Gibran Gendong Bayi di Tenda Darurat: Simbolik atau Sekadar Panggung Politik?

Politik
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gibran Gendong Bayi di Tenda Darurat: Simbolik atau Sekadar Panggung Politik?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Wapres Gibran Rakabuming mengunjungi tenda perawatan darurat di NTT setelah gempa Sikka.
  • Ia terlihat menggendong bayi baru lahir, sambil menuntut penambahan penutup tenda dan perbaikan fasilitas NICU.
  • BNPB mencatat 75 korban jiwa dan puluhan ribu pengungsi, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan penanganan bencana jangka panjang.

Maumere, 20 Agustus 2024 – Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah TC Hillers, Maumere, Nusa Tenggara Timur, usai gempa 6,0 SR yang mengguncang Kabupaten Sikka. Di tengah tenda perawatan darurat yang masih terbuka, Gibran tampak menggendong seorang bayi prematur yang baru lahir, sebuah aksi yang langsung viral di media sosial.

Selain berdialog dengan ibu‑ibu yang baru melahirkan, Gibran menyoroti kekurangan fasilitas: ā€œNanti tolong itu ditambahi penutupnya,ā€ ujarnya sambil menunjuk tenda yang dibiarkan terbuka terhadap terik matahari. Ia juga meninjau ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) serta area perawatan bayi yang masih berada di luar ruangan karena keterbatasan ruang.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang mendampingi Gibran, sempat melontarkan candaan agar sang wakil presiden memberi nama pada bayi tersebut. Sementara itu, Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan penanganan pasca‑gempa, termasuk mempercepat perbaikan rumah‑rumah yang rusak.

Peninjauan ini bukan kali pertama Gibran di wilayah bencana; sebelumnya ia mengunjungi SD Inpres Wairklau dan memeriksa kerusakan Pelabuhan Laurentius Say. Namun, kritik muncul mengenai apakah kunjungan simbolis ini cukup untuk mengatasi masalah struktural yang dihadapi BNPB dalam menanggulangi bencana di NTT, di mana hingga kini tercatat 75 korban jiwa dan puluhan ribu pengungsi.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai kunjungan Gibran lebih bersifat ā€œpolitical theaterā€ daripada upaya substantif. Gambar seorang wakil presiden menggendong bayi di tenda terbuka memang kuat secara visual, namun tidak menyelesaikan masalah mendasar: kurangnya infrastruktur medis darurat yang memadai. Penambahan penutup tenda memang penting, namun hal itu hanyalah solusi jangka pendek yang tidak mengatasi kebutuhan ruang perawatan intensif yang permanen.

Lebih jauh, kehadiran Gibran di lokasi menimbulkan pertanyaan tentang alokasi anggaran. Pemerintah pusat telah mengumumkan paket bantuan, namun realisasinya masih lambat. Tanpa transparansi dalam penggunaan dana, aksi simbolik dapat menutupi kegagalan birokrasi dalam mempercepat pembangunan kembali.

Selain itu, peran BNPB harus dipertanggungjawabkan. Laporan resmi menyebutkan 75 korban jiwa, namun data pengungsi masih ā€œpuluhan ribuā€ tanpa rincian yang jelas. Keterbukaan data sangat penting untuk mengukur efektivitas respons pemerintah dan mengidentifikasi daerah yang masih terabaikan.

Terakhir, keterlibatan pejabat daerah seperti Bupati Juventus Prima Yoris Kago menunjukkan sinergi yang masih belum optimal antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi yang lemah dapat memperpanjang masa pemulihan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu melahirkan dan bayi prematur yang membutuhkan perawatan khusus.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jumlah korban jiwa akibat gempa Sikka?
  • A: Sampai saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 75 orang meninggal dunia.
  • Q: Apa yang diminta Gibran selama kunjungan ke tenda darurat?
  • A: Gibran menuntut penambahan penutup tenda serta perbaikan fasilitas medis, termasuk ruang NICU.
  • Q: Bagaimana pemerintah menanggapi kebutuhan jangka panjang pengungsi di NTT?
  • A: Pemerintah berjanji mempercepat rehabilitasi rumah dan memperkuat infrastruktur kesehatan, namun implementasinya masih dipertanyakan.
Meow! Tanya Nesi!
😸