Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Rekor Gila Rp714 Miliar! Ferrari Luce EV 'Chassis 0' Terjual Fantastis di Tengah Hujatan Petrolhead

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Rekor Gila Rp714 Miliar! Ferrari Luce EV 'Chassis 0' Terjual Fantastis di Tengah Hujatan Petrolhead
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Unit pertama Ferrari Luce EV (Chassis 0) memecahkan rekor dunia sebagai mobil baru termahal yang terjual di lelang seharga US$400 juta (Rp714 miliar).
  • Pembelinya adalah miliarder AS Herbert A. Wertheim, yang memenangi lelang amal di Monterey Car Week.
  • Meskipun sempat dihujat karena meninggalkan mesin bensin tradisional, Ferrari tetap mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar.

Siapa bilang era elektrifikasi bakal membunuh gairah para kolektor berkantong tebal? Buktinya, unit pertama dari Ferrari Luce EV berkode "Chassis 0" baru saja mencetak sejarah gila di panggung Monterey Car Week, California. Tidak tanggung-tanggung, mahakarya bertenaga senyap ini laku terjual dengan angka fantastis US$400 juta atau setara dengan Rp714 miliar dalam sebuah lelang amal yang dikuratori oleh RM Sotheby's!

Sosok di balik pembelian gila ini bukanlah orang sembarangan. Dia adalah Herbert A. Wertheim, investor kawakan asal Amerika Serikat sekaligus pendiri Brain Power Inc. Wertheim tampaknya memang punya selera "sultan" yang tak tertandingi; tahun lalu, ia juga memboyong Ferrari Daytona SP3 seharga US$26 juta. Namun, Luce EV Chassis 0 ini berada di level yang sangat berbeda. Ini adalah unit kustom garapan divisi Tailor Made dan pusat desain Ferrari, yang dibekali kelir semi-gloss khusus serta komponen eksklusif yang tidak akan pernah Anda temukan pada versi produksi massal nantinya.

Menariknya, seluruh hasil penjualan fantastis ini tidak masuk ke kantong Maranello, melainkan disalurkan melalui Ferrari Foundation untuk mendanai proyek pendidikan generasi muda di AS dan global. Langkah filantropi yang luar biasa, sekaligus menjadi tamparan keras bagi para kritikus yang awalnya meragukan masa depan mobil listrik berlogo kuda jingkrak ini.

Ingat kembali saat Luce EV pertama kali diperkenalkan Mei lalu dengan harga dasar 550.000 euro? Komunitas purist Ferrari langsung meradang. Desain bodi empat pintu berkapasitas lima penumpang, ditambah hilangnya raungan mesin V12 atau V8 legendaris, memicu badai kritik di media sosial. Banyak yang menyebut Ferrari telah kehilangan "jiwanya". Bahkan, beberapa kompetitor seperti Porsche dan Lamborghini mulai mengerem ambisi EV mereka karena pasar global yang mendingin. Namun, Ferrari di bawah komando CEO Benedetto Vigna tetap bergeming, optimis bahwa Luce akan membuka gerbang bagi konsumen baru tanpa kehilangan loyalis mereka. Dan tebak? Strategi nekat ini terbukti sukses besar dengan laporan keuangan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi Wall Street serta lonjakan saham Ferrari sebesar 12 persen di Bursa Efek Milan.

Analisis Pakar

Doni Surya di sini, mari kita bedah secara jujur dan mendalam. Angka Rp714 miliar untuk sebuah mobil listrik baru adalah anomali yang sangat menarik sekaligus membingungkan bagi para petrolhead garis keras. Secara teknis, transisi Ferrari ke ranah full electric melalui Luce EV adalah perjudian terbesar dalam sejarah modern Maranello. Mengapa? Karena Ferrari tidak hanya menjual performa di atas kertas, mereka menjual emosi, getaran sasis, dan simfoni knalpot yang mekanis. Ketika Anda mengganti mesin pembakaran internal (ICE) dengan motor listrik, Anda berisiko mengubah sebuah karya seni menjadi sekadar "gadget cepat" di atas roda. Namun, lewat sasis "Chassis 0" ini, Ferrari membuktikan satu hal: nilai sebuah Ferrari tidak hanya terletak pada pistonnya, melainkan pada eksklusivitas, craftsmanship, dan status sosial yang ditawarkannya.

Dari sudut pandang engineering, membuat EV yang tetap terasa seperti Ferrari adalah tantangan luar biasa. Distribusi bobot baterai yang berat harus dikompensasi dengan suspensi aktif yang sangat canggih dan sistem torque vectoring instan agar kelincahan khas Maranello tidak hilang. Desain empat pintu dan kapasitas lima penumpang pada Luce EV juga merupakan pergeseran paradigma yang radikal. Ini adalah upaya Ferrari untuk merebut pasar ultra-luxury harian yang selama ini dikuasai oleh Porsche Taycan atau Lucid Air, namun dengan kasta yang jauh lebih tinggi. Kritik tajam dari para loyalis di awal peluncuran adalah reaksi alami dari ketakutan akan hilangnya identitas brand, namun sejarah mencatat bahwa Ferrari selalu berhasil menjinakkan skeptisisme—ingat saat mereka merilis SUV Purosangue? Semua orang mencibir, tapi sekarang antrean indennya mengular hingga bertahun-tahun.

Langkah berani Benedetto Vigna untuk tetap tancap gas di jalur EV, di saat pabrikan lain seperti Lamborghini dan Porsche mulai realistis dan kembali fokus pada teknologi hibrida, menunjukkan rasa percaya diri yang luar biasa. Ferrari tahu betul bahwa konsumen mereka tidak membeli mobil berdasarkan efisiensi atau kepraktisan, melainkan karena hasrat memiliki sesuatu yang langka. Penjualan Luce EV senilai Rp714 miliar ini adalah validasi instan. Ini mengirimkan sinyal kuat ke pasar global bahwa logo Kuda Jingkrak tetap memiliki daya magis yang tak tertandingi, bahkan ketika ditenagai oleh arus listrik, bukan bensin oktan tinggi.

Kesimpulan saya? Jangan pernah meremehkan Maranello. Luce EV mungkin tidak akan pernah memiliki suara raungan mesin yang membuat bulu kuduk merinding, tetapi secara bisnis dan teknologi, mobil ini adalah langkah pionir yang akan mengamankan posisi Ferrari di puncak rantai makanan otomotif global selama beberapa dekade ke depan. Bagi Anda yang masih meratapi hilangnya mesin bensin, bersiaplah, karena masa depan yang sunyi ini ternyata jauh lebih mahal dan bertenaga dari yang pernah kita bayangkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa Ferrari Luce EV Chassis 0 bisa terjual hingga Rp714 miliar?
A: Unit ini merupakan edisi kustom pertama ("Chassis 0") yang dibuat oleh divisi Tailor Made Ferrari dengan spesifikasi unik, warna semi-gloss eksklusif, dan komponen yang tidak ada pada versi produksi massal, serta dijual melalui lelang amal di Monterey Car Week.

Q: Siapa pembeli Ferrari Luce EV termahal di dunia ini?
A: Pembelinya adalah Herbert A. Wertheim, seorang investor miliarder asal Amerika Serikat dan pendiri Brain Power Inc., yang juga dikenal sebagai kolektor mobil langka.

Q: Bagaimana spesifikasi umum dari Ferrari Luce EV?
A: Ferrari Luce EV adalah mobil listrik murni (EV) pertama dari Ferrari yang mengusung konsep empat pintu dengan kapasitas lima penumpang, dirancang untuk menggabungkan performa tinggi khas Ferrari dengan kenyamanan berkendara harian.

Meow! Tanya Nesi!
😸