Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gelombang Kecaman Arab: Serangan Israel ke Pangkalan Abu Al Duhur Picu Ketegangan Regional

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gelombang Kecaman Arab: Serangan Israel ke Pangkalan Abu Al Duhur Picu Ketegangan Regional
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Israel melancarkan serangan udara ke pangkalan Abu Al Duhur di Suriah, menargetkan landasan pacu dan fasilitas penyimpanan.
  • Berbagai negara Arab, termasuk Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain, secara tegas mengutuk aksi tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
  • Israel membenarkan serangan dengan menuduh Suriah melanggar kesepakatan keamanan terkait kehadiran pasukan Turki di dekat perbatasan.

Serangan udara yang dilancarkan pada dini hari Selasa (18/8) menargetkan pangkalan militer Abu Al Duhur di wilayah Suriah, sekitar 70 km dari perbatasan Turki. Menurut laporan Ekhbariya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun kerusakan pada landasan pacu dan fasilitas penyimpanan dipastikan terjadi.

Pemerintah Israel mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap dugaan pelanggaran status quo keamanan yang disepakati dengan Suriah. Kantor Perdana Menteri Israel menuding Suriah hampir melanggar perjanjian dengan mengizinkan pasukan Turki beroperasi di pangkalan udara dekat Aleppo, yang menurut mereka menimbulkan ancaman langsung bagi keamanan Israel.

Respons diplomatik dari negara-negara Arab muncul secara serentak. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk serangan sebagai pelanggaran hukum internasional dan menegaskan solidaritasnya dengan Suriah. Turki, yang merasa terancam oleh kedekatan target, menyerukan tindakan tegas dari komunitas internasional. Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain juga menyatakan kecaman mereka, menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Suriah dan menolak eskalasi militer lebih lanjut.

Analisis Pakar

Serangan ini menandai titik kritis dalam dinamika keamanan Timur Tengah, di mana Israel kembali mengadopsi taktik pre-emptive strike untuk menanggapi apa yang ia anggap sebagai ancaman strategis. Meskipun tidak ada korban jiwa, tindakan tersebut memperparah ketegangan antara Israel dan sekutu regionalnya, khususnya Turki, yang telah mengalami hubungan diplomatik yang rapuh sejak insiden 2010. Keputusan Israel untuk menargetkan fasilitas militer di dekat perbatasan Turki dapat dilihat sebagai upaya memperingatkan Ankara sekaligus menegaskan dominasi udara Israel di zona konflik.

Dari perspektif hukum internasional, kecaman luas dari negara-negara Arab menyoroti konsensus bahwa serangan lintas batas tanpa mandat PBB melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, Israel berargumen bahwa tindakan tersebut berada dalam kerangka hak membela diri, mengacu pada perjanjian 1974 yang mengatur zona demiliterisasi. Interpretasi ini tetap diperdebatkan, mengingat tidak ada bukti publik yang mengonfirmasi keberadaan ancaman langsung dari pangkalan Abu Al Duhur terhadap wilayah Israel.

Implikasi geopolitik jangka panjang dapat meliputi pergeseran aliansi. Negara-negara Teluk, yang selama ini menyeimbangkan hubungan ekonomi dengan Israel dan solidaritas politik dengan Suriah, kini menegaskan dukungan mereka kepada Damaskus. Hal ini dapat memperkuat blok koalisi Arab yang menolak intervensi militer Israel, sekaligus menambah tekanan pada Amerika Serikat untuk menengahi konflik. Di sisi lain, Turki mungkin akan meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan, yang berpotensi memicu spiral militer baru.

Secara keseluruhan, serangan ini menegaskan kembali kerentanan sistem keamanan regional yang masih dipengaruhi oleh warisan konflik lama, kepentingan geopolitik, dan persaingan atas pengaruh strategis. Tanpa upaya diplomatik yang inklusif, risiko eskalasi lebih luas—termasuk kemungkinan keterlibatan non‑state actors atau milisi bersenjata—akan tetap tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa alasan resmi Israel melakukan serangan ke pangkalan Abu Al Duhur?
    A: Israel menyatakan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap dugaan pelanggaran kesepakatan keamanan oleh Suriah, khususnya kehadiran pasukan Turki di dekat perbatasan yang dianggap mengancam keamanan Israel.
  • Q: Bagaimana reaksi komunitas internasional terhadap serangan ini?
    A: Sebagian besar negara Arab, termasuk Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain, mengutuk serangan sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan Suriah, sambil menyerukan tindakan tegas dari PBB.
  • Q: Apakah ada korban jiwa dalam serangan tersebut?
    A: Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa; serangan tersebut dilaporkan hanya menyebabkan kerusakan pada infrastruktur militer di pangkalan.
Meow! Tanya Nesi!
😸