Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M 4,7 Guncang Ende, 77 km NNW: Tidak Ada Dampak Signifikan, Namun Waspada Potensi Susulan

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4,7 Guncang Ende, 77 km NNW: Tidak Ada Dampak Signifikan, Namun Waspada Potensi Susulan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 4,7 terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 00:11:40 WIB di kedalaman 10 km, berpusat 77 km arah NNW Ende, Nusa Tenggara Timur.
  • Data awal menunjukkan pusat gempa berada di zona subduksi lempeng Indo‑Australia yang menukik di bawah lempeng Eurasia.
  • Menurut laporan lapangan, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan, cedera, atau korban jiwa di wilayah terdampak.

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 4,7 terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 00:11:40 WIB di kedalaman 10 km, berpusat 77 km arah NNW Ende, Nusa Tenggara Timur. Data awal menunjukkan pusat gempa berada di zona subduksi lempeng Indo‑Australia yang menukik di bawah lempeng Eurasia.

Menurut laporan lapangan, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan, cedera, atau korban jiwa di wilayah terdampak. Pemerintah daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan verifikasi lapangan dan menegaskan tidak ada potensi tsunami yang signifikan, sehingga peringatan tsunami tidak dikeluarkan.

Wilayah Ende terletak pada segmen aktif Cincin Api Pasifik, khususnya di zona patahan Flores yang dikenal dengan aktivitas tektonik tinggi. Patahan utama yang melintasi daerah ini adalah Patahan Ende‑Lio, yang bergerak secara strike‑slip dan thrust, menghasilkan tekanan tektonik yang dapat memicu gempa berulang.

Sejarah seismik menunjukkan bahwa Ende pernah mengalami gempa berkekuatan lebih besar, antara lain gempa magnitude 6,2 pada tahun 1992 dan magnitude 5,8 pada tahun 2018. Kedua peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan struktural terbatas namun meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat terhadap potensi gempa susulan.

BMKG memperkirakan kemungkinan terjadinya aftershock dengan magnitude 3‑4 dalam 24‑48 jam ke depan. Masyarakat disarankan tetap mengikuti informasi resmi, menyiapkan perlengkapan darurat, dan menghindari bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Ende berada di zona interaksi kompleks antara lempeng Indo‑Australia yang menukik ke arah barat laut dengan kecepatan rata‑rata 6‑7 cm/tahun, serta lempeng Eurasia yang relatif stabil. Patahan Ende‑Lio, yang memanjang sekitar 150 km, merupakan bagian dari sistem patahan Flores‑Sumbawa yang menghubungkan zona subduksi Sunda dengan zona transformasi di selatan. Aktivitas tektonik di sini didominasi oleh gerakan thrust pada kedalaman dangkal (5‑15 km) serta slip lateral pada kedalaman menengah, menghasilkan kombinasi gempa tektonik dan megathrust.

Studi seismik terbaru mengidentifikasi adanya segmen lempeng yang belum sepenuhnya terkunci, yang berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitude hingga 6,5 bila terjadi pelepasan energi secara tiba‑tiba. Namun, karena kedalaman gempa kali ini relatif dangkal dan magnitudenya berada di bawah ambang batas tsunami, risiko tsunami tetap rendah. Meskipun demikian, gempa tektonik di zona ini dapat memicu pergeseran dasar laut lokal yang, dalam skenario terburuk, dapat menimbulkan gelombang kecil di pesisir timur Flores.

Potensi gempa susulan (aftershock) biasanya berkisar antara 30 % hingga 60 % dari magnitudo utama dalam rentang waktu 1‑7 hari. Mengingat pola historis di wilayah Ende, aftershock dengan magnitudo 3‑4 cukup mungkin terjadi. Oleh karena itu, pemantauan terus‑menerus oleh jaringan seismometer BMKG dan kerjasama dengan institusi internasional sangat penting untuk memberikan peringatan dini yang akurat.

Meow! Tanya Nesi!
😸