Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ketika Anne Hathaway Jadi Emak-Emak Pemburu Dinosaurus! Review 'The End of Oak Street' yang Absurd Tapi Nagih

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ketika Anne Hathaway Jadi Emak-Emak Pemburu Dinosaurus! Review 'The End of Oak Street' yang Absurd Tapi Nagih
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • The End of Oak Street (2026) menyajikan kolaborasi epik Anne Hathaway dan Ewan McGregor melawan dinosaurus dengan latar era '80-an yang kental.
  • Sutradara David Robert Mitchell mencoba menggabungkan drama keluarga dengan fiksi ilmiah (wormhole & dinosaurus), namun eksekusi sci-fi-nya dinilai kurang logis dan menyisakan banyak plot hole.
  • Meskipun naskahnya absurd, akting ciamik para pemeran utama serta visual dan desain produksi yang memukau menyelamatkan film ini menjadi tontonan yang menghibur.

Halo movie freaks! Balik lagi sama Nadia Putri di sini. Kali ini kita mau bahas film yang bener-bener bikin dahi mengkerut tapi sekaligus bikin mata nggak bisa kedip. Yup, apalagi kalau bukan The End of Oak Street (2026)! Bayangin aja, gimana jadinya kalau aktris kesayangan kita, Anne Hathaway, mendadak alih profesi jadi emak-emak tangguh yang nembakin dinosaurus pakai senapan laras panjang? Terdengar super random, kan? Tapi ini nyata, guys!

Disutradarai oleh David Robert Mitchell, film ini sebenarnya punya premis yang ambisius banget. Mitchell mencoba mengawinkan drama konflik rumah tangga yang realistis dengan elemen fiksi ilmiah ala Jurassic World dan Star Trek. Ditambah lagi, vibes era '80-an yang kental bikin film berdurasi 99 menit ini terasa estetik banget tanpa kelihatan jadul.

Awalnya, drama suami-istri yang diperankan Anne Hathaway dan Ewan McGregor berjalan sangat solid dan relateable. Tapi, begitu unsur mesin waktu, teori wormhole, dan dinosaurus yang tiba-tiba muncul di Amerika modern mulai masuk... nah, di sinilah logika penonton mulai diuji! Mitchell tampaknya agak kewalahan meramu teori sainsnya, sampai-sampai menyisakan plot hole sebesar kawah meteor di akhir film. Untungnya, akting gokil Anne dan Ewan sebagai pasutri yang harus bertahan hidup bareng anak-anak mereka yang super rewel berhasil menyelamatkan film ini dari kehancuran total.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat The End of Oak Street adalah bukti nyata dari fenomena "ambisi sutradara yang melampaui kapasitas naskah". David Robert Mitchell, yang sebelumnya sukses membangun kultus lewat Under the Silver Lake, tampaknya masih terjebak dalam ego artistiknya sendiri. Dia ingin menjadi visioner seperti Christopher Nolan dengan bermain-main di ranah ruang dan waktu, namun sayangnya, ia kekurangan presisi ilmiah yang membuat konsep rumit tersebut bisa diterima akal sehat penonton. Kehadiran produser J.J. Abrams di balik layar pun tampaknya justru memperkeruh suasana dengan formula misteri yang akhirnya tidak terjawab dengan memuaskan.

Namun, mari kita beri apresiasi setinggi-tingginya untuk departemen akting, khususnya Anne Hathaway. Tahun 2026 ini tampaknya memang menjadi tahunnya Anne—bahkan sampai muncul candaan "Anne lagi, Anne lagi" karena saking seringnya dia muncul di bioskop. Tapi hebatnya, Anne tidak pernah gagal memberikan performa kelas A. Karakter ibu rumah tangga bersenjata yang ia bawakan di sini mempertegas persona feminisme kuat yang konsisten ia usung sepanjang tahun ini. Ditambah dengan chemistry-nya bersama Ewan McGregor yang berperan apik sebagai "suami-beta" yang suportif namun berkembang secara emosional, dinamika pasutri ini menjadi jangkar emosional yang menahan film ini agar tidak melayang terlalu jauh ke dalam keabsurdan.

Satu hal lagi yang menyelamatkan film ini adalah tim produksi di balik layar. Tata rias, efek visual, dan desain produksinya patut diacungi jempol. Menghadirkan dinosaurus di tengah lanskap suburban Amerika era '80-an tanpa terlihat murahan adalah pencapaian estetika yang luar biasa. Mereka berhasil mewujudkan imajinasi liar Mitchell menjadi sebuah tontonan visual yang memanjakan mata.

Kesimpulannya, jika Anda mencari film fiksi ilmiah dengan logika sekeras batu, Anda mungkin akan pulang dengan kepala pusing dan rasa kecewa. Namun, jika Anda bersedia mengesampingkan logika demi melihat Anne Hathaway tampil bad-ass memburu dinosaurus dalam balutan estetika retro yang memukau, maka The End of Oak Street adalah sajian alternatif yang sangat menghibur untuk akhir pekan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah film The End of Oak Street (2026) cocok ditonton bersama keluarga?
A: Ya, film ini sangat menghibur untuk ditonton bersama keluarga karena menggabungkan drama keluarga yang hangat dengan aksi petualangan melawan dinosaurus yang seru, meskipun ada beberapa adegan menegangkan.

Q: Mengapa bagian fiksi ilmiah di film ini banyak dikritik?
A: Banyak kritikus menilai penjelasan mengenai teori wormhole dan perjalanan waktu dalam film ini kurang konsisten dan menyisakan banyak pertanyaan (plot hole) yang tidak terjawab hingga akhir durasi.

Q: Bagaimana kualitas akting Anne Hathaway di film ini?
A: Sangat memukau! Meskipun ini merupakan salah satu dari banyak filmnya yang rilis di tahun yang sama, Anne Hathaway berhasil memberikan penampilan yang segar dan kuat sebagai seorang ibu rumah tangga yang tangguh.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸