Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sesar Naik Flores Diprediksi Bergolak 3 Minggu Lagi: Ancaman Gempa Susulan dan Tsunami Mengintai

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Sesar Naik Flores Diprediksi Bergolak 3 Minggu Lagi: Ancaman Gempa Susulan dan Tsunami Mengintai
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat BMKG perkirakan aktivitas Sesar Naik Flores akan tetap kuat selama 2‑3 minggu ke depan.
  • Sejak gempa utama M7,7, tercatat 235 aftershock dengan magnitudo M2,5‑M6,2, belum menunjukkan penurunan signifikan.
  • Gelombang tsunami tercatat hingga 1,61 m, namun peringatan dini dihentikan setelah muka laut kembali stabil.

Ringkasan Singkat

  • BMKG perkirakan aktivitas Sesar Naik Flores akan tetap kuat selama 2‑3 minggu ke depan.
  • Sejak gempa utama M7,7, tercatat 235 aftershock dengan magnitudo M2,5‑M6,2, belum menunjukkan penurunan signifikan.
  • Gelombang tsunami tercatat hingga 1,61 m, namun peringatan dini dihentikan setelah muka laut kembali stabil.

Jakarta, 15 Agustus 2026 – BMKG mengeluarkan perkiraan bahwa sesar yang memicu gempa M7,7 di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, masih akan menghasilkan rangkaian gempa susulan selama dua hingga tiga pekan ke depan sebelum mereda secara alami.

Hingga pukul 14.00 WIB, Sabtu (15/8), BMKG mencatat 235 aftershock sejak gempa utama mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari. Magnitudo aftershock beragam, mulai dari M2,5 hingga M6,2, dan sebagian besar terpusat di sebelah utara Pulau Flores.

Grafik pemantauan yang dipublikasikan BMKG menunjukkan bahwa tren keparahan gempa susulan belum mengalami penurunan yang berarti. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa proses peluruhan alami biasanya memakan waktu dua sampai tiga minggu, mengacu pada pola gempa merusak yang pernah terjadi di Maluku Utara.

"Kami akan terus memantau pergerakan sesar ini secara real‑time," ujar Faisal dalam konferensi pers. "Berdasarkan histori dan karakteristik wilayah, stabilisasi sesar membutuhkan waktu tertentu sebelum aktivitas seismik kembali normal."

Gempa utama yang berpusat pada kedalaman 15 km merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores atau Flores Back Arc Thrust. Secara historis, struktur ini telah mencatat serangkaian gempa merusak, termasuk gempa M7,8 pada kedalaman 28 km pada tahun 1992.

Karena kedalaman yang lebih dangkal, gempa kali ini menimbulkan kerusakan fisik yang lebih berat pada bangunan dan infrastruktur. Selain itu, gempa tersebut memicu tsunami yang terdeteksi di pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Jaringan tide gauge mencatat ketinggian puncak tsunami hingga 1,61 m di Reo Manggarai dan Manggarai Timur, 0,94 m di Maurole, Ende, serta lebih dari 0,5 m di Bulukumba, Sape, dan Bima.

Setelah pemantauan intensif, BMKG menutup seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB, menyatakan bahwa kondisi muka laut telah kembali aman.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat pola yang mengkhawatirkan dalam penanganan risiko seismik di wilayah Indonesia timur. Meskipun BMKG secara konsisten memberikan data teknis yang akurat, respons kebijakan dan kesiapsiagaan lokal masih jauh dari standar internasional. Keterlambatan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil Flores, memperparah potensi kerugian.

Selama dekade terakhir, pemerintah pusat dan daerah belum mengimplementasikan kebijakan mitigasi yang memadai, seperti peninjauan ulang zona rawan gempa, penegakan standar bangunan tahan gempa, serta program edukasi publik yang berkelanjutan. Kasus Flores menegaskan bahwa kekurangan infrastruktur tahan gempa masih menjadi titik lemah utama, mengingat gempa dangkal dengan magnitudo tinggi cenderung menghasilkan kerusakan struktural yang luas.

Selain itu, sistem peringatan dini tsunami yang beroperasi secara otomatis memang berhasil menghentikan peringatan tepat waktu, namun tidak ada mekanisme yang memastikan masyarakat benar‑benar memahami instruksi evakuasi. Penelitian lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih mengandalkan informasi lisan atau media sosial yang belum terverifikasi, meningkatkan risiko kepanikan atau, sebaliknya, kepasifan.

Ke depan, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah. Investasi pada jaringan sensor seismik yang lebih padat, pelatihan teknis bagi aparat desa, serta kampanye edukasi berbasis komunitas dapat memperkecil dampak sosial‑ekonomi dari rangkaian aftershock yang diperkirakan akan berlangsung hingga tiga minggu ke depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab utama gempa di Flores pada 15 Agustus 2026?
    A: Gempa dipicu oleh pergerakan Sesar Naik Flores, sebuah zona tektonik back‑arc thrust yang aktif.
  • Q: Berapa lama aftershock diperkirakan akan terus terjadi?
    A: BMKG memperkirakan proses peluruhan alami akan memakan waktu antara 2 hingga 3 minggu.
  • Q: Apakah tsunami masih menjadi ancaman setelah peringatan dini dihentikan?
    A: Peringatan dini telah dicabut karena muka laut kembali stabil, namun warga tetap disarankan untuk waspada terhadap kemungkinan gelombang kecil.
Meow! Tanya Nesi!
😸