Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Molinas Dijanjikan Hemat Subsidi BBM Rp82 Triliun, Nilai Ekonomi Capai Rp150 Triliun

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Molinas Dijanjikan Hemat Subsidi BBM Rp82 Triliun, Nilai Ekonomi Capai Rp150 Triliun
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Proyeksi Molinas dapat mengurangi beban subsidi BBM hingga Rp82,2 triliun pada 2037.
  • Ekosistem motor listrik nasional diperkirakan menghasilkan nilai ekonomi Rp150 triliun dan menciptakan 215 ribu lapangan kerja (2026‑2031).
  • Skema pembiayaan sedang dirampungkan bersama Himbara untuk menurunkan harga jual kendaraan listrik buatan dalam negeri.

Jakarta – Atong Soekirman, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, menegaskan bahwa bila 11 juta unit motor listrik beroperasi pada 2037, pemerintah dapat menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp82,2 triliun. Angka ini muncul dalam diskusi "Navigating The Challenges of The Motor Vehicle Industry" yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Selain penghematan subsidi, penguatan neraca perdagangan melalui substitusi impor diperkirakan menyumbang tambahan Rp45 triliun. Total nilai ekonomi end‑to‑end ekosistem Molinas diproyeksikan mencapai Rp150 triliun dalam periode 2026‑2031, sekaligus membuka sekitar 215 ribu lapangan kerja baru.

Di sisi produksi, Ardy Muawin, Managing Director Industrialisasi Danantara Indonesia, mengonfirmasi kesiapan unit produk Molinas untuk dipasarkan. Dua merek dalam negeri – Alva dan Gesit – sudah berada dalam tahap finalisasi skema pembiayaan, dengan dukungan Himbara untuk menurunkan harga jual.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, pada 13 Agustus. Program ini tidak sekadar meluncurkan satu merek, melainkan membangun rantai nilai terintegrasi mulai dari manufaktur komponen, baterai, infrastruktur pengisian, hingga layanan purna jual. PT Len Industri ditunjuk sebagai lead integrator untuk mengorkestrasi kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Target produksi Molinas ditetapkan pada 100 ribu unit per tahun dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) awal 40 persen, yang diharapkan naik menjadi 60 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, proyeksi penghematan subsidi BBM sebesar Rp82 triliun merupakan angka yang sangat signifikan, mengingat total anggaran subsidi BBM pemerintah pada 2023 berada di kisaran Rp120 triliun. Jika target 11 juta unit motor listrik tercapai, beban fiskal dapat berkurang hampir 70 persen, membuka ruang fiskal untuk investasi infrastruktur publik atau penguatan cadangan devisa.

Namun, realisasi target tersebut bergantung pada tiga faktor kunci: ketersediaan baterai berkapasitas tinggi dengan biaya kompetitif, jaringan charging yang merata, serta skema pembiayaan yang mampu menurunkan total cost of ownership (TCO) bagi konsumen. Tanpa dukungan kebijakan yang konsisten—misalnya insentif pajak, subsidi pembelian, atau regulasi yang memaksa produsen mengadopsi TKDN—permintaan pasar dapat terhambat.

Kolaborasi antara Danantara, Himbara, dan Len Industri menunjukkan sinyal positif bahwa sektor keuangan dan industri sudah mulai menyiapkan ekosistem pendukung. Namun, risiko supply chain global, terutama terkait material kritis seperti nikel dan litium, tetap menjadi tantangan. Pemerintah perlu mengamankan sumber bahan baku melalui investasi pertambangan dalam negeri atau perjanjian jangka panjang dengan negara pemasok.

Jika ekosistem Molinas berhasil terwujud, dampak spillover ke industri terkait—seperti logistik, manufaktur komponen elektronik, dan layanan after‑sales—akan menciptakan nilai tambah yang melampaui angka Rp150 triliun yang diproyeksikan. Ini dapat menjadi katalisator transformasi industri Indonesia menuju ekonomi hijau dan meningkatkan daya saing global.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa banyak motor listrik yang harus beroperasi agar subsidi BBM dapat berkurang Rp82 triliun?
    A: Targetnya adalah 11 juta unit yang beroperasi pada tahun 2037.
  • Q: Apa saja merek motor listrik dalam negeri yang termasuk dalam Molinas?
    A: Dua merek utama adalah Alva dan Gesit, keduanya diproduksi oleh PT Ilectra Motor Group.
  • Q: Bagaimana pemerintah akan menurunkan harga jual motor listrik?
    A: Melalui skema pembiayaan yang dirancang bersama Himbara serta peningkatan TKDN hingga 60 persen, yang diharapkan menurunkan biaya produksi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸