Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

China Berduka: Zhu Rongji, Bapak Reformasi Ekonomi, Meninggal di Usia 97

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

China Berduka: Zhu Rongji, Bapak Reformasi Ekonomi, Meninggal di Usia 97
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat mantan Perdana Menteri Zhu Rongji meninggal pada usia 97 tahun.
  • Bendera di Tiananmen dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang sebagai penghormatan.
  • Kremasi dan pemakaman di Babaoshan Revolutionary Cemetery menandai akhir era reformis ekonomi China.

Ringkasan Singkat

China tengah berduka atas wafatnya Zhu Rongji, yang dikenal sebagai Bapak Reformasi Ekonomi negara tersebut. Zhu meninggal pada Rabu pekan lalu, berusia 97 tahun, dan pemerintah menurunkan bendera setengah tiang di Lapangan Tiananmen serta di kantor pemerintah Hong Kong sebagai tanda hormat.

Proses pemakaman berlangsung di Babaoshan Revolutionary Cemetery, tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh revolusi China. Kendaraan konvoi yang diyakini membawa jenazah Zhu melintasi jalan‑jalan Beijing, menandai ritual resmi yang biasanya diselenggarakan untuk pemimpin senior.

Selama menjabat sebagai Perdana Menteri (1998‑2003) di era Presiden Jiang Zemin, Zhu memimpin serangkaian reformasi ekonomi yang membuka pasar, menurunkan tarif, dan memperkuat sektor perbankan. Sebelumnya, ia pernah menjadi Wali Kota Shanghai, di mana ia menguji kebijakan liberalisasi yang kemudian diadopsi secara nasional.

Keberhasilan Zhu dalam menstabilkan ekonomi pasca krisis Asia 1997‑1998 serta mempercepat integrasi China ke dalam sistem keuangan global menjadikannya figur sentral dalam transformasi ekonomi modern. Foto-foto arsip Reuters menampilkan Zhu di Kongres Nasional Partai Komunis ke‑19 pada 2017, menegaskan peran simbolisnya yang masih dihormati meski telah pensiun.

Analisis Pakar

Kepergian Zhu Rongji menutup bab penting dalam sejarah kebijakan makroekonomi China. Sebagai arsitek utama reformasi struktural pada akhir 1990‑an, ia menegakkan prinsip pasar yang terkontrol, mengurangi peran langsung negara dalam alokasi sumber daya, dan memperkenalkan mekanisme kompetitif di sektor perbankan. Kebijakan‑kebijakan ini tidak hanya menstabilkan pertumbuhan GDP yang sempat melambat, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi ekspansi perdagangan internasional yang kini menjadi pilar utama PDB China.

Dari perspektif investor, warisan Zhu tetap relevan. Reformasi yang ia dorong membuka ruang bagi perusahaan swasta dan foreign direct investment (FDI). Meskipun kini China menghadapi tantangan demografis dan tekanan regulasi, struktur pasar yang dibangun pada era Zhu memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk beradaptasi. Investor harus menilai sejauh mana kebijakan terbaru pemerintah masih sejalan dengan prinsip liberalisasi yang menjadi warisan Zhu, terutama dalam sektor teknologi dan layanan keuangan.

Namun, penting untuk diingat bahwa reformasi Zhu juga menimbulkan ketimpangan regional yang signifikan. Kebijakan “coastal opening” mempercepat pertumbuhan di wilayah pesisir, sementara interior tetap tertinggal. Bagi pelaku bisnis, ini berarti peluang investasi infrastruktur dan konsumsi di daerah tengah dan barat masih sangat terbuka, asalkan ada dukungan kebijakan yang tepat.

Secara makro, kematian Zhu mengingatkan kita bahwa kepemimpinan visioner tidak bersifat abadi. Pemerintah China kini harus menyeimbangkan antara kontrol politik yang ketat dan kebutuhan untuk menjaga momentum reformasi ekonomi. Keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang akan sangat bergantung pada kemampuan birokrasi untuk meniru semangat pragmatis Zhu tanpa mengorbankan stabilitas sosial.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan tepatnya Zhu Rongji meninggal?
    A: Zhu Rongji meninggal pada Rabu, 16 Agustus 2026, dalam usia 97 tahun.
  • Q: Di mana jenazah Zhu dimakamkan?
    A: Jenazahnya dimakamkan di Babaoshan Revolutionary Cemetery di Beijing.
  • Q: Apa kontribusi utama Zhu Rongji terhadap ekonomi China?
    A: Zhu memimpin reformasi struktural, liberalisasi pasar, restrukturisasi sektor perbankan, dan membuka pintu bagi investasi asing, yang secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi China pada akhir 1990‑an hingga awal 2000‑an.
Meow! Tanya Nesi!
😸