernyataan tersebut menepis rumor yang beredar setelah Presiden Prabowo dan Menteri Pertahanan disebutkan menghubungi Haji Isam.

Gubernur Muhidin pada Minggu (23/8) menolak keras spekulasi bahwa pengusaha Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad) ditunjuk menjadi Ketua Tim Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan. Menurutnya, jabatan itu diemban oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bukan oleh tokoh swasta.

"Ini Menko Pangan yang menjadi Ketua Tim," tegas Muhidin, menegaskan bahwa peran Haji Isam terbatas pada status Staf Ahli yang diminta membantu percepatan penanganan kebakaran. Ia menambahkan bahwa kontribusi Haji Isam sudah tampak di lapangan: penyediaan alat berat, water‑bombing, serta dana operasional sebesar Rp7,6 miliar untuk dua minggu ke depan.

Selain dana, Haji Isam juga menyumbangkan 100 unit pompa air yang akan dipakai untuk memadamkan api dan mengurangi dampak asap. Bantuan tersebut, kata Gubernur, akan menjadi bagian penting dari strategi taktis dalam menghadapi kebakaran yang meluas di wilayah Banuare.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/8), muncul kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta Haji Isam memimpin tim penanganan Karhutla di provinsi tersebut. Kabar itu sempat mengemuka ketika Haji Isam menemani Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam inspeksi lapangan. Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi segera membantah, menyatakan bahwa tidak ada penunjukan resmi, melainkan hanya permintaan keterlibatan Haji Isam sebagai mitra swasta.

Analisis Pakar

Penunjukan seorang pengusaha kaya sebagai Staf Ahli dalam krisis kebakaran hutan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang batas antara peran publik dan swasta. Di satu sisi, kontribusi finansial dan logistik Haji Isam jelas mengurangi beban anggaran daerah yang terbatas. Namun, ketergantungan pada dana pribadi dapat menimbulkan risiko konflik kepentingan, terutama bila donor memiliki kepentingan bisnis di sektor pertambangan atau perkebunan yang sering menjadi sumber kebakaran.

Selanjutnya, pernyataan Gubernur Muhidin yang menegaskan peran resmi berada pada tangan Menteri Koordinator Pangan menegaskan pentingnya kepatuhan pada prosedur birokrasi. Jika tidak, akan tercipta preseden berbahaya di mana keputusan strategis dapat diambil oleh pihak yang tidak memiliki mandat politik, mengaburkan akuntabilitas publik.

Di tingkat nasional, rumor yang beredar tentang intervensi Presiden Prabowo dan Menteri Pertahanan menyoroti lemahnya mekanisme komunikasi resmi. Ketidaksesuaian informasi antara lembaga eksekutif dan media memperparah kebingungan publik, yang pada gilirannya mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penanganan bencana.

Terakhir, meski bantuan Rp7,6 miliar dan 100 pompa air sangat membantu dalam jangka pendek, solusi jangka panjang tetap harus berfokus pada pencegahan: penegakan hukum yang tegas terhadap pembakaran lahan, rehabilitasi lahan kritis, dan peningkatan kapasitas satelit serta sistem peringatan dini. Tanpa langkah struktural ini, bantuan satu kali tidak akan menghentikan siklus kebakaran yang berulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa yang sebenarnya memimpin Tim Percepatan Penanganan Karhutla di Kalsel?
    A: Ketua tim adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Haji Isam hanya berperan sebagai Staf Ahli.
  • Q: Berapa besar bantuan yang diberikan Haji Isam untuk penanganan kebakaran?
    A: Haji Isam menyumbangkan dana operasional sebesar Rp7,6 miliar serta 100 unit pompa air untuk dua minggu ke depan.
  • Q: Apakah ada penunjukan resmi dari Presiden atau Menteri Pertahanan untuk Haji Isam?
    A: Tidak. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada penunjukan resmi; hanya ada permintaan keterlibatan sebagai mitra swasta.
Meow! Tanya Nesi!
😸