Parkir Paralel Bikin Aki Soak? Ini Risiko Tersembunyi pada Hyundai Ioniq 5 dan EV Lainnya!
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Ringkasan Singkat
- Parkir paralel tanpa rem parkir dan dalam posisi netral dapat menguras aki 12 V pada EV, termasuk Hyundai Ioniq 5.
- Sistem shift‑by‑wire tetap menarik daya meski kendaraan mati, sehingga aki bisa ‘soak’ bila dibiarkan berjam‑jam.
- Solusi resmi adalah menggunakan towing mode atau transport mode, bukan memanfaatkan fungsi darurat secara sembarangan.
Jakarta, 21 Agustus 2026 – Influencer sekaligus food vlogger Aa Juju baru‑baru ini mengadu bahwa Hyundai Ioniq 5 miliknya menolak menyala setelah diparkir paralel selama semalaman. Ia mengklaim bahwa kemampuan parkir paralel menjadi salah satu alasan utama membeli mobil listrik tersebut. Namun, setelah menghubungi dealer, sales mengaku mobil memang dapat diparkir paralel dan bahkan melakukan uji coba.
Setelah masalah muncul, teknisi Hyundai menyarankan bahwa parkir paralel dapat menyebabkan kerusakan. EVSafe Indonesia melalui founder‑nya, Mahaendra Gofar, menjelaskan fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Mobil listrik modern yang memakai sistem shift‑by‑wire (elektronik) tidak boleh dibiarkan dalam posisi netral dengan rem parkir tidak aktif untuk waktu lama. Mengapa? Karena meskipun mesin utama (high‑voltage battery) tidak aktif, modul kontrol elektronik tetap mengonsumsi daya dari aki 12 V untuk menjaga fungsi shifter, sensor, dan sistem keamanan.
Jika kendaraan dibiarkan dalam kondisi tersebut selama berjam‑jam, aki 12 V akan terkuras hingga tidak mampu menyalakan starter atau mengaktifkan sistem kelistrikan. Akibatnya, mobil “soak” – istilah slang yang berarti aki habis total. Gofar menegaskan bahwa di banyak negara barat, parkir tanpa rem parkir dalam posisi netral melanggar peraturan karena berisiko mobil menggelinding akibat angin atau dorongan tak terduga. Di sana, fungsi ini hanya boleh diaktifkan lewat towing mode atau transport mode, yang secara otomatis memutuskan aliran listrik ke shifter.
Untuk EV, towing mode mengisolasi high‑voltage battery sehingga tidak ada aliran daya ke aki 12 V. Namun, pada mobil dengan shifter elektronik, komputer kontrol tetap aktif pada posisi netral, sehingga tetap menguras aki. Parkir singkat (beberapa menit) tidak menjadi masalah, namun semalaman atau berhari‑hari dapat menurunkan tegangan aki di bawah ambang batas operasional.
Masalah ini tidak eksklusif pada Ioniq 5. Semua EV yang mengadopsi teknologi shift‑by‑wire – termasuk BMW iX, Tesla Model Y, atau bahkan mobil sport berbasis EV seperti Ferrari – berpotensi mengalami hal serupa. Bahkan kendaraan bermesin internal combustion (ICE) yang telah beralih ke shift‑by‑wire, seperti beberapa varian terbaru BMW atau Mercedes, dapat mengalami pengurasan aki bila diparkir paralel tanpa rem.
Analisis Pakar
Sebagai reviewer otomotif yang telah menelusuri ratusan EV, saya menilai bahwa kegagalan produsen dalam menyampaikan batasan teknis ini adalah sebuah kelalaian komunikasi. Sistem shift‑by‑wire memang menawarkan kepraktisan, tetapi ia menuntut pemahaman baru dari pengguna: tidak semua fungsi tradisional mobil konvensional dapat dipertahankan secara literal pada EV. Dealer harus menambahkan catatan khusus pada manual dan pelatihan penjual, bukan sekadar menjawab “bisa parkir paralel”.
Secara teknis, akar permasalahan terletak pada arsitektur power‑distribution yang masih mengandalkan auxiliary 12 V battery untuk menggerakkan modul‑modul low‑voltage. Tanpa adanya manajemen daya yang cerdas – misalnya pemutus otomatis ketika kendaraan dalam mode netral dan rem parkir tidak terpasang – aki akan terus tertekan. Solusi idealnya adalah menambahkan sleep mode yang mematikan semua rangkaian non‑esensial, atau setidaknya memberi peringatan visual pada dashboard.
Di sisi lain, regulasi di negara‑negara maju sudah mengantisipasi hal ini dengan mewajibkan towing mode sebagai standar keselamatan. Indonesia masih berada pada tahap adopsi awal, sehingga kebijakan semacam itu belum diimplementasikan. Pemerintah dan asosiasi industri harus segera menyusun standar operasional EV yang mencakup prosedur parkir paralel, termasuk persyaratan hardware dan software.
Terakhir, konsumen harus lebih kritis. Jangan terpesona oleh fitur futuristik tanpa meneliti implikasi praktisnya. Jika Anda berencana memarkir EV di ruang sempit atau di jalan paralel, pastikan rem parkir tetap terpasang atau aktifkan towing mode melalui aplikasi atau tombol khusus. Mengabaikan hal ini bukan hanya soal “aki soak”, melainkan potensi kerusakan elektronik yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa aki 12 V pada EV bisa habis saat parkir paralel?
- A: Karena sistem shift‑by‑wire tetap mengonsumsi daya listrik untuk menjaga posisi shifter dan sensor, meski kendaraan dalam keadaan mati.
- Q: Apakah semua EV terpengaruh oleh masalah ini?
- A: Ya, setiap EV yang menggunakan shifter elektronik dan tidak memiliki manajemen daya otomatis dapat mengalami pengurasan aki bila diparkir dalam posisi netral tanpa rem parkir.
- Q: Bagaimana cara aman memarkir EV secara paralel?
- A: Aktifkan towing mode atau pastikan rem parkir tetap terpasang; hindari meninggalkan kendaraan dalam posisi netral selama lebih dari beberapa menit.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Kimi Antonelli Ukir Sejarah F1 2026: Gelar Juara Dunia Termuda di Balik Regimen Latihan Otot Leher 40 Kilogram

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Mulai 2 November 2026, Ini Persyaratan dan Cara Mengurusnya

Krisis Solar Subsidi: Perburuan Mobil Diesel Bekas Bergeser ke Ketersediaan Barcode
