Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M 4,8 Guncang Ende, 52 km NNW: Dampak Awal dan Tinjauan Geofisika

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M 4,8 Guncang Ende, 52 km NNW: Dampak Awal dan Tinjauan Geofisika
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gempa bumi berkekuatan magnitude 4,8 mengguncang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 12.16 WIB, 17 Agustus 2026.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada 52 kilometer arah utara‑barat‑utara (NNW) dari kota Ende dengan kedalaman 10 kilometer.
  • Menurut laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius yang dilaporkan.

Gempa bumi berkekuatan magnitude 4,8 mengguncang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 12.16 WIB, 17 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada 52 kilometer arah utara‑barat‑utara (NNW) dari kota Ende dengan kedalaman 10 kilometer.

Menurut laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius yang dilaporkan. Beberapa bangunan ringan mengalami retak pada dinding, namun tidak ada kerusakan struktural signifikan. Tim SAR dan petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memeriksa area rawan longsor di sekitar lereng gunung berapi Ende.

Gempa ini terjadi pada zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang dikenal dengan sistem patahan Flores Back‑Arc Thrust. Aktivitas seismik di wilayah ini memang tinggi; dalam dua dekade terakhir tercatat lebih dari 150 gempa dengan magnitude di atas 4,0, termasuk gempa M 6,1 pada November 2018 yang menimbulkan kerusakan luas.

BMKG menegaskan bahwa gempa dengan magnitude di bawah 5,5 umumnya tidak menimbulkan tsunami, namun wilayah pesisir tetap diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang kecil. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi gempa susulan, mengingat pola aftershock yang biasanya terjadi dalam rentang 24‑48 jam setelah kejadian utama.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Ende terletak di atas kompleks patahan Flores Back‑Arc Thrust, yang merupakan bagian dari zona tektonik aktif di Pulau Flores. Patahan ini terbentuk akibat proses subduksi Lempeng Indo‑Australia di bawah Lempeng Eurasia, menghasilkan tekanan horizontal dan vertikal yang memicu pergeseran batuan secara periodik. Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa zona ini telah melahirkan gempa berkekuatan menengah hingga kuat, termasuk gempa M 6,1 pada 2018 dan gempa M 5,9 pada 2022, keduanya menimbulkan kerusakan struktural dan menimbulkan peringatan tsunami lokal. Meskipun gempa M 4,8 kali ini berada pada kedalaman dangkal, potensi pergeseran sesar dapat memicu aftershock dengan magnitude lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Analisis seismik terbaru mengindikasikan bahwa segmen patahan utama masih mengakumulasi stres yang cukup, sehingga pemantauan intensif melalui jaringan seismometer dan GPS sangat penting. Risiko tsunami pada gempa dengan magnitude di bawah 5,5 tetap rendah, namun pergerakan vertikal pada dasar laut dapat menghasilkan gelombang kecil yang berpotensi mengganggu pelabuhan kecil. Masyarakat disarankan untuk mengikuti peringatan BMKG, menyiapkan paket darurat, dan menghindari daerah rawan longsor hingga evaluasi lanjutan selesai.

Meow! Tanya Nesi!
😸