Ian Garry Akui Kalah Telak: Islam Makhachev Lebih Hebat di UFC 330!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Islam Makhachev mempertahankan gelar welterweight UFC dengan keputusan angka multak melawan Ian Garry di UFC 330.
- Garry mengakui lawannya lebih baik, namun tetap bangga karena menahan serangan hingga bel terakhir.
- Pertarungan berlangsung sengit dengan takedown, ground‑and‑pound, dan serangan berdiri yang memukau penonton di XfinityMobileArena.
Philadelphia, 16 Agustus 2026 – Dalam laga puncak UFC330, Islam Makhachev menegaskan dominasinya di kelas welter dengan mengalahkan Ian Garry lewat keputusan angka multak (49‑46, 49‑46, 48‑47). Meskipun wajahnya berlumuran darah, sang juara tetap tampil tenang, menutup catatan 29 kemenangan dan satu kekalahan dalam karier MMA‑nya.
Sejak ronde pertama, Makhachev langsung menampilkan grappling kelas dunia, melakukan beberapa takedown dan mengendalikan Garry di pinggir oktagon. Garry, yang baru saja menambah catatan 10‑2 di UFC, tak tinggal diam; ia menekan dengan tendangan kaki dan pukulan ke badan, namun balasan kepala Makhachev menjatuhkannya kembali ke matras.
Ronde kedua menjadi lebih terbuka. Garry menyalurkan serangan berdiri, namun Makhachev membalas dengan ground‑and‑pound yang keras. Di ronde ketiga dan keempat, sang Irlandia berhasil menahan beberapa takedown, bahkan melontarkan pukulan ke wajah dan tubuh lawannya, menunjukkan keberanian dan stamina yang luar biasa.
Pada ronde penutup, Makhachev kembali mengandalkan keunggulan grappling, mengunci punggung Garry dan hampir menyelesaikan pertarungan dengan rear‑naked choke. Namun Garry bertahan hingga bel terakhir berbunyi, menegaskan bahwa ia memang layak berada di panggung tertinggi UFC.
Setelah keputusan diumumkan, Garry mengaku, “Malam ini bukan malamku. Islam memang lebih baik dariku malam ini dan itu tidak apa‑apa. Aku baru saja melawan petarung yang bisa dibilang terhebat yang pernah kita lihat, dan aku memaksanya hingga detik‑detik terakhir. Aku sangat bangga pada diriku sendiri.”
Analisis Pakar
Menurut saya, Islam Makhachev menunjukkan evolusi taktik yang sangat matang. Ia tidak hanya mengandalkan grappling tradisional, melainkan mengintegrasikan serangan berdiri yang tajam, sehingga lawan kesulitan menemukan celah. Keputusan untuk kembali ke matras pada ronde terakhir bukan sekadar kebetulan; itu adalah strategi untuk mengendalikan tempo dan mengurangi risiko serangan balik Garry yang semakin tajam.
Sementara itu, Ian Garry memperlihatkan keberanian yang patut diacungi jempol. Ia berhasil menahan tekanan Makhachev selama empat ronde penuh, bahkan mencuri beberapa momen penting dengan pertahanan takedown yang solid. Namun, kurangnya variasi dalam serangan berdiri—terutama pada ronde pertama—menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Makhachev.
Dari sudut pandang taktik, Makhachev menampilkan pola “high‑low” yang efektif: memulai dengan takedown, mengontrol posisi, lalu menyisipkan serangan kepala untuk membuka peluang ground‑and‑pound. Garry, di sisi lain, perlu mengasah juggling antara striking dan takedown defense, agar tidak terjebak dalam satu dimensi pertarungan.
Ke depan, pertarungan ini menjadi batu loncatan penting bagi kedua petarung. Makhachev kini berada di puncak, namun tekanan untuk mempertahankan gelar akan semakin berat. Garry, dengan catatan 17‑2 di MMA, masih memiliki ruang untuk bangkit, terutama jika ia menambah variasi striking dan memperkuat transisi ke tanah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Bagaimana cara Islam Makhachev memenangkan UFC 330?
A: Ia menang lewat keputusan angka multak setelah mengendalikan grappling, melakukan takedown penting, dan memberikan serangan ground‑and‑pound yang konsisten. - Q: Apa catatan karier Ian Garry setelah UFC 330?
A: Garry mencatatkan rekor 17‑2 di MMA dan 10‑2 di UFC, tetap berada di papan atas kelas welter. - Q: Di mana pertarungan UFC 330 diselenggarakan?
A: Pertarungan berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
