Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M 4,5 Guncang Barat Laut Ruteng Manggarai, Pakar Ingatkan Aktivitas Sesar Naik Flores

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4,5 Guncang Barat Laut Ruteng Manggarai, Pakar Ingatkan Aktivitas Sesar Naik Flores
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, pukul 19:05:28 WIB.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut pada jarak 33 kilometer arah barat laut Ruteng dengan kedalaman hiposenter yang tergolong dangkal.
  • Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan oleh sebagian warga di wilayah Ruteng dan sekitarnya dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, pukul 19:05:28 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut pada jarak 33 kilometer arah barat laut Ruteng dengan kedalaman hiposenter yang tergolong dangkal.

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan oleh sebagian warga di wilayah Ruteng dan sekitarnya dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk besar yang melintas. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa tektonik tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BPBD juga meminta warga untuk memeriksa struktur bangunan rumah masing-masing guna memastikan tidak ada retakan struktural yang dapat membahayakan stabilitas bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Analisis Pakar Geofisika

Secara tektonik, wilayah utara Pulau Flores, termasuk kawasan lepas pantai barat laut Ruteng, merupakan zona seismik yang sangat aktif dan kompleks. Gempa bumi bermagnitudo 4,5 ini dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Sesar ini merupakan struktur patahan naik regional yang membentang dari utara Bali hingga utara Flores, terbentuk akibat tekanan kompresional dari interaksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa zona Sesar Naik Flores memiliki rekam jejak seismik yang sangat destruktif. Peristiwa paling masif yang tercatat dalam sejarah modern adalah Gempa dan Tsunami Flores pada 12 Desember 1992 (M 7,8) yang memicu tsunami dahsyat dan merenggut lebih dari 2.000 korban jiwa. Karakteristik sesar naik di wilayah ini memang memiliki efisiensi tinggi dalam mentransfer energi tektonik menjadi gelombang seismik yang merusak jika terjadi dalam skala besar.

Meskipun demikian, gempa dengan magnitudo 4,5 kali ini tidak memiliki energi yang cukup untuk memicu tsunami. Secara ilmiah, tsunami hanya dapat terbangkitkan jika gempa bumi tektonik memiliki magnitudo minimal 6,5, berpusat di laut dangkal (kedalaman kurang dari 70 km), dan memiliki mekanisme pergerakan vertikal (naik atau turun) yang signifikan untuk mendisklokasi kolom air laut. Aktivitas gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang jauh lebih kecil masih mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan sebagai proses pelepasan sisa tegangan (stress release) batuan, namun intensitasnya diprediksi akan terus meluruh secara eksponensial.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ