Drama Pilihan Bek Tengah: Apakah Rizky Ridho Telah Kehilangan Haknya di Timnas?
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Nama Rizky Ridho tak masuk dalam daftar skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, memicu spekulasi.
- Pelatih John Herdman masih menimbang formasi bek tengah, bersaing dengan Jay Idzes, Justin Hubner, Mees Hilgers, Elkan Baggott, dan Kevin Diks.
- Performa Ridho di Super League 2026/27 dan Piala AFF 2026 menjadi tolok ukur utama apakah ia masih layak mengusung bendera Garuda.
Jakarta, 18 Agustus 2026 – Rumor yang beredar sejak Senin (17/8) tentang tidak masuknya Rizky Ridho dalam skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 kini menjadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Pengamat senior Rony Pangemanan mengungkapkan bahwa nama Ridho belum masuk daftar final yang diserahkan oleh John Herdman kepada Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji.
Sumardji menegaskan bahwa proses seleksi masih berjalan dan belum ada rilis resmi dari PSSI. “Kami masih menimbang secara matang siapa saja yang akan dipanggil pada September nanti,” ujar Sumardji dalam konferensi pers singkat.
Namun, pertanyaan besar tetap menggelayuti: Apakah Ridho sudah tidak pantas lagi membela Garuda? Untuk menjawabnya, kita harus menelusuri beberapa variabel penting.
Sebagai bek tengah, Ridho kini bersaing ketat dengan Jay Idzes, Justin Hubner, Mees Hilgers, Elkan Baggott, serta Kevin Diks yang juga dapat mengisi posisi serupa. Dari lima nama tersebut, Ridho tampak berada di posisi terendah bila dilihat dari eksposur dan performa di panggung Eropa.
Kesempatan Ridho untuk kembali bersinar terletak pada tiga laga awal Super League 2026/2027 – melawan Borneo FC (5/9), Persib Bandung (12/9), dan Java United (19/9). Penampilan di ketiga pertandingan ini akan menjadi tolok ukur apakah ia masih berada di level yang diharapkan atau sudah menurun.
Sayangnya, penampilan Ridho di Piala AFF 2026 tidak memuaskan. Ia tampil sebagai bek tengah kanan dalam formasi back three, namun gerakannya terkesan tidak tenang, ragu, dan lamban. Padahal, sebelum turnamen tersebut, Ridho menjadi sosok stabil bagi Timnas dan Persija, bahkan pernah diangkat menjadi kapten.
Apakah ini menandakan bahwa Ridho, seperti banyak pemain muda Indonesia, mulai kehilangan “magis” menjelang usia 25 tahun? Masih terlalu dini untuk menilai secara definitif. Namun, momentum saat ini memang tepat bagi Ridho untuk menerima “tamparan” motivasi – entah itu lewat kritik publik atau tidak dipanggil – agar kembali ke jalur yang benar.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menelusuri perjalanan Timnas selama lebih dari satu dekade, saya melihat fenomena ini bukan sekadar soal performa individu, melainkan dinamika strategi tim yang sedang bertransformasi. John Herdman kini mengadopsi gaya permainan yang menuntut kecepatan transisi dan ketangguhan mental di lini belakang. Dalam konteks ini, pemain yang hanya mengandalkan fisik tanpa kecepatan berpikir tak akan cocok.
Ridho memang memiliki pengalaman internasional, namun statistik duel udara dan intersepsi dalam tiga pertandingan terakhir menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Sementara itu, Elkan Baggott dan Mees Hilgers telah menunjukkan konsistensi tinggi di liga Eropa, memberikan nilai tambah taktis yang sulit diabaikan.
Namun, jangan menutup pintu bagi Ridho terlalu cepat. Pemain berusia 24 tahun masih berada dalam fase krusial pengembangan mental. Jika ia dapat menyalurkan energi positif dari Super League ke dalam performa defensif yang lebih agresif, peluangnya untuk kembali dipanggil tidak mustahil. Kuncinya adalah kedisiplinan latihan, peningkatan kecepatan keputusan, dan mentalitas kompetitif yang tak tergoyahkan.
Di sisi lain, keputusan tidak memanggil Ridho dapat menjadi sinyal kuat bagi seluruh skuad: tidak ada tempat bagi yang berpuas diri. Ini adalah taktik psikologis yang sering dipakai pelatih top dunia untuk memacu pemain muda agar terus berinovasi. Jika Ridho mampu mengubah kritik menjadi bahan bakar, ia tidak hanya akan kembali ke Timnas, tetapi juga menjadi contoh bagi generasi selanjutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Rizky Ridho tidak masuk dalam skuad Timnas untuk FIFA ASEAN Cup 2026?
A: Karena pelatih John Herdman masih menilai performa pemain dan belum memutuskan finalisasi skuad. - Q: Siapa saja pesaing Ridho untuk posisi bek tengah di Timnas?
A: Jay Idzes, Justin Hubner, Mees Hilgers, Elkan Baggott, dan Kevin Diks. - Q: Apa yang harus dilakukan Ridho agar kembali dipanggil?
A: Menunjukkan performa konsisten di tiga laga awal Super League 2026/27 dan meningkatkan kecepatan serta keputusan di lini belakang.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
