Drama Comeback Bimo/Thesya Goyang Debut BWF 2026, Menang 22-20 di Ganda Campuran!

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Drama Comeback Bimo/Thesya Goyang Debut BWF 2026, Menang 22-20 di Ganda Campuran!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pasangan ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo dan Arlya Nabila Thesya, menaklukkan wakil Prancis 21‑12, 13‑21, 22‑20.
  • Setelah terpuruk 16‑20 di gim penentuan, mereka bangkit dengan mental “nothing to lose” dan menutup laga dengan dramatis.
  • Selanjutnya, duo ini akan bertarung melawan wakil Jepang di babak 32 besar Indira Gandhi Arena, New Delhi.

Debut Kejuaraan Dunia BWF 2026 memang tidak pernah mudah, apalagi bagi pasangan muda Bimo Prasetyo dan Arlya Nabila Thesya. Pada Selasa (18/8), mereka menyalip Julien Maio & Lea Palermo dari Prancis dengan skor menegangkan 21‑12, 13‑21, 22‑20. Setelah menguasai set pertama, lawan bangkit agresif di set kedua, memaksa duo Indonesia terpaksa menelan kekalahan 13‑21.

Ketegangan memuncak di gim penentuan. Pada titik 16‑20, Thesya mengaku “tegang parah” namun tetap menahan napas, sementara Bimo menekankan pentingnya ketenangan. “Kami bermain dengan mental nothing to lose, yakin dengan apa yang kami punya,” ujar Bimo dalam konferensi pers PBSI. Dengan fokus satu poin demi satu poin, mereka berhasil memutar kembali skor menjadi 22‑20, menutup laga dengan sorakan penonton.

“Ini pertandingan pertama kami di Kejuaraan Dunia, pasti tegang tapi sangat excited. Itu jadi sedikit berpengaruh ke lapangan tadi. Kami harus bisa lebih mengontrol emosi,” kata Thesya. Sementara Bimo menambahkan, “Setelah kami menang di gim pertama, lawan mainnya lebih jalan, lebih hidup, kami jadi yang kebingungan di gim kedua dan ketiga sampai poin 16‑20 itu.”

Atmosfer Indira Gandhi Arena yang megah menambah adrenalin mereka. Kedua pemain menegaskan kebanggaan bisa tampil di panggung dunia, sekaligus menyiapkan taktik untuk melawan wakil Jepang di babak 32 besar yang dijadwalkan Rabu (19/8).

Analisis Pakar

Secara taktis, kemenangan Bimo/Thesya menonjolkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Mereka berhasil mengubah ritme permainan setelah set pertama, menyesuaikan posisi raket dan memanfaatkan serangan net yang lebih tajam. Pada set kedua, lawan Prancis mengimplementasikan strategi smash berulang, memaksa duo Indonesia menurunkan tempo dan menelan set. Namun, perubahan taktik di gim penentuan—dengan fokus pada rally pendek dan kontrol net—menjadi kunci pembalikan.

Aspek mental juga tak kalah penting. Kedua pemain menunjukkan kedewasaan luar biasa untuk usia mereka, terutama dalam mengelola tekanan pada poin krusial 16‑20. Pendekatan “nothing to lose” yang diungkapkan Bimo mencerminkan pemahaman psikologis yang sering diajarkan oleh pelatih elite: mengalihkan fokus dari hasil akhir ke proses satu poin.

Namun, masih ada ruang perbaikan. Pertahanan belakang mereka masih rentan terhadap smash berkecepatan tinggi, terlihat pada set kedua ketika lawan menguasai rally panjang. Untuk menghadapi Jepang—yang dikenal dengan kecepatan footwork dan variasi drop—Bimo/Thesya harus memperkuat transisi dari defense ke offense, serta meningkatkan variasi servis untuk mengganggu ritme lawan.

Jika mereka dapat menyalurkan energi debut ini menjadi konsistensi taktik dan mental, Indonesia berpeluang menembus semifinal, bahkan menantang pasangan senior yang lebih berpengalaman. Ini bukan sekadar kemenangan, melainkan blueprint bagi generasi muda bulu tangkis Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa lawan Bimo/Thesya di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026?
    A: Mereka akan bertemu wakil Jepang pada Rabu, 19 Agustus di Indira Gandhi Arena, New Delhi.
  • Q: Bagaimana skor akhir pertandingan Bimo/Thesya melawan Prancis?
    A: Indonesia menang 21‑12, 13‑21, 22‑20.
  • Q: Apa faktor utama yang membuat Bimo/Thesya berhasil comeback di gim penentuan?
    A: Ketenangan mental, fokus pada satu poin, dan taktik net agresif menjadi kunci pembalikan skor.
Meow! Tanya Nesi!
😾