Menteri Keamanan Israel Dorong Serangan Udara Lebar di Gaza dan Rencana Permukiman Baru – Kontroversi Memanas
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Itamar Ben Gvir mengusulkan serangan udara menyeluruh di seluruh Gaza, melampaui target militer tradisional.
- Pejabat tersebut juga menegaskan keinginan memperluas permukiman Israel di wilayah yang sebelumnya dikeluarkan pada 2005, serta mendorong emigrasi massal warga Palestina.
- Ben Gvir menuduh organisasi hak asasi manusia seperti PeaceNow mendukung terorisme, sambil mengkritik penahanan ribuan warga Palestina oleh Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Jerusalem Post, Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel, menuntut agar operasi udara Israel tidak lagi dibatasi pada sasaran yang dianggap menimbulkan ancaman langsung. Ia menyarankan "serangan udara yang luas di seluruh Jalur Gaza" dan menambahkan bahwa warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik "tidak layak untuk hidup".
Ben Gvir juga menyinggung seorang perempuan yang pernah memberikan makanan kepada tentara Israel yang ditawan, Braslavski, menyebutnya sebagai "teroris" yang "pantas ditembak di kepala". Braslavski, yang ditangkap oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, dibebaskan dalam pertukaran tahanan pada 13 Oktober 2025.
Selain seruan militer, pejabat tersebut mengusulkan perluasan permukiman Israel di Gaza, menyatakan bahwa "seluruh Gaza adalah milik kami". Ia menolak batasan geografis yang sebelumnya membatasi pembangunan permukiman pada bekas kawasan Gush Katif yang dievakuasi pada 2005, dan mengusulkan pembangunan baru di seluruh wilayah Gaza.
Ben Gvir juga menyerukan "emigrasi sebanyak mungkin" bagi warga Palestina, sekaligus mengekspresikan kepuasan atas kondisi penahanan lebih dari 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, di penjara Israel. Ia menuduh kelompok hak asasi manusia seperti PeaceNow dan Standing Together mendukung terorisme dan mengusulkan pelarangan mereka.
Sebelumnya, Ben Gvir pernah mengusulkan agar Israel menargetkan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam, serta mengeksekusi individu yang ia sebut "teroris" satu per satu, menurut laporan Middle East Monitor.
Analisis Pakar
Seruan Ben Gvir untuk memperluas operasi militer di Gaza menandai eskalasi retorika yang dapat memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama. Dari perspektif hukum internasional, serangan yang tidak membedakan antara kombatan dan sipil melanggar prinsip proporsionalitas dan perlindungan warga sipil yang diatur dalam Konvensi Jenewa. Jika dilaksanakan, kebijakan ini berpotensi memicu intervensi atau sanksi dari komunitas internasional, sekaligus memperburuk posisi diplomatik Israel di panggung global.
Rencana pembangunan permukiman baru di Gaza menimbulkan pertanyaan serius mengenai keberlanjutan solusi dua‑negara. Sejak penarikan Israel dari Gaza pada 2005, wilayah tersebut telah menjadi fokus perdebatan internasional tentang hak kembali dan kedaulatan Palestina. Upaya memperluas permukiman tidak hanya menantang resolusi PBB yang menolak aneksasi, tetapi juga dapat memicu perlawanan bersenjata yang lebih intensif dari kelompok militan, memperpanjang siklus kekerasan.
Retorika yang menodai kelompok hak asasi manusia sebagai pendukung terorisme mencerminkan tren politik dalam negeri Israel yang semakin mengkonsolidasikan dukungan konservatif. Namun, tindakan semacam itu berisiko mengisolasi Israel dari organisasi internasional dan LSM yang memainkan peran penting dalam memantau pelanggaran hak asasi manusia. Penindasan terhadap suara kritis dapat memperparah persepsi internasional tentang penindasan politik di dalam negeri Israel.
Secara geopolitik, kebijakan agresif ini dapat memengaruhi hubungan Israel dengan sekutu tradisionalnya, termasuk Amerika Serikat dan negara‑negara Uni Eropa, yang secara rutin menekankan pentingnya solusi damai dan perlindungan sipil. Jika Israel melanjutkan kebijakan ini, ada kemungkinan muncul tekanan diplomatik yang lebih kuat, termasuk kemungkinan pemotongan bantuan militer atau peninjauan kembali perjanjian keamanan yang ada.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa yang dimaksud dengan serangan udara "luas" yang diusulkan oleh Itamar Ben Gvir?
A: Ben Gvir mengusulkan agar Israel tidak hanya menargetkan infrastruktur militer Hamas, melainkan melakukan serangan yang mencakup seluruh wilayah Gaza, termasuk area sipil. - Q: Bagaimana komunitas internasional menanggapi rencana pembangunan permukiman baru di Gaza?
A: Sebagian besar negara dan organisasi internasional menolak permukiman di wilayah yang diduduki, menganggapnya melanggar hukum internasional dan menghambat proses perdamaian. - Q: Apakah ada konsekuensi hukum bagi Israel jika melaksanakan kebijakan yang menargetkan warga sipil?
A: Jika terbukti melanggar Konvensi Jenewa, Israel dapat menghadapi penyelidikan internasional, sanksi, atau tindakan hukum di pengadilan internasional.


