Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Drama Perempat Final: 3 Wakil Indonesia Tersingkir, Hanya Dua yang Masih Bertahan!

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Drama Perempat Final: 3 Wakil Indonesia Tersingkir, Hanya Dua yang Masih Bertahan!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Empat pasangan ganda putri Indonesia langsung gugur di perempat final KejuaraanDuniaBWF 2026.
  • Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Alwi Farhan menjadi satu-satunya harapan Merah Putih di babak ini.
  • Pertandingan selanjutnya akan berlangsung di StadionIndiraGandhiIndoor melawan lawan-lawan tangguh dari Taiwan, China, dan Korea Selatan.

Perjalanan pahit Indonesia di perempat final dimulai dengan pasangan ganda putri AmriSyahnawi/Nita Violina Marwah yang harus menelan kekalahan telak 18-21 9-21 melawan duo Taiwan, Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang. Kekalahan ini menjadi sinyal buruk bagi rekan-rekannya.

Tak lama kemudian, RachelAllesyaRose/Febi Setianingrum juga terpuruk 13-21 14-21 di tangan ganda putri andalan China, Li Yu Jin/Luo Xu Min. Sementara pasangan FebrianaDwipujiKusuma/Meilysa Trias Puspitasari takluk dua gim langsung 11-21 11-21 melawan jagoan Korea Selatan, Baek Ha‑na/Lee So‑hee.

Dengan tiga wakil yang kini terhenti, hanya dua duo yang masih mengibarkan bendera Merah Putih di perempat final: FajarAlfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Alwi Farhan. Fajar/Fikri akan menantang pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, yang pernah mereka kalahkan di Korea Open 2025 dengan skor 21‑19, 21‑16. Sementara Alwi Farhan harus berhadapan dengan legenda Taiwan, Chou Tien‑Chen, unggulan keenam turnamen, yang pernah ia kalahkan di All England 2026 setelah dua kekalahan sebelumnya.

Analisis Pakar

Melihat performa Indonesia di KejuaraanDuniaBWF kali ini, jelas ada pola yang harus dipecahkan. Ganda putri tampak kehilangan konsistensi mental pada momen krusial, terutama dalam mengatur tempo permainan melawan lawan yang menekan sejak set pertama. Kekalahan dua gim langsung menandakan kurangnya adaptasi taktik terhadap gaya serangan cepat lawan Asia Timur.

Di sisi lain, duo putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menunjukkan kesiapan taktik yang lebih matang. Mereka berhasil mengeksekusi variasi serangan smash‑net dan drop yang berimbang, serta menyesuaikan posisi di net untuk memaksa lawan melakukan kesalahan. Jika mereka dapat memanfaatkan momentum kemenangan di Korea Open, peluang melaju ke semifinal sangat terbuka.

Alwi Farhan, meski masih muda, telah menunjukkan keberanian mental yang luar biasa. Kemenangannya melawan Chou Tien‑Chen di All England 2026 bukan sekadar kebetulan; ia berhasil memanfaatkan kecepatan footwork dan variasi pukulan forehand yang tak terduga. Namun, konsistensi menjadi kunci; ia harus menahan tekanan psikologis saat menghadapi lawan yang lebih berpengalaman di turnamen ini.

Secara keseluruhan, tim Indonesia perlu meninjau kembali persiapan fisik dan strategi mental, terutama bagi ganda putri. Penekanan pada latihan simulasi tekanan pertandingan dan peningkatan kerja sama antar‑partner dapat menjadi solusi jangka pendek. Dengan dua wakil yang masih bertahan, harapan tetap ada, namun semua mata kini tertuju pada kemampuan mereka mengatasi lawan‑lawannya yang berpengalaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa lawan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di perempat final?
    A: Mereka akan melawan pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.
  • Q: Mengapa ganda putri Indonesia mengalami kekalahan telak?
    A: Kekalahan dipengaruhi kombinasi faktor taktik yang kurang adaptif, tekanan mental, dan kecepatan serangan lawan yang superior.
  • Q: Apa peluang Alwi Farhan melaju ke semifinal?
    A: Jika ia dapat mengulang performa unggulannya di All England 2026 dan menjaga konsistensi, peluangnya cukup besar meski menghadapi lawan berperingkat tinggi.
Meow! Tanya Nesi!
😸