Presiden Fecofa Siap Gantung Badan untuk Pertahankan Gianni Infantino di Tengah Gejolak FIFA!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Véron Mosengo-Omba, ketua Fecofa, menegaskan dukungan penuh kepada Gianni Infantino meski ada gelombang protes.
- Konfederasi besar seperti UEFA, Concacaf, dan AFC mengkritik rencana FIFA Forward Enterprise.
- Untuk menggulingkan Infantino diperlukan dukungan minimal 106 dari 211 anggota FIFA, sebuah tantangan politik yang belum terpecahkan.
Presiden Federasi Sepak Bola Republik Demokratik Kongo (Fecofa), Véron Mosengo-Omba, kembali menegaskan posisinya sebagai sekutu setia Gianni Infantino. Dalam wawancara eksklusif dengan The Guardian, Mosengo-Omba menegaskan, “Sebagian besar federasi mendukungnya. Tanyakan saja kepada kongres. Sekarang orang‑orang mencoba menyerang Gianni, tetapi saya siap pasang badan untuknya.”
Seruan dukungan ini muncul tepat ketika tiga konfederasi utama—UEFA, Concacaf, dan AFC—memperkuat kritik mereka terhadap rencana kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE). Program ambisius itu berupaya menjual 21 % hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta demi menambah pendapatan FIFA.
Meski Mosengo-Omba tidak menolak gagasan meningkatkan pemasukan, ia menyoroti cara pelaksanaannya. “Investor swasta bisa menimbulkan risiko besar,” ujarnya, menambahkan bahwa skema baru yang memberi konfederasi kesempatan membeli sebagian hak komersial dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Upaya menggulingkan Infantino lewat kongres FIFA masih jauh dari realita. Dengan 211 anggota, diperlukan dukungan minimal 106 suara untuk menggelar kongres yang dapat memicu pencopotan presiden. Hingga kini, hitungan suara belum menunjukkan mayoritas yang cukup untuk menantang kepemimpinan Gianni.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat sepak bola yang telah menelusuri dinamika politik FIFA selama lebih dari satu dekade, saya melihat bahwa dukungan Mosengo-Omba bukan sekadar loyalitas pribadi, melainkan strategi geopolitik. Republik Demokratik Kongo, dengan potensi pasar sepak bola yang masih berkembang, membutuhkan akses ke jaringan global FIFA. Menjaga hubungan baik dengan Infantino berarti membuka pintu bagi investasi, pelatihan, dan infrastruktur yang dapat mengangkat standar sepak bola di tanah Kongo.
Namun, kritik terhadap FIFA Forward Enterprise tidak dapat diabaikan. Menjual hak komersial Piala Dunia kepada entitas swasta menimbulkan pertanyaan etis tentang komersialisasi sport yang seharusnya menjadi milik seluruh umat manusia. Risiko konsentrasi kekuasaan ekonomi di tangan segelintir investor dapat menggerus nilai-nilai sportivitas dan keadilan kompetitif.
Strategi Mosengo-Omba yang mengusulkan skema kepemilikan hak komersial oleh konfederasi merupakan upaya menyeimbangkan antara kebutuhan pendanaan dan kontrol regional. Jika dilaksanakan dengan transparansi, model ini dapat menjadi contoh bagi federasi lain yang ingin mengamankan pendapatan tanpa menyerahkan kendali sepenuhnya kepada pihak swasta.
Terlepas dari semua itu, realitas politik FIFA tetap keras. Dengan 211 suara, koalisi yang menentang Infantino harus membangun aliansi lintas konfederasi, menggalang dukungan dari federasi kecil, dan menyiapkan argumen yang tak hanya finansial, melainkan juga moral. Hingga saat ini, Infantino masih memegang kendali, dan dukungan seperti yang diberikan Mosengo-Omba menjadi batu loncatan penting bagi kelangsungan kepemimpinannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Véron Mosengo-Omba mendukung Gianni Infantino?
- A: Mosengo-Omba melihat mayoritas federasi FIFA masih mendukung Infantino dan menganggap hubungan baik dengan pemimpin FIFA penting untuk kepentingan sepak bola Kongo.
- Q: Apa itu FIFA Forward Enterprise?
- A: Program yang berencana menjual 21 % hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta untuk menambah pendapatan FIFA.
- Q: Berapa suara yang dibutuhkan untuk menggulingkan Infantino di kongres FIFA?
- A: Minimal 106 suara dari total 211 anggota diperlukan untuk menggelar kongres yang dapat mencopot presiden FIFA.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
