Gempa 4,9 SR Guncang Ende, Warga Diminta Waspada Getaran Susulan
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah 61 km barat laut Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (17/8/2026) pukul 10.20 WIB.
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 km dengan koordinat 8,70° LS dan 121,25° BT.
- Getaran dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya, memicu kepanikan warga meski belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa hingga siang hari.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah 61 km barat laut Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (17/8/2026) pukul 10.20 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 km dengan koordinat 8,70° LS dan 121,25° BT. Getaran dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya, memicu kepanikan warga meski belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa hingga siang hari.
BMKG menyatakan gempa bersifat tektonik akibat aktivitas sesar lokal di zona konvergensi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Dr. I Made Mangku Pastika, menegaskan tim sedang memantau potensi gempa susulan. "Warga diimbau tenang namun tetap waspada, hindari bangunan retak dan ikuti protokol evakuasi jika diperlukan," ujarnya dalam siaran pers. Pemerintah daerah telah mengaktifkan posko siaga bencana untuk memverifikasi dampak di lapangan.
Analisis Pakar Geofisika
Wilayah Ende terletak di zona tektonik kompleks Flores, yang merupakan bagian dari busur vulkanik Sunda. Sesar aktif utama di area ini terkait dengan subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, membentuk sistem patahan transcurrent dan normal. Secara historis, Flores memiliki riwayat kegempaan merusak seperti gempa 6,8 SR tahun 1992 yang memicu tsunami lokal. Gempa kali ini kemungkinan dipicu oleh pelepasan energi pada sesar dangkal di lereng benang tektonik, dengan mekanisme fokus geser-miring (oblique-slip). Potensi tsunami sangat rendah karena magnitudo kurang dari 6,5 SR, namun getaran susulan dengan magnitudo 3-4 SR mungkin terjadi dalam 72 jam ke depan. Masyarakat diimbau tidak terpancing isu hoaks dan mematuhi instruksi BMKG.