Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Dana White Gigit Jari! Ian Garry Bikin Makhachev Babak Belur, Tapi Agresifnya Masih Kurang!

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Dana White Gigit Jari! Ian Garry Bikin Makhachev Babak Belur, Tapi Agresifnya Masih Kurang!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Ian Garry berhasil membuat Islam Makhachev babak belur, namun tetap kalah mutlak di UFC 330.
  • Dana White menilai Garry terlalu bersahabat dan kurang insting pembunuh di ronde akhir.
  • Makhachev mempertahankan gelar welter dengan skor 49‑46, 49‑46, 48‑47, menambah catatan 29‑1 dalam kariernya.

Pertarungan utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, menjadi ajang adu taktik antara Ian Garry dan juara welter asal Dagestan, Islam Makhachev. Selama lima ronde yang menegangkan, Garry menampilkan serangan berulang‑ulang, bahkan berhasil menorehkan luka pada wajah Makhachev di ronde ketiga dan keempat. Namun, sang juara tetap mengendalikan tempo dengan grappling superior, mengamankan takedown krusial di ronde pertama dan kelima.

Ronde pertama, Makhachev langsung menurunkan takedown dan menahan Garry di pinggir oktagon, menegaskan dominasi grappling‑nya. Meski kontrolnya kuat, ia belum memberikan kerusakan signifikan. Ronde kedua membuka peluang bagi Garry: tendangan keras ke tubuh dan pukulan berirama yang menekan Makhachev. Balasan Makhachev datang lewat tendangan kepala yang hampir menjatuhkan Garry, lalu kembali ke ground‑and‑pound.

Puncak aksi terjadi di ronde ketiga dan keempat. Garry menampilkan pertahanan takedown yang solid, memotong serangan Makhachev, sekaligus menancapkan pukulan ke wajah dan tubuh lawan. Sorotan Dana White muncul setelah ronde kelima, ketika Garry memilih berjabat tangan alih‑alih melancarkan serangan akhir. "Jika dia punya sedikit saja insting membunuh, ronde kelima pasti berbeda," kata White, mengekspresikan kekecewaannya.

Ronde kelima kembali menjadi arena grappling. Makhachev menurunkan Garry, menguasai punggung, dan mencoba rear‑naked choke. Garry bertahan hingga bel terakhir, namun keputusan juri tetap memihak Makhachev dengan skor 49‑46, 49‑46, 48‑47. Rekor Makhachev kini 29‑1 (18‑1 di UFC), sementara Garry menutup catatan 17‑2 (10‑2 di UFC).

Analisis Pakar

Melihat kembali pertarungan ini, jelas bahwa strategi Garry masih dalam fase pembelajaran. Ia memiliki kecepatan tangan dan kaki yang mengesankan, serta kemampuan menahan takedown yang tidak sedikit. Namun, mentalitas agresif—yang menjadi DNA para juara UFC—masih belum sepenuhnya terasah. Dana White menyoroti hal ini dengan tepat: dalam dunia welter, satu detik keputusan dapat mengubah nasib karier.

Di sisi lain, Makhachev menunjukkan evolusi taktik yang luar biasa. Ia tidak hanya mengandalkan grappling, tetapi juga menambah elemen striking yang mematikan, seperti tendangan kepala yang menurunkan Garry di ronde kedua. Kombinasi ini membuatnya sulit diprediksi dan menambah dimensi baru pada gaya sambo‑MMAnya.

Untuk Garry, langkah selanjutnya adalah menambah insting pembunuh—yaitu kemampuan mengubah peluang menjadi akhir pertarungan. Ini bukan sekadar menambah pukulan, melainkan mengatur jarak, memaksa lawan ke posisi tak menguntungkan, dan menutup pertarungan dengan serangan berbahaya di menit‑menit akhir. Jika ia berhasil mengintegrasikan elemen ini, ia berpotensi menjadi challenger utama di divisi welter.

Secara taktis, UFC 330 menjadi contoh klasik bagaimana grappling masih menjadi kunci di kelas welter, namun striking yang tepat waktu dapat mengubah dinamika. Kedua petarung menunjukkan bahwa MMA kini bukan lagi sekadar satu disiplin, melainkan simfoni strategi yang menuntut adaptasi terus‑menerus.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Dana White mengkritik Ian Garry?
  • A: White menilai Garry terlalu bersahabat di ronde akhir dan kurang menunjukkan insting pembunuh yang diperlukan untuk mengalahkan juara.
  • Q: Bagaimana cara Makhachev mengendalikan pertarungan?
  • A: Makhachev mengandalkan takedown awal, kontrol posisi, dan serangan striking yang tepat untuk menekan Garry sepanjang lima ronde.
  • Q: Apa yang harus diperbaiki Garry untuk menjadi juara?
  • A: Garry perlu menambah agresivitas di menit‑menit akhir, mengasah insting pembunuh, dan mengintegrasikan serangan finishing yang lebih tajam.
Meow! Tanya Nesi!
😸