Granat Berkarat Ditemukan Pemulung di Tambun Selatan: Ancaman Benda Peledak Terselubung di Lingkungan Pemukiman

- Ringkasan Singkat Seorang pemulung menemukan granat militer berkarat di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
- Tim Polda Metro Jaya mengevakuasi dan mengamankan benda tersebut, lalu mengirimnya ke Markas Gegana untuk pemusnahan.
- Granat diperkirakan buatan Inggris, berusia lama, dan asal‑usulnya masih belum teridentifikasi.
Ringkasan Singkat
- Seorang pemulung menemukan granat militer berkarat di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
- Tim Polda Metro Jaya mengevakuasi dan mengamankan benda tersebut, lalu mengirimnya ke Markas Gegana untuk pemusnahan.
- Granat diperkirakan buatan Inggris, berusia lama, dan asal‑usulnya masih belum teridentifikasi.
Bekasi, 18 Agustus 2026 – Pada Senin malam (17/8), seorang pemulung yang sedang mengais‑sampah di Tambun Selatan menemukan sebuah benda logam yang tampak mencurigakan. Setelah melaporkan temuan tersebut ke Polsek Tambun Selatan, petugas segera menurunkan garis polisi dan menginstruksikan warga menjauh setidaknya 50 meter dari lokasi.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menjelaskan bahwa benda itu adalah granat tangan militer berdiameter sekitar 60 mm, panjang 100 mm, dan berat 410 gram. Granat tersebut masih dalam kondisi aktif, meskipun sudah sangat berkarat dan dilengkapi dengan safety pin serta safety lever. Menurut analisis awal, granat tersebut kemungkinan buatan Inggris dan tergolong barang jadul.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya langsung dikerahkan. Mereka melakukan evakuasi, mengamankan granat, dan membawanya ke Markas Gegana untuk proses disposal sesuai prosedur standar. "Granat diperkirakan barang jadul, sudah sangat berkarat. Belum diketahui asalnya dari mana," ujar Wuryanti.
Petugas menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Jika menemukan benda mencurigakan serupa, warga diminta segera menghubungi call center 110.
Analisis Pakar
Penemuan granat ini mengungkap celah serius dalam pengelolaan sisa persenjataan lama di wilayah perkotaan. Indonesia masih menyimpan sejumlah besar amunisi dan bahan peledak yang berasal dari era kolonial, Perang Dunia II, hingga konflik internal pada dekade 1960‑1990. Banyak di antaranya berakhir di pasar gelap atau tersembunyi di tanah milik swasta, menunggu untuk ditemukan secara tidak sengaja seperti kali ini.
Keberadaan granat berkarat di area pemukiman menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas inventarisasi dan pemusnahan amunisi usang oleh TNI dan Polri. Prosedur resmi memang mengharuskan pemusnahan semua persenjataan yang tidak lagi terpakai, namun realitas di lapangan menunjukkan adanya kebocoran data dan kurangnya koordinasi antar lembaga. Tanpa audit yang transparan, risiko benda berbahaya kembali mengintai warga sipil akan terus meningkat.
Selain itu, kasus ini menyoroti peran informal sector seperti pemulung dalam mengidentifikasi bahaya tersembunyi. Mereka berada di garis depan, namun jarang mendapat pelatihan atau perlindungan resmi. Pemerintah seharusnya mengintegrasikan komunitas ini ke dalam jaringan pelaporan keamanan, misalnya dengan menyediakan hotline khusus dan pelatihan dasar penanganan benda mencurigakan.
Terakhir, respons cepat Jibom Polda Metro Jaya patut diapresiasi, namun tidak boleh menjadi satu‑satunya jaring pengaman. Diperlukan kebijakan yang lebih proaktif: pemetaan lokasi potensial penyimpanan amunisi lama, penegakan hukum tegas terhadap peredaran ilegal, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Hanya dengan pendekatan holistik, ancaman granat atau bom tersembunyi dapat diminimalisir sebelum menimbulkan tragedi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa yang harus saya lakukan jika menemukan benda mencurigakan seperti granat?
A: Segera jauhi benda tersebut, jangan menyentuhnya, dan hubungi call center 110 atau kantor polisi terdekat. - Q: Apakah granat yang ditemukan masih berbahaya meski sudah berkarat?
A: Ya, granat yang masih dalam kondisi aktif tetap berpotensi meledak meski korosi sudah mengurangi keandalannya. - Q: Bagaimana prosedur penjinakan bom di Indonesia?
A: Tim Penjinak Bom (Jibom) melakukan evakuasi, isolasi, dan transportasi ke Markas Gegana untuk disposal sesuai protokol keamanan nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
