Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mahasiswa UHO Tewas Tertabrak Mobil Anggota DPRD Sultra, Keluarga Tuntut Keadilan!

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Mahasiswa UHO Tewas Tertabrak Mobil Anggota DPRD Sultra, Keluarga Tuntut Keadilan!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) berusia 23 tahun tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil Pajero milik anggota DPRD Sulawesi Tenggara.
  • Kecelakaan terjadi pada Selasa, 18 Agustus pukul 16.50 WITA di Jalan Poros Unaaha‑Kendari, Desa Lalohao, Konawe, Sulawesi Tenggara.
  • Pengemudi mobil dan penumpangnya, termasuk Ardin, selamat; korban lain mengalami patah tulang dan masih dirawat di RSUD Kabupaten Konawe.

Jakarta, 20 Agustus 2024 – Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) bernama AF, 23 tahun, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil Pajero milik anggota DPRD Sulawesi Tenggara pada sore hari Selasa (18/8). Korban sedang berboncengan dengan temannya, Herlyn, 21 tahun, ketika tragedi itu terjadi.

Menurut keterangan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Konawe I Chaidir Akbar, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.50 WITA di Jalan Poros Umum Unaaha‑Kendari, Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Mobil berplat nomor DT 1259 A, dikemudikan oleh sopir Nandar, 40 tahun, menabrak sepeda motor Honda Vario DT 2474 ZF yang dikendarai oleh AF.

Menurut saksi, sepeda motor korban “mendadak melebar ke jalur kanan” saat melaju dari arah Unaaha menuju Kendari. Pada saat bersamaan, mobil Pajero melaju dari arah berlawanan, sehingga tidak ada ruang untuk menghindar dan terjadi benturan keras.

Akibat benturan, AF mengalami luka parah pada kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke rumah sakit. Rekannya, Herlyn, mengalami patah tulang paha kanan serta luka lecet dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Konawe. Sementara itu, Ardin beserta penumpang mobil lainnya dilaporkan selamat tanpa cedera.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk apakah faktor kecepatan, kondisi jalan, atau kelalaian pengendara menjadi faktor utama. Keluarga korban menuntut keadilan dan meminta agar proses hukum berjalan transparan.

Analisis Pakar

Kasus ini menyoroti kegagalan penegakan aturan lalu lintas di wilayah Konawe. Meskipun ada regulasi yang jelas mengenai jarak aman dan prioritas jalan, praktik di lapangan masih jauh dari ideal. Kejadian sepeda motor “mendadak melebar” mengindikasikan kemungkinan kurangnya pengawasan atau bahkan ketidaksesuaian infrastruktur jalan yang memaksa pengendara motor mengambil jalur darurat.

Lebih mengkhawatirkan lagi, mobil yang terlibat dimiliki oleh seorang anggota DPRD Sulawesi Tenggara. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang perlakuan istimewa yang mungkin diberikan kepada pejabat publik dalam penegakan hukum lalu lintas. Sejauh mana aparat kepolisian dapat menegakkan hukum secara adil ketika salah satu pihak memiliki kedudukan politik?

Dalam konteks keselamatan jalan, data Korlantas menunjukkan bahwa kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat dan sepeda motor masih mendominasi angka kematian di Indonesia. Penyebab utama meliputi kecepatan berlebih, kurangnya penggunaan helm, serta kondisi jalan yang tidak memadai. Pemerintah daerah harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi jalan Poros Unaaha‑Kendari, memperbaiki marka jalan, dan menambah rambu peringatan di titik rawan.

Terakhir, kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dalam proses investigasi. Keluarga korban berhak mendapatkan penjelasan lengkap, termasuk rekaman CCTV, hasil forensik kendaraan, dan laporan medis. Tanpa akuntabilitas yang jelas, publik akan terus meragukan integritas penegakan hukum, terutama bila melibatkan pejabat publik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa yang menjadi korban dalam kecelakaan ini?
    A: Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) bernama AF, 23 tahun, meninggal dunia; temannya Herlyn, 21 tahun, mengalami patah tulang paha kanan.
  • Q: Apakah anggota DPRD Sulawesi Tenggara terluka?
    A: Tidak. Anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Ardin, beserta penumpang mobil lainnya selamat tanpa cedera.
  • Q: Apa penyebab utama kecelakaan ini?
    A: Penyebab masih dalam penyelidikan polisi, namun laporan awal menyebut sepeda motor mendadak melebar ke jalur kanan dan bertabrakan dengan mobil yang melaju dari arah berlawanan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸