Gempa Magnitudo 5 Guncang Laut Flores Utara Ende, Pakar Ingatkan Karakteristik Sesar Naik Aktif
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
- Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis malam (20/8/2026) pukul 22.53 WIB.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut pada koordinat yang terletak sekitar 78 kilometer arah utara-barat laut (NNW) dari Kabupaten Ende.
- Kedalaman gempa yang tergolong dangkal ini memicu rambatan gelombang seismik yang sempat dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah pesisir utara Pulau Flores.
Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis malam (20/8/2026) pukul 22.53 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut pada koordinat yang terletak sekitar 78 kilometer arah utara-barat laut (NNW) dari Kabupaten Ende. Kedalaman gempa yang tergolong dangkal ini memicu rambatan gelombang seismik yang sempat dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah pesisir utara Pulau Flores.
Berdasarkan hasil pemodelan matematis dan pemantauan sensor seismik, gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami. Hingga saat ini, otoritas penanggulangan bencana daerah belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan infrastruktur maupun korban luka akibat guncangan tersebut. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Langkah mitigasi mandiri tetap direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama bagi warga yang berada di dalam bangunan bertingkat atau rumah dengan konstruksi yang kurang kokoh. Warga diminta untuk memastikan jalur evakuasi di tempat tinggal masing-masing tetap bebas dari hambatan guna mengantisipasi jika terjadi guncangan susulan yang signifikan.
Analisis Pakar Geofisika
Secara tektonik, wilayah utara Pulau Flores merupakan salah satu kawasan dengan tingkat aktivitas seismik paling tinggi dan kompleks di Indonesia. Gempa bumi yang berpusat di 78 km utara-barat laut Ende ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada zona Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Sesar ini merupakan zona patahan naik aktif yang membentang dari utara Bali hingga utara Flores, terbentuk akibat tekanan kompresional dari interaksi lempeng tektonik Indo-Australia yang menyusup di bawah lempeng Eurasia.
Sejarah kegempaan mencatat bahwa Sesar Naik Flores memiliki rekam jejak yang sangat destruktif. Salah satu peristiwa paling masif dalam sejarah modern Indonesia adalah Gempa dan Tsunami Flores pada 12 Desember 1992 dengan Magnitudo 7,8, yang menelan ribuan korban jiwa di Maumere dan Ende. Karakteristik sesar naik di wilayah ini memang dikenal sangat efisien dalam mentransfer energi seismik ke permukaan, sehingga gempa dengan magnitudo sedang sekalipun sering kali dirasakan dengan intensitas yang cukup kuat di daratan.
Meskipun gempa kali ini bermagnitudo 5,0 dan tidak memicu tsunami karena deformasi vertikal dasar lautnya tidak cukup signifikan untuk mengganggu kolom air laut, kewaspadaan tidak boleh dikendorkan. Karakteristik batuan di zona Flores Back-Arc Thrust cenderung melepaskan akumulasi energinya secara bertahap. Oleh karena itu, kemunculan gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang lebih kecil sangat lazim terjadi dalam beberapa hari ke depan hingga sistem patahan tersebut mencapai kembali titik kesetimbangan barunya.