Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M5,3 Guncang Ende, Potensi Tsunami dan Gempa Susulan Dipantau

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M5,3 Guncang Ende, Potensi Tsunami dan Gempa Susulan Dipantau
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 5,3 terjadi pada 17 Agustus 2026 pukul 06:36:39 WIB di kedalaman yang belum dipublikasikan, berpusat 68 km arah NNW Ende, Nusa Tenggara Timur.
  • Data awal menunjukkan pusat gempa berada di zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menukik di bawah lempeng Eurasia.
  • Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan signifikan, korban jiwa, atau luka-luka.

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 5,3 terjadi pada 17 Agustus 2026 pukul 06:36:39 WIB di kedalaman yang belum dipublikasikan, berpusat 68 km arah NNW Ende, Nusa Tenggara Timur. Data awal menunjukkan pusat gempa berada di zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menukik di bawah lempeng Eurasia.

Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan signifikan, korban jiwa, atau luka-luka. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengaktifkan posko darurat dan menyiapkan tim evakuasi bila diperlukan. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.

Wilayah Ende terletak di bagian selatan Cincin Api Pasifik, yang dikenal dengan aktivitas tektonik tinggi. Sesar utama yang melintasi daerah ini adalah sesar Ende‑Lio, bagian dari sistem patahan kompleks yang menghubungkan zona subduksi Sunda dengan zona transformasi di Pulau Flores. Sejarah gempa menunjukkan bahwa wilayah ini mengalami guncangan berkekuatan menengah hingga kuat secara periodik, dengan kejadian magnitude 6,0 atau lebih pada tahun 1992, 2005, dan 2018.

BMKG bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas seismik pasca‑gempa. Potensi gempa susulan (aftershock) diperkirakan tinggi, mengingat zona tektonik yang masih aktif. Meskipun gempa ini tidak menimbulkan peringatan tsunami, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini tsunami regional sebagai langkah antisipatif, mengingat kedalaman gempa yang belum diketahui secara pasti.

Publik diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi resmi melalui kanal BMKG, Siaga Bencana, serta media lokal. Jika terjadi gempa susulan dengan intensitas lebih tinggi, segera lakukan evakuasi ke tempat terbuka, hindari bangunan rapuh, dan ikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Ende berada di zona interaksi lempeng Indo‑Australia dan Eurasia, dimana lempeng Indo‑Australia menukik ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun. Tekanan akumulatif ini menghasilkan sesar Ende‑Lio, sebuah patahan thrust yang menimbulkan deformasi vertikal dan horisontal pada kerak bumi. Sejarah seismik menunjukkan pola rekursif gempa berkekuatan 5‑6 yang terjadi setiap 8‑12 tahun, menandakan adanya siklus pelepasan energi yang belum sepenuhnya terlepas.

Data seismik terbaru mengindikasikan bahwa gempa M5,3 ini kemungkinan terjadi pada kedalaman 10‑15 km, cukup dangkal untuk menghasilkan getaran yang terasa di permukaan namun tidak cukup dalam untuk memicu tsunami signifikan. Namun, bila terjadi pergeseran mendadak pada sesar thrust utama, potensi tsunami lokal tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya, terutama bagi wilayah pesisir selatan Ende.

Gempa susulan (aftershock) biasanya muncul dalam rentang waktu beberapa jam hingga beberapa minggu setelah kejadian utama, dengan magnitudo yang dapat mencapai 4,5‑5,0. Oleh karena itu, masyarakat dan otoritas harus tetap waspada, terutama terhadap struktur bangunan yang rentan. Pemantauan kontinu menggunakan jaringan seismometer BMKG dan jaringan internasional akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai evolusi stress tektonik di zona ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸