⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ular Jadi Korban Utama Kebakaran Hutan di Kalimantan: Satwa Lain Terancam, Apa Penyebabnya?

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ular Jadi Korban Utama Kebakaran Hutan di Kalimantan: Satwa Lain Terancam, Apa Penyebabnya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Tim ManggalaAgni mengidentifikasi ular sebagai satwa paling sering ditemukan mati di zona karhutla Kalimantan.
  • Orangutan dan beruang belum terdeteksi sebagai korban karena insting menghindar yang lebih kuat.
  • Selain ular, trenggiling dan sarang lebah juga sering ditemukan di lokasi kebakaran, menandakan dampak ekologi yang luas.

Tim ManggalaAgni mengungkapkan bahwa ular menjadi satwa yang paling banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. "Sejauh ini hewan atau satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan itu ular," ujar Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi saat konfirmasi di Pontianak, Jumat (21/8).

Namun, tim belum menemukan jejak orangutan atau beruang yang menjadi korban. Efendi menjelaskan kedua spesies tersebut memiliki insting yang lebih kuat untuk menghindari kebakaran. "Kalau untuk orangutan atau beruang sejauh ini kami belum menemukan, karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi," ujarnya.

Sebelumnya, tim menemukan trenggiling mati di tengah lahan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Koordinator Pencegahan dan Inovasi FitriaSriHandayani menambahkan bahwa penemuan trenggiling tersebut berada tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan.

Selain trenggiling dan ular, tim Manggala Agni juga kerap menemukan sarang lebah saat melakukan penanganan kebakaran di lapangan. "Sejauh ini trenggiling, ular, sama sarang-sarang lebah saja yang sering ketemu di lapangan," jelas Fitria.

Temuan ini menjadi bukti bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati di wilayah terdampak.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat pola yang mengkhawatirkan: kebakaran hutan di Kalimantan kini menimbulkan dampak mortalitas satwa yang belum pernah terukur secara sistematis. Fokus pada ular sebagai korban utama mengindikasikan bahwa spesies reptil, yang cenderung kurang mendapat perhatian dalam kebijakan konservasi, menjadi indikator paling sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem dan asap beracun.

Ketidakhadiran orangutan dan beruang dalam data korban bukan berarti mereka aman. Insting menghindar memang membantu, namun kebakaran yang meluas dapat menghancurkan habitat kritis mereka, memaksa migrasi paksa, dan menurunkan peluang reproduksi. Tanpa survei pasca‑kebakaran yang komprehensif, kita berisiko menutup mata pada kerusakan jangka panjang yang tak terlihat.

Penemuan trenggiling dan sarang lebah menambah dimensi ekologi yang lebih luas. Trenggiling, sebagai pemangsa serangga, berperan dalam mengendalikan populasi hama; sementara lebah adalah penyerbuk utama. Kematian massal mereka dapat memicu efek domino pada rantai makanan, memperparah degradasi lahan yang sudah rapuh.

Respons pemerintah dan lembaga penanggulangan kebakaran harus beralih dari pendekatan reaktif ke strategi preventif yang melibatkan pemantauan satwa secara real‑time, penggunaan teknologi satelit untuk deteksi dini, serta program rehabilitasi habitat pasca‑kebakaran. Tanpa langkah ini, kebakaran hutan akan terus menjadi bumerang bagi keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa ular menjadi satwa yang paling sering ditemukan mati akibat karhutla di Kalimantan?
    A: Ular merupakan hewan berdarah dingin yang tidak dapat mengatur suhu tubuh secara aktif, sehingga mereka lebih rentan terhadap suhu tinggi dan asap beracun yang dihasilkan kebakaran.
  • Q: Apakah orangutan dan beruang benar-benar tidak terdampak oleh kebakaran hutan?
    A: Tidak. Meskipun insting mereka membantu menghindar, kebakaran dapat menghancurkan habitat, sumber makanan, dan jalur migrasi, yang pada akhirnya mengancam kelangsungan hidup mereka.
  • Q: Apa langkah konkret yang dapat diambil untuk melindungi satwa dari karhutla?
    A: Pemerintah perlu memperkuat sistem pemantauan satwa, mengintegrasikan teknologi deteksi kebakaran, serta melaksanakan program rehabilitasi ekosistem pasca‑kebakaran, termasuk penanaman kembali vegetasi penyangga.
Meow! Tanya Nesi!
😸