Surabaya Siram Jalan Aspal, Upaya Darurat Damkar Hadapi Gelombang Panas Ekstrem

- Ringkasan Singkat Petugas Damkar Surabaya mulai menyiram aspal utama sejak akhir pekan untuk menurunkan suhu jalan yang melampaui 30°C.
- Inisiatif ini diprakarsai oleh M Rokhim setelah aduan warga tentang sengatan panas, fatamorgana, dan risiko heatstroke .
- Penyiraman difokuskan pada Jalan Basuki Rahmad hingga Jalan Pahlawan, sambil menegaskan tidak mengganggu kesiapan respon kebakaran.
Ringkasan Singkat
- Petugas Damkar Surabaya mulai menyiram aspal utama sejak akhir pekan untuk menurunkan suhu jalan yang melampaui 30°C.
- Inisiatif ini diprakarsai oleh M Rokhim setelah aduan warga tentang sengatan panas, fatamorgana, dan risiko heatstroke.
- Penyiraman difokuskan pada Jalan Basuki Rahmad hingga Jalan Pahlawan, sambil menegaskan tidak mengganggu kesiapan respon kebakaran.
Surabaya, 20 Agustus 2026 – Di tengah suhu siang hari yang menembus 30 derajat Celsius, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya menggelar operasi penyiraman jalan aspal secara rutin. Aksi ini, yang dimulai pada Rabu lalu, bertujuan menurunkan suhu permukaan jalan, mengurangi risiko sengatan panas ekstrem, serta mencegah terjadinya heatstroke pada pengguna jalan.
Menurut Kepala Bidang Damkar Surabaya, M Rokhim, keputusan tersebut diambil setelah menerima laporan berulang dari warga yang mengeluhkan rasa terbakar di kulit, munculnya fatamorgana di atas aspal, serta meningkatnya keluhan kesehatan terkait dehidrasi. "Penyiraman ini kami lakukan sejak hari Rabu atas usulan dan laporan warga bahwa suhu udara siang hari di Surabaya sangat menyengat," ujar Rokhim pada Kamis (20/8).
Armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bergiliran, menargetkan ruas-ruas protokol dan titik rawan kemacetan, mulai dari Jalan Basuki Rahmad hingga Jalan Pahlawan di area Alun‑alun Contong, Bubutan. Menurut data internal, suhu permukaan jalan turun rata‑rata 3‑5°C setelah penyiraman, meski efek pendinginan bersifat sementara.
Rokhim menegaskan bahwa operasi ini tidak mengganggu kesiapan armada dalam menanggapi panggilan darurat kebakaran. "Bersamaan dengan berjalannya program ini, kami juga terus melakukan evaluasi efektivitasnya," tambahnya. Ia juga mengimbau warga untuk memakai tabir surya, membawa air minum, dan menghindari aktivitas berat pada jam puncak panas.
Analisis Pakar
Langkah Damkar Surabaya menyiram jalan memang terkesan inovatif, namun secara ilmiah efektivitasnya masih dipertanyakan. Penyiraman aspal dapat menurunkan suhu permukaan secara singkat, namun air yang menguap dengan cepat justru menambah beban kelembaban udara, berpotensi memperparah rasa gerah di area perkotaan. Lebih jauh, penggunaan armada pemadam kebakaran untuk tugas non‑darurat menimbulkan pertanyaan tentang alokasi sumber daya yang optimal di tengah meningkatnya frekuensi kebakaran hutan dan bangunan.
Selain itu, kebijakan ini tampak sebagai respons reaktif terhadap keluhan warga, bukan solusi struktural terhadap perubahan iklim yang memperparah gelombang panas. Pemerintah kota seharusnya mengintegrasikan strategi mitigasi jangka panjang, seperti penanaman pohon rindang di sepanjang jalan utama, penggunaan material aspal berreflektif, dan peningkatan jaringan ruang hijau. Tanpa dukungan kebijakan yang menyeluruh, penyiraman jalan hanya akan menjadi solusi sementara yang menambah beban operasional.
Pengawasan independen juga diperlukan. Sejauh mana dana operasional ini dialokasikan? Apakah ada transparansi dalam penggunaan bahan bakar dan air? Sebagai jurnalis investigasi, saya menuntut laporan audit yang jelas, mengingat anggaran pemadam kebakaran biasanya diprioritaskan untuk peralatan pemadaman, pelatihan, dan pemeliharaan. Jika penyiraman jalan terbukti tidak signifikan dalam menurunkan angka heatstroke, maka kebijakan ini harus segera dievaluasi dan dialihkan ke program yang lebih berdampak.
Terakhir, peran masyarakat tidak boleh diabaikan. Edukasi tentang hidrasi, penggunaan pakaian yang tepat, serta penataan ruang publik yang bersahabat dengan iklim panas harus menjadi agenda utama. Pemerintah kota perlu menggandeng akademisi, pakar iklim, dan komunitas lokal untuk merancang kebijakan yang berbasis data, bukan sekadar aksi simbolik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Damkar Surabaya terlibat dalam penyiraman jalan?
A: Karena armada mereka memiliki pompa air berkapasitas tinggi yang dapat menurunkan suhu aspal secara cepat, dan respons warga menuntut tindakan segera. - Q: Apakah penyiraman jalan efektif mengurangi risiko heatstroke?
A: Penurunan suhu permukaan bersifat sementara; efektivitasnya terbatas pada mengurangi rasa panas sesaat, bukan mencegah heatstroke secara signifikan. - Q: Bagaimana dampak penyiraman jalan terhadap kesiapan pemadam kebakaran?
A: Menurut pernyataan M Rokhim, operasi ini dijadwalkan bergiliran sehingga tidak mengganggu respons darurat, namun tetap menambah beban operasional.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
