Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Islam Makhachev Ungkap: Kalau Kaki Lebih Panjang, Garry Langsung KO!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Islam Makhachev Ungkap: Kalau Kaki Lebih Panjang, Garry Langsung KO!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

Di Las Vegas pada Minggu (16/8), Islam Makhachev menorehkan aksi yang membuat penonton terengah-engah. Saat ronde ke‑empat, ia meluncurkan tendangan keras ke kepala Ian Garry. Kaki Makhachev menancap tepat di pelipis lawan, menciptakan momen yang hampir berujung knock‑out. “Andai kakiku lebih panjang, pasti langsung KO,” tulis sang petarung di Instagram, lengkap dengan klip video yang memperlihatkan dampak brutal tendangan itu.

Meski wajahnya berlumuran darah akibat serangan balik Garry, Makhachev tetap mengendalikan tempo pertarungan. Ia memanfaatkan jitu kombinasi pukulan jarak menengah dan footwork yang memaksa Garry terus bergerak defensif. Selama lima ronde sengit, sang Dagestani menumpuk poin demi poin, hingga akhirnya juri mengangkat tangannya dengan keputusan angka mutlak.

Kemenangan ini menambah catatan impresif Makhachev di divisi welter UFC: rekor tak terkalahkan 100 %. Uniknya, meski merupakan murid Khabib Nurmagomedov, ia belum mencatatkan kemenangan submission di kelas ini, berbeda dengan dominasi grappling‑nya di kelas ringan. Di welter, ia lebih mengandalkan serangan berdiri, kecepatan kaki, dan taktik poin yang cerdas.

Dengan kemenangan ini, UFC 330 menegaskan posisi Makhachev sebagai salah satu bintang paling bersinar di oktagon. Selanjutnya, pertarungan melawan Michael Morales (peringkat 3) atau Carlos Prates (peringkat 1) akan menjadi ujian selanjutnya—siapa yang akan menantang dominasi sang “Sang Penjaga”?

Analisis Pakar

Secara taktis, tendangan kepala yang hampir KO itu bukan sekadar kebetulan. Makhachev telah melatih range control sejak muda, memanfaatkan panjang kaki yang relatif lebih pendek dengan kecepatan luar biasa. Dengan menutup jarak secara cepat, ia menciptakan sudut serang yang memaksa Garry menurunkan pertahanan kepala, membuka celah bagi pukulan keras. Ini menunjukkan evolusi strategi stand‑up Makhachev yang kini tidak lagi mengandalkan grappling semata.

Namun, catatan tak ada kemenangan submission di welter menimbulkan pertanyaan: apakah Makhachep akan kembali mengintegrasikan ground game‑nya? Lawan‑lawannya di kelas ini cenderung lebih kuat secara fisik, sehingga kemampuan untuk mengunci pertarungan di tanah bisa menjadi senjata rahasia melawan lawan‑lawannya yang mengandalkan striking.

Selain itu, psikologi pertarungan tak boleh diabaikan. Garry, meski kalah, berhasil menahan serangan keras dan memberi tekanan yang konsisten. Ini menandakan bahwa Makhachev harus meningkatkan ketahanan mentalnya, terutama dalam menghadapi lawan‑lawannya yang lebih agresif dan berpengalaman di level elite. Pengalaman di Las Vegas ini menjadi batu loncatan penting untuk mengasah ketangguhan mentalnya.

Ke depan, duel melawan Morales atau Prates akan menguji dua aspek utama: kecepatan kaki vs. kekuatan pukulan. Morales memiliki kombinasi serangan yang cepat, sementara Prates dikenal dengan power punching yang mematikan. Jika Makhachev dapat memanfaatkan distance management dan menyiapkan counter‑strike yang tepat, ia berpeluang memperpanjang reign‑nya di welter. Namun, satu kesalahan kecil—seperti menurunkan guard terlalu cepat—bisa berakibat fatal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Bagaimana cara Makhachev hampir KO Ian Garry?
  • A: Ia meluncurkan tendangan keras ke kepala Garry pada ronde ke‑empat, yang hampir mengakhiri pertarungan dengan KO.
  • Q: Apa rekor Makhachev di kelas welter UFC?
  • A: Makhachev memiliki rekor tak terkalahkan 100 % dengan semua kemenangan melalui keputusan juri, belum ada kemenangan submission di kelas ini.
  • Q: Siapa lawan potensial Makhachev selanjutnya?
  • A: Dua nama yang paling dibicarakan adalah Michael Morales (peringkat 3) dan Carlos Prates (peringkat 1).
Meow! Tanya Nesi!
😸