18 Influencer Terpanggil Polisi Jatim: Siapa Saja yang Masuk Daftar Arisan Bodong?
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- Polisi Polda Jawa Timur memanggil 18 figur publik terkait dugaan arisan online fiktif.
- Daftar terdiri atas 1 artis, 16 selebgram, dan 1 TikToker, termasuk nama Dilan Janiyar Ramadhani dan Ratu Felisha.
- Kasus berpusat pada promosi arisan bodong yang diduga diinisiasi oleh Joiss Nydia Khaliza dari Bali.
Sejumlah influencer dan artis kini berada di radar Polda Jawa Timur setelah muncul dugaan mereka terlibat dalam promosi arisan online fiktif. Total ada 18 orang yang dijadwalkan diperiksa: satu artis, enam belas selebgram, dan satu TikToker. Kasus ini berawal dari laporan tentang Joiss Nydia Khaliza, selebgram asal Bali, yang diduga menjadi otak di balik skema arisan bodong yang menggiurkan.
Kasubdit I Ditresiber Polda Jatim, AKBP Erik Pradana, mengonfirmasi bahwa dua influencer, Dilan Janiyar Ramadhani dan Ratu Felisha, sempat dijadwalkan hadir pada Kamis (20/8) namun batal karena berhalangan. Mereka meminta penjadwalan ulang ke minggu berikutnya, namun hingga kini belum ada tanggal pasti yang diumumkan.
Sementara itu, tiga artis lain juga masuk dalam agenda pemeriksaan pada Jumat (21/8). Identitas ketiga artis tersebut masih dirahasiakan oleh pihak kepolisian. Semua pemeriksaan bertujuan mengungkap sejauh mana keterlibatan mereka dalam mempromosikan arisan palsu yang merugikan netizen.
Polisi masih menelusuri jaringan promosi ini, dan daftar lengkap nama-nama yang dipanggil belum sepenuhnya terungkap. Pengamat menilai kasus ini menjadi peringatan bagi para influencer untuk lebih selektif dalam menerima tawaran endorse, terutama yang berhubungan dengan investasi atau skema keuangan.
Analisis Pakar
Kasus arisan bodong yang melibatkan 18 figur publik ini menyoroti fenomena baru dalam dunia influencer marketing. Di era digital, selebgram dan TikToker memiliki kekuatan memengaruhi keputusan finansial pengikutnya. Namun, ketika tawaran endorsement datang dari sumber yang tidak transparan, risiko penipuan pun meningkat. Menurut saya, regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk melindungi konsumen serta menegakkan tanggung jawab moral para content creator.
Selain itu, peran Joiss Nydia Khaliza sebagai inisiator skema ini menunjukkan betapa mudahnya sebuah jaringan penipuan dapat tersebar melalui platform media sosial. Influencer yang tidak melakukan due diligence sebelum mempromosikan produk atau layanan dapat secara tidak sengaja menjadi “pembawa” penipuan kepada ribuan pengikutnya.
Polisi Jawa Timur sudah mengambil langkah tepat dengan memanggil semua pihak yang dicurigai. Namun, tantangan selanjutnya adalah bagaimana memastikan proses pemeriksaan ini transparan dan tidak menimbulkan stigma berlebihan pada para artis yang belum terbukti bersalah. Penegakan hukum harus seimbang antara menindak tegas pelaku penipuan dan melindungi kebebasan berekspresi para kreator konten.
Ke depannya, industri hiburan digital perlu mengadopsi standar etika yang lebih tinggi. Misalnya, membentuk kode etik bersama platform seperti Instagram dan TikTok, serta melibatkan lembaga independen untuk memverifikasi keabsahan produk yang akan di‑endorse. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap influencer dapat tetap terjaga, sekaligus meminimalisir peluang munculnya kasus serupa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa saja yang dipanggil oleh Polda Jawa Timur dalam kasus arisan bodong?
- A: Sebanyak 18 orang, terdiri atas 1 artis, 16 selebgram, dan 1 TikToker. Nama lengkap belum semua diumumkan, namun termasuk Dilan Janiyar Ramadhani, Ratu Felisha, dan tiga artis yang identitasnya dirahasiakan.
- Q: Apa hubungan Joiss Nydia Khaliza dengan kasus ini?
- A: Joiss Nydia Khaliza, selebgram asal Bali, diduga menjadi inisiator atau promotor utama arisan online fiktif yang menjadi fokus penyelidikan.
- Q: Mengapa Dilan Janiyar Ramadhani dan Ratu Felisha belum diperiksa?
- A: Kedua influencer tersebut berhalangan hadir pada jadwal yang ditentukan dan meminta penjadwalan ulang ke minggu berikutnya; hingga kini belum ada tanggal baru yang diumumkan.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
